Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Deteksi Tingkat Kematangan Buah Pepaya menggunakan Model Convolutional Neural Network

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 3 (2024) · pp. 569–578

DOI
10.25126/jtiik.938119
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-07-31
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Pepaya merupakan buah yang memiliki banyak manfaat dengan nilai gizi yang tinggi. Setiap 100 gram pepaya mengandung 3,65 mg vitamin A dan 78 mg vitamin C. Salah satu keunggulan pepaya adalah kemampuannya untuk berbuah terus menerus, apapun musimnya. Kematangan buah pepaya dapat ditentukan oleh tekstur dan warna kulit buahnya. Deteksi tingkat kematangan buah pepaya memiliki signifikansi penting dalam industri pertanian dan pengelolaan persediaan makanan. Metode konvensional seringkali mengalami keterbatasan dalam akurasi dan efisiensi dalam pengidentifikasian kematangan buah pepaya. Dalam penelitian ini, diperkenalkan pendekatan inovatif dengan menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dataset yang digunakan merupakan dataset gambar buah pepaya dalam berbagai tingkat kematangan. Dataset kemudian dilatih menggunakan model CNN untuk mengklasifikasikan buah pepaya berdasarkan warna kulit dan fitur visual lainnya. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model CNN yang digunakan mampu mengidentifikasi tingkat kematangan buah pepaya dengan tingkat akurasi yang tinggi, yaitu sebesar 96,63% sehingga dapat menghasilkan solusi yang andal dan efisien.

English

Pepaya adalah buah bergizi tinggi dengan banyak manfaat. Per 100 gram pepaya mengandung 3,65 milligram vitamin A dan 78 milligram vitamin C. Apapun musimnya, buah pepaya dapat berbuah terus menerus, yang menjadi salah satu keunggulannya. Kematangan buah pepaya dapat ditentukan oleh tekstur dan warna kulit buahnya. Deteksi tingkat kematangan buah pepaya memiliki signifikansi penting dalam industri pertanian dan pengelolaan persediaan makanan. Metode konvensional seringkali mengalami keterbatasan dalam akurasi dan efisiensi dalam pengidentifikasian kematangan buah pepaya. Dalam penelitian ini, diperkenalkan pendekatan inovatif dengan menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dataset yang digunakan merupakan dataset gambar buah pepaya dalam berbagai tingkat kematangan. Dataset kemudian dilatih menggunakan model CNN untuk mengklasifikasikan buah pepaya berdasarkan warna kulit dan fitur visual lainnya. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model CNN yang digunakan mampu mengidentifikasi tingkat kematangan buah pepaya dengan tingkat akurasi yang tinggi, yaitu sebesar 96,63% sehingga dapat menghasilkan solusi yang andal dan efisien. Hal ini memberikan dampak yang signifikan dalam industri pertanian dan pengelolaan persediaan makanan. Abstract Papaya is a fruit with many benefits and high nutritional value. 3,65 mg of vitamin A and 78 mg of vitamin C are found in every 100 grams of papaya. One of the advantages of papaya is its ability to bear fruit continuously, regardless of the season. The ripeness of papaya can be determined by the texture and color of its skin.The detection of papaya fruit ripeness levels holds significant importance in the agricultural industry and food inventory management. Conventional methods often face limitations in accuracy and efficiency when identifying the ripeness of papaya. In this research, an innovative approach is introduced using Convolutional Neural Network (CNN) to address this issue. The dataset used consists of images of papaya fruit at various ripeness levels. The dataset is then trained using the CNN model to classify papaya fruit based on skin color and other visual features. Experimental results show that the CNN model used can identify the ripeness level of papaya fruit with high accuracy, specifically 96,63%, thus providing a reliable and efficient solution. This has significant implications in the agricultural industry and food inventory management.

Collaboration network of the authors

40 authors · 112 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Brawijaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Fitra Abdurrachman BachtiarUniversity of Brawijaya2
Achmad RidokUniversity of Brawijaya2
Yuita Arum SariUniversity of Brawijaya1
Fadhil Yusuf RahadikaUniversity of Brawijaya1
Agus Wahyu WidodoUniversity of Brawijaya1
Bayu RahayudiUniversity of Brawijaya1
M. Sofyan IrwantoUniversity of Brawijaya1
Candra DewiUniversity of Brawijaya1
Nurfatima SelleUniversity of Brawijaya1
Zainal ArifienUniversity of Brawijaya1
Fitra Abdurrahman BachtiarAffiliation unknown1
Alvin Tarisa AkbarUniversity of Brawijaya1
Michael Stephen LuiUniversity of Brawijaya1
Daniel Geoffrey ManurungUniversity of Brawijaya1
Mohammad Ryan PinasthikaUniversity of Brawijaya1
Muhammad Azka Obila VasyaUniversity of Brawijaya1
Rania Aprilia Dwi Setya PutriUniversity of Brawijaya1
Agustinus Parasian TampubolonUniversity of Brawijaya1
Rakan Fadhil PrayataUniversity of Brawijaya1
Septia Khoirin NisaUniversity of Brawijaya1
Assyfa Rasida HanumUniversity of Brawijaya1
Ivykaeyla Adriana ZethaUniversity of Brawijaya1
Salwa Cahyani PutriUniversity of Brawijaya1
Rafifah Ayud WulandariUniversity of Brawijaya1
Sherla Puspa AndinaUniversity of Brawijaya1
Julia Nur FajrinaUniversity of Brawijaya1
Mohammad Alfiano Rizky MahardikaUniversity of Brawijaya1
Yehezkiel Stephanus AustinUniversity of Brawijaya1
Haikal IrfanoUniversity of Brawijaya1
Juan Young ChristopherUniversity of Brawijaya1
Lintang Cahyaning SukmaUniversity of Brawijaya1
Lailil MuflikhahUniversity of Brawijaya1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Deteksi Tingkat Kematangan Buah Pepaya menggunakan Model Convolutional Neural Network</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Deteksi Tingkat Kematangan Buah Pepaya menggunakan Model Convolutional Neural Network</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Sutrisna, Naufal Putra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sahirah, Rafifa Addin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Laksono, Khansa Salsabila Sangdiva</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Permadhi, Raditya Atmaja Satria </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Nurannisa, Nadhira</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Larasati, Saqina Salsabila</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Asmani, Wahayu Widyaning</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Yudistira, Novanto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id">Pepaya merupakan buah yang memiliki banyak manfaat dengan nilai gizi yang tinggi. Setiap 100 gram  pepaya mengandung 3,65 mg vitamin A dan 78 mg vitamin C. Salah satu keunggulan pepaya adalah kemampuannya untuk berbuah terus menerus, apapun musimnya. Kematangan buah pepaya dapat ditentukan oleh tekstur dan warna kulit buahnya. Deteksi tingkat kematangan buah pepaya memiliki signifikansi penting dalam industri pertanian dan pengelolaan persediaan makanan. Metode konvensional seringkali mengalami keterbatasan dalam akurasi dan efisiensi dalam pengidentifikasian kematangan buah pepaya. Dalam penelitian ini, diperkenalkan pendekatan inovatif dengan menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dataset yang digunakan merupakan dataset gambar buah pepaya dalam berbagai tingkat kematangan. Dataset kemudian dilatih menggunakan model CNN untuk mengklasifikasikan buah pepaya berdasarkan warna kulit dan fitur visual lainnya. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model CNN yang digunakan mampu mengidentifikasi tingkat kematangan buah pepaya dengan tingkat akurasi yang tinggi, yaitu sebesar 96,63% sehingga dapat menghasilkan solusi yang andal dan efisien. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Pepaya adalah buah bergizi tinggi dengan banyak manfaat. Per 100 gram pepaya mengandung 3,65 milligram vitamin A dan 78 milligram vitamin C. Apapun musimnya, buah pepaya dapat berbuah terus menerus, yang menjadi salah satu keunggulannya. Kematangan buah pepaya dapat ditentukan oleh tekstur dan warna kulit buahnya. Deteksi tingkat kematangan buah pepaya memiliki signifikansi penting dalam industri pertanian dan pengelolaan persediaan makanan. Metode konvensional seringkali mengalami keterbatasan dalam akurasi dan efisiensi dalam pengidentifikasian kematangan buah pepaya. Dalam penelitian ini, diperkenalkan pendekatan inovatif dengan menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dataset yang digunakan merupakan dataset gambar buah pepaya dalam berbagai tingkat kematangan. Dataset kemudian dilatih menggunakan model CNN untuk mengklasifikasikan buah pepaya berdasarkan warna kulit dan fitur visual lainnya. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model CNN yang digunakan mampu mengidentifikasi tingkat kematangan buah pepaya dengan tingkat akurasi yang tinggi, yaitu sebesar 96,63% sehingga dapat menghasilkan solusi yang andal dan efisien. Hal ini memberikan dampak yang signifikan dalam industri pertanian dan pengelolaan persediaan makanan.
 
Abstract
 
Papaya is a fruit with many benefits and high nutritional value. 3,65 mg of vitamin A and 78 mg of vitamin C are found in every 100 grams of papaya. One of the advantages of papaya is its ability to bear fruit continuously, regardless of the season. The ripeness of papaya can be determined by the texture and color of its skin.The detection of papaya fruit ripeness levels holds significant importance in the agricultural industry and food inventory management. Conventional methods often face limitations in accuracy and efficiency when identifying the ripeness of papaya. In this research, an innovative approach is introduced using Convolutional Neural Network (CNN) to address this issue. The dataset used consists of images of papaya fruit at various ripeness levels. The dataset is then trained using the CNN model to classify papaya fruit based on skin color and other visual features. Experimental results show that the CNN model used can identify the ripeness level of papaya fruit with high accuracy, specifically 96,63%, thus providing a reliable and efficient solution. This has significant implications in the agricultural industry and food inventory management.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8119</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.938119</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 3: Juni 2024; 569-578</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 3: Juni 2024; 569-578</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.113</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8119/1315</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>