Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Pengukuran Kesadaran Keamanan Informasi Pegawai: Studi Kasus PT Meshindo Jayatama

Pengukuran Kesadaran Keamanan Informasi Pegawai (Studi Kasus: PT Meshindo Jayatama)

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 2 (2024) · pp. 315–320

DOI
10.25126/jtiik.20241128106
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-08-26
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Integrasi teknologi dalam organisasi meningkatkan pertukaran informasi yang membuat organisasi lebih rentan terhadap serangan siber. Laporan Publik Hasil Monitoring Keamanan Siber Bulan April 2023 Badan Siber dan Sandi negara (BSSN) menyatakan terdapat 27.476.788 anomali trafik dan tertinggi adalah malware sebanyak 14.235.050. Serangan cyber juga dialami oleh PT Meshindo Jayatama yang memiliki data informasi penting sebagai aset dalam mendukung kegiatan usahanya. Hasil wawancara dengan Presiden Direktur dan Manager Teknologi Informasi (TI) PT Meshindo Jayatama menyatakan bahwa telah terjadi serangan seperti Phishing dan Malware sebanyak 26 kali ditahun 2023. Dengan adanya serangan malware yang mengakibatkan terinfeksinya dokumen laporan perusahaan dan kerugian finansial yang disebabkan oleh faktor kelalaian sumber daya manusia, menjadi pertimbangan perlu untuk dilakukan pengukuran kesadaran keamanan informasi dan mengetahui area yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai metode pengumpulan data yang disusun berdasarkan Human Aspects of Information Security Questionnaire (HAIS-Q) dengan kerangka kerja Knowledge Attitude Behavior (KAB) dan penskalaan prioritas menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil pengukuran kesadaran keamanan informasi pegawai PT Meshindo Jayatama berada dilevel “baik” dengan nilai 83,40%. Dari pengukuran tersebut, diketahui terdapat fokus area pada level “sedang” yaitu penggunaan perangkat mobile dan pengelolaan password. selanjutnya, Peneliti memberikan saran untuk diselenggarakan program pelatihan keamanan informasi dengan media yang menarik dan dilakukan secara berkelanjutan dan perlu diterapkan atau diperbaharui seluruh kebijakan terkait keamanan informasi perusahaan.

English

Integrasi teknologi dalam organisasi meningkatkan pertukaran informasi yang membuat organisasi lebih rentan terhadap serangan siber. Laporan Publik Hasil Monitoring Keamanan Siber Bulan April 2023 Badan Siber dan Sandi negara (BSSN) menyatakan terdapat 27.476.788 anomali trafik dan tertinggi adalah malware sebanyak 14.235.050. Serangan cyber juga dialami oleh PT Meshindo Jayatama yang memiliki data informasi penting sebagai aset dalam mendukung kegiatan usahanya. Hasil wawancara dengan Presiden Direktur dan Manager Teknologi Informasi (TI) PT Meshindo Jayatama menyatakan bahwa telah terjadi serangan seperti Phishing dan Malware sebanyak 26 kali ditahun 2023. Dengan adanya serangan malware yang mengakibatkan terinfeksinya dokumen laporan perusahaan dan kerugian finansial yang disebabkan oleh faktor kelalaian sumber daya manusia, menjadi pertimbangan perlu untuk dilakukan pengukuran kesadaran keamanan informasi dan mengetahui area yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai metode pengumpulan data yang disusun berdasarkan Human Aspects of Information Security Questionnaire (HAIS-Q) dengan kerangka kerja Knowledge Attitude Behavior (KAB) dan penskalaan prioritas menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil pengukuran kesadaran keamanan informasi pegawai PT Meshindo Jayatama berada dilevel “baik” dengan nilai 83,40%. Dari pengukuran tersebut, diketahui terdapat fokus area pada level “sedang” yaitu penggunaan perangkat mobile dan pengelolaan password. selanjutnya, Peneliti memberikan saran untuk diselenggarakan program pelatihan keamanan informasi dengan media yang menarik dan dilakukan secara berkelanjutan dan perlu diterapkan atau diperbaharui seluruh kebijakan terkait keamanan informasi perusahaan. Abstract The integration of technology in organizations increases the exchange of information making organizations more vulnerable to cyber attacks. Public Report on Cyber Security Monitoring Results for April 2023, the National Cyber and Crypto Agency (BSSN) stated that there were 27,476,788 traffic anomalies and the highest was malware at 14,235,050. Cyber attacks were also experienced by PT Meshindo Jayatama, which has important information data as assets to support its business activities. The results of interviews with the President Director and Information Technology (IT) Manager of PT Meshindo Jayatama stated that attacks such as Phishing and Malware had occurred 26 times in 2023. These malware attacks resulted in the infection of company report documents and financial losses caused by human resource negligence, it is necessary to measure information security awareness and identify areas that need to be improved. In this research, a questionnaire was used as a data collection method which was prepared based on the Human Aspects of Information Security Questionnaire (HAIS-Q) with the Knowledge Attitude Behavior (KAB) framework and priority scaling using the Analytic Hierarchy Process (AHP). The results of measuring the information security awareness of PT Meshindo Jayatama employees were at the "good" level (83.40%). There is a focus area at the "medium" level, namely the use of mobile devices and password management. Researchers provide suggestions for holding security training programs with interesting media and carried out on an ongoing basis and need to implement or update all policies related to company information security..

Keywords

Collaboration network of the authors

8 authors · 10 co-authorship links · 2 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Indonesia
  • The University of Melbourne
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Fikrul Arif NadraUniversity of Indonesia1
Muhammad Hafizhuddin HilmanThe University of Melbourne1
Andro HarjantoUniversity of Indonesia1
Heru Seok SuhartantoUniversity of Indonesia1
Setiadi YazidUniversity of Indonesia1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Pengukuran Kesadaran Keamanan Informasi Pegawai: Studi Kasus PT Meshindo Jayatama</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Pengukuran Kesadaran Keamanan Informasi Pegawai (Studi Kasus :  PT Meshindo Jayatama)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Gofur, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Fathoni Aji, Rizal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kurniawan, Heri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">kesadaran keamanan informasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Human Aspects of Information Security Questionnaire (HAIS-Q)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Analytical Hierarchy Process (AHP)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Integrasi teknologi dalam organisasi meningkatkan pertukaran informasi yang membuat organisasi lebih rentan terhadap serangan siber. Laporan Publik Hasil Monitoring Keamanan Siber Bulan April 2023 Badan Siber dan Sandi negara (BSSN) menyatakan terdapat 27.476.788 anomali trafik dan tertinggi adalah malware sebanyak 14.235.050. Serangan cyber juga dialami oleh PT Meshindo Jayatama yang memiliki data informasi penting sebagai aset dalam mendukung kegiatan usahanya. Hasil wawancara dengan Presiden Direktur dan Manager Teknologi Informasi (TI) PT Meshindo Jayatama menyatakan bahwa telah terjadi serangan seperti Phishing dan Malware sebanyak 26 kali ditahun 2023. Dengan adanya serangan malware yang mengakibatkan terinfeksinya dokumen laporan perusahaan dan kerugian finansial yang disebabkan oleh faktor kelalaian sumber daya manusia, menjadi pertimbangan perlu untuk dilakukan pengukuran kesadaran keamanan informasi dan mengetahui area yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai metode pengumpulan data yang disusun berdasarkan Human Aspects of Information Security Questionnaire (HAIS-Q) dengan kerangka kerja Knowledge Attitude Behavior (KAB) dan penskalaan prioritas menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil pengukuran kesadaran keamanan informasi pegawai PT Meshindo Jayatama berada dilevel “baik” dengan nilai 83,40%. Dari pengukuran tersebut, diketahui terdapat fokus area pada level “sedang” yaitu penggunaan perangkat mobile dan pengelolaan password. selanjutnya, Peneliti memberikan saran untuk diselenggarakan program pelatihan keamanan informasi dengan media yang menarik dan dilakukan secara berkelanjutan dan perlu diterapkan atau diperbaharui seluruh kebijakan terkait keamanan informasi perusahaan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Integrasi teknologi dalam organisasi meningkatkan pertukaran informasi yang membuat organisasi lebih rentan terhadap serangan siber. Laporan Publik Hasil Monitoring Keamanan Siber Bulan April 2023 Badan Siber dan Sandi negara (BSSN) menyatakan terdapat 27.476.788 anomali trafik dan tertinggi adalah malware sebanyak 14.235.050. Serangan cyber juga dialami oleh PT Meshindo Jayatama yang memiliki data informasi penting sebagai aset dalam mendukung kegiatan usahanya. Hasil wawancara dengan Presiden Direktur dan Manager Teknologi Informasi (TI) PT Meshindo Jayatama menyatakan bahwa telah terjadi serangan seperti Phishing dan Malware sebanyak 26 kali ditahun 2023. Dengan adanya serangan malware yang mengakibatkan terinfeksinya dokumen laporan perusahaan dan kerugian finansial yang disebabkan oleh faktor kelalaian sumber daya manusia, menjadi pertimbangan perlu untuk dilakukan pengukuran kesadaran keamanan informasi dan mengetahui area yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai metode pengumpulan data yang disusun berdasarkan Human Aspects of Information Security Questionnaire (HAIS-Q) dengan kerangka kerja Knowledge Attitude Behavior (KAB) dan penskalaan prioritas menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil pengukuran kesadaran keamanan informasi pegawai PT Meshindo Jayatama berada dilevel “baik” dengan nilai 83,40%. Dari pengukuran tersebut, diketahui terdapat fokus area pada level “sedang” yaitu penggunaan perangkat mobile dan pengelolaan password. selanjutnya, Peneliti memberikan saran untuk diselenggarakan program pelatihan keamanan informasi dengan media yang menarik dan dilakukan secara berkelanjutan dan perlu diterapkan atau diperbaharui seluruh kebijakan terkait keamanan informasi perusahaan.
 
Abstract
The integration of technology in organizations increases the exchange of information making organizations more vulnerable to cyber attacks. Public Report on Cyber Security Monitoring Results for April 2023, the National Cyber and Crypto Agency (BSSN) stated that there were 27,476,788 traffic anomalies and the highest was malware at 14,235,050. Cyber attacks were also experienced by PT Meshindo Jayatama, which has important information data as assets to support its business activities. The results of interviews with the President Director and Information Technology (IT) Manager of PT Meshindo Jayatama stated that attacks such as Phishing and Malware had occurred 26 times in 2023. These malware attacks resulted in the infection of company report documents and financial losses caused by human resource negligence, it is necessary to measure information security awareness and identify areas that need to be improved. In this research, a questionnaire was used as a data collection method which was prepared based on the Human Aspects of Information Security Questionnaire (HAIS-Q) with the Knowledge Attitude Behavior (KAB) framework and priority scaling using the Analytic Hierarchy Process (AHP). The results of measuring the information security awareness of PT Meshindo Jayatama employees were at the "good" level (83.40%). There is a focus area at the "medium" level, namely the use of mobile devices and password management. Researchers provide suggestions for holding security training programs with interesting media and carried out on an ongoing basis and need to implement or update all policies related to company information security..</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8106</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.20241128106</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 2: April 2024; 315-320</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 2: April 2024; 315-320</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.2024112</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8106/1287</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>