Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENGARUH PENGGUNAAN AMPAS SAGU DAN JERAMI SEBAGAI MEDIA TERHADAP PRODUKSI JAMUR MERANG (Volvariela volvacea)

NOVAE GUINEA Jurnal Biologi · Vol. 14 No. VAE (2023) · pp. 200–210

ISSN
2086-1516
Published
2023-10-27
Publisher
Universitas Cenderawasih
Language
eng

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan pengolahan sagu mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sehingga menimbulkan dampak positif dan dampak negatif bagi masyarakat. Dampak positif yaitu meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat, sedangkan dampak negatif yaitu menimbulkan limbah. Sama hal nya dengan ampas sagu, limbah pertanian lain seperti jerami yang ada di wilayah Papua juga hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. di daerah Jawa dan sekitarnya, mereka memanfaatkan limbah jerami untuk dijadikan sebagai media jamur merang. Penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui pengaruh penggunaan ampas sagu dan jerami sebagai media terhadap produksi jamur merang 2). mengetahui media apa yang terbaik untuk pertumbuhan dan produksi jamur merang. Rancangan penelitian mengguanakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil perlakuan untuk munculnya primordia terlama adalah perlakuan S3J1 dengan rata-rata yaitu 36 hari setelah inokulasi, sedangkan untuk masa tumbuh tercepat adalah perlakuan S1J3 dengan rata-rata yaitu 17 hari setelah inokulasi. Hasil perlakuan untuk masa panen tercepat adalah perlakuan S1J3 dengan rata-rata yaitu 22 hari setelah inokulasi, sedangkan untuk masa panen terlama adalah S3J1 dengan rata-rata yaitu 39 hari setelah inokulasi. hasil perlakuan terbaik berat tubuh buah jamur merang adalah perlakuan S1J3 yaitu 178.67 gram, sedangkan berat tubuh buah jamur merang paling rendah adalah perlakuan S4J0 yaitu 16.00 gram. hasil perlakuan terbaik Jumlah tubuh buah jamur merang adalah perlakuan S1J3 yaitu 22 buah, sedangkan jumlah tubuh buah jamur merang paling rendah adalah perlakuan S4J0 yaitu 2 buah. Hasil terlama lama masa panen adalah perlakuan S3J1 yaitu 46 hari, sedangkan lama masa panen paling tercepat adalah perlakuan S4J0 yaitu 24 hari. hasil perlakuan terbaik frekuensi jamur merang adalah perlakuan S1J3 yaitu 7x, sedangkan frekuensi jamur merang paling rendah adalah perlakuan S4J0 yaitu 1x. Penambahan ampas sagu pada jamur merang berpengaruh terhadap produktifitas jamur merang dan Media yang terbaik untuk produktifitas jamur merang adalah media S1J3, dengan perbandingan sagu: jerami 1: 3 Kata Kunci: Ampas sagu., Jerami, Jamur Merang

Collaboration network of the authors

21 authors · 30 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Semuel JeujananAffiliation unknown2
Suriyah SatarAffiliation unknown2
Sartila WindesiAffiliation unknown2
Arsyam MawardiAffiliation unknown1
Paula N. LefaanAffiliation unknown1
DOLFINA C KOIREWOAAffiliation unknown1
Supeni SufaatiAffiliation unknown1
Matilda Y. WambrauwAffiliation unknown1
Maria Irene DiduAffiliation unknown1
Apriani H. RophiAffiliation unknown1
Diana ImbabAffiliation unknown1
David R. JesajasAffiliation unknown1
Romauli LumbantungkupAffiliation unknown1
Alfred A. AntohAffiliation unknown1
Nichelle I. YaranggaAffiliation unknown1
Rosamina RaweyaiAffiliation unknown1
Semuel JeunajananAffiliation unknown1
Gabryla W. SuruanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/NG/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PENGGUNAAN AMPAS SAGU DAN JERAMI SEBAGAI MEDIA TERHADAP PRODUKSI JAMUR MERANG (Volvariela volvacea)</dc:title>
	<dc:creator>Pambudi, Norman</dc:creator>
	<dc:creator>Raunsay, Edoward K.</dc:creator>
	<dc:creator>Aisoi, Leonardo E.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan pengolahan sagu mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sehingga menimbulkan dampak positif dan dampak negatif bagi masyarakat. Dampak positif yaitu meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat, sedangkan dampak negatif yaitu menimbulkan limbah. Sama hal nya dengan ampas sagu, limbah pertanian lain seperti jerami yang ada di wilayah Papua juga hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. di daerah Jawa dan sekitarnya, mereka memanfaatkan limbah jerami untuk dijadikan sebagai media jamur merang. Penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui pengaruh penggunaan ampas sagu dan jerami sebagai media terhadap produksi jamur merang 2). mengetahui media apa yang terbaik untuk pertumbuhan dan produksi jamur merang. Rancangan penelitian mengguanakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil perlakuan untuk munculnya primordia terlama adalah perlakuan S3J1 dengan rata-rata yaitu 36 hari setelah inokulasi, sedangkan untuk masa tumbuh tercepat adalah perlakuan S1J3 dengan rata-rata yaitu 17 hari setelah inokulasi. Hasil perlakuan untuk masa panen tercepat adalah perlakuan S1J3 dengan rata-rata yaitu 22 hari setelah inokulasi, sedangkan untuk masa panen terlama adalah S3J1 dengan rata-rata yaitu 39 hari setelah inokulasi. hasil perlakuan terbaik berat tubuh buah jamur merang adalah perlakuan S1J3 yaitu 178.67 gram, sedangkan berat tubuh buah jamur merang paling rendah adalah perlakuan S4J0 yaitu 16.00 gram. hasil perlakuan terbaik Jumlah tubuh buah jamur merang adalah perlakuan S1J3 yaitu 22 buah, sedangkan jumlah tubuh buah jamur merang paling rendah adalah perlakuan S4J0 yaitu 2 buah. Hasil terlama lama masa panen adalah perlakuan S3J1 yaitu 46 hari, sedangkan lama masa panen paling tercepat adalah perlakuan S4J0 yaitu 24 hari. hasil perlakuan terbaik frekuensi jamur merang adalah perlakuan S1J3 yaitu 7x, sedangkan frekuensi jamur merang paling rendah adalah perlakuan S4J0 yaitu 1x. Penambahan ampas sagu pada jamur merang berpengaruh terhadap produktifitas jamur merang dan Media yang terbaik untuk produktifitas jamur merang adalah media S1J3, dengan perbandingan sagu : jerami 1 : 3
Kata Kunci: Ampas sagu., Jerami, Jamur Merang</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Cenderawasih</dc:publisher>
	<dc:date>2023-10-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/NG/article/view/3371</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">NOVAE GUINEA Jurnal Biologi; Vol. 14 No. 2 (2023): Novae Guinea Jurnal Biologi ; 200-210</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">NOVAE GUINEA Jurnal Biologi; Vol. 14 No. 2 (2023): Novae Guinea Jurnal Biologi ; 200-210</dc:source>
	<dc:source>2086-1516</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/NG/article/view/3371/2480</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 NOVAE GUINEA Jurnal Biologi</dc:rights>
</oai_dc:dc>