Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Deteksi Dini Gangguan Jaringan Distributed Denial Of Service (DDOS) Menggunakan Metode Shannon Entropy Pada Software Defined Network (SDN)

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 3 (2024) · pp. 461–474

DOI
10.25126/jtiik.938188
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-07-31
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Software Defined Networking (SDN) adalah arsitektur jaringan baru yang memisahkan antara control dan data plane. Aspek keamanan utama dalam control plane salah satunya adalah serangan DoS dan DDoS. Serangan DDoS mengakibatkan terjadinya penurunan performa jaringan yang berjalan sangat lambat. Serangan DDoS dilakukan dengan menyusupi dan membanjiri bandwidth ke sumber daya target, sehingga dapat menyebabkan penolakan layanan bagi pengguna yang mengaksesnya. Tak hanya itu, serangan DDoS menyebabkan penurunan sumber daya jaringan seperti kapasitas memory dan CPU. Akibatnya kerusakan signifikan pada sistem yang menjadi korban serangan dapat mengalami kerugian, baik secara finansial, reputasi bahkan kehilangan pelanggan yang membutuhkan layanan tersebut. Mencegah serangan DDoS diperlukan suatu tindakan pencegahan yaitu dengan deteksi dini serangan DDoS untuk mengurangi dampak serangan dan memulihkan sistem dengan lebih cepat. Deteksi dini yang disebabkan oleh DDoS pada jaringan SDN dilakukan melalui pendekatan metrik entropy berbasis teori informasi. Penelitian ini memfokuskan pendeteksian dini pada serangan DDoS di dalam lingkungan SDN melalui metode Shannon Entropy dengan mendeteksi lalu lintas atau trafik normal dan DDoS. Penelitian ini menggunakan dataset publik dari InSDN yang diterbitkan pada tahun 2020 untuk menentukan nilai ambang batas lalu lintas normal dan DDoS. Hasilnya, penelitian ini berhasil mendeteksi dini lalu lintas normal dan lalu lintas serangan DDoS dengan nilai entropy sesuai ambang batas, dengan nilai akurasi 100%, presisi 100% dan recall 100% yang dihitung menggunakan confusion matrix. Deteksi dini menampilkan akurasi dan performa yang dapat berkontribusi banyak dalam menunjang tingkat keamanan melalui pencegahan tahap awal, sehingga hasilnya dapat meningkatkan keamanan dan efektifitas pada lingkungan SDN.

English

Software Defined Networking (SDN) adalah arsitektur jaringan baru yang memisahkan antara control dan data plane. Aspek keamanan utama dalam control plane salah satunya adalah serangan DoS dan DDoS. Serangan DDoS mengakibatkan terjadinya penurunan performa jaringan yang berjalan sangat lambat. Serangan DDoS dilakukan dengan menyusupi dan membanjiri bandwidth ke sumber daya target, sehingga dapat menyebabkan penolakan layanan bagi pengguna yang mengaksesnya. Tak hanya itu, serangan DDoS menyebabkan penurunan sumber daya jaringan seperti kapasitas memory dan CPU. Akibatnya kerusakan signifikan pada sistem yang menjadi korban serangan dapat mengalami kerugian, baik secara finansial, reputasi bahkan kehilangan pelanggan yang membutuhkan layanan tersebut. Mencegah serangan DDoS diperlukan suatu tindakan pencegahan yaitu dengan deteksi dini serangan DDoS untuk mengurangi dampak serangan dan memulihkan sistem dengan lebih cepat. Deteksi dini yang disebabkan oleh DDoS pada jaringan SDN dilakukan melalui pendekatan metrik entropy berbasis teori informasi. Penelitian ini memfokuskan pendeteksian dini pada serangan DDoS di dalam lingkungan SDN melalui metode Shannon Entropy dengan mendeteksi lalu lintas atau trafik normal dan DDoS. Penelitian ini menggunakan dataset publik dari InSDN yang diterbitkan pada tahun 2020 untuk menentukan nilai ambang batas lalu lintas normal dan DDoS. Hasilnya, penelitian ini berhasil mendeteksi dini lalu lintas normal dan lalu lintas serangan DDoS dengan nilai entropy sesuai ambang batas, dengan nilai akurasi 100%, presisi 100% dan recall 100% yang dihitung menggunakan confusion matrix. Deteksi dini menampilkan akurasi dan performa yang dapat berkontribusi banyak dalam menunjang tingkat keamanan melalui pencegahan tahap awal, sehingga hasilnya dapat meningkatkan keamanan dan efektifitas pada lingkungan SDN.

Keywords

Collaboration network of the authors

6 authors · 8 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Budi Luhur
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Restu MaulunidaUniversitas Budi Luhur1
Bagas PramuditaUniversitas Budi Luhur1
Painem PainemUniversitas Budi Luhur1
Anindya Putri PradipthaUniversitas Budi Luhur1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Deteksi Dini Gangguan Jaringan Distributed Denial Of Service (DDOS) Menggunakan Metode Shannon Entropy Pada Software Defined Network (SDN)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Deteksi Dini Gangguan Jaringan Distributed Denial Of Service (DDOS) Menggunakan Metode Shannon Entropy Pada Software Defined Network (SDN)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Solichin, Achmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Nugroho, Ludi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">deteksi dini, Software Defined Networking, teori informasi, distributed denial of service, dataset, lalu lintas.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Software Defined Networking (SDN) adalah arsitektur jaringan baru yang memisahkan antara control dan data plane. Aspek keamanan utama dalam control plane salah satunya adalah serangan DoS dan DDoS. Serangan DDoS mengakibatkan terjadinya penurunan performa jaringan yang berjalan sangat lambat. Serangan DDoS dilakukan dengan menyusupi dan membanjiri bandwidth ke sumber daya target, sehingga dapat menyebabkan penolakan layanan bagi pengguna yang mengaksesnya. Tak hanya itu, serangan DDoS menyebabkan penurunan sumber daya jaringan seperti kapasitas memory dan CPU. Akibatnya kerusakan signifikan pada sistem yang menjadi korban serangan dapat mengalami kerugian, baik secara finansial, reputasi bahkan kehilangan pelanggan yang membutuhkan layanan tersebut. Mencegah serangan DDoS diperlukan suatu tindakan pencegahan yaitu dengan deteksi dini serangan DDoS untuk mengurangi dampak serangan dan memulihkan sistem dengan lebih cepat. Deteksi dini yang disebabkan oleh DDoS pada jaringan SDN dilakukan melalui pendekatan metrik entropy berbasis teori informasi. Penelitian ini memfokuskan pendeteksian dini pada serangan DDoS di dalam lingkungan SDN melalui metode Shannon Entropy dengan mendeteksi lalu lintas atau trafik normal dan DDoS. Penelitian ini menggunakan dataset publik dari InSDN yang diterbitkan pada tahun 2020 untuk menentukan nilai ambang batas lalu lintas normal dan DDoS. Hasilnya, penelitian ini berhasil mendeteksi dini lalu lintas normal dan lalu lintas serangan DDoS dengan nilai entropy sesuai ambang batas, dengan nilai akurasi 100%, presisi 100% dan recall 100% yang dihitung menggunakan confusion matrix. Deteksi dini menampilkan akurasi dan performa yang dapat berkontribusi banyak dalam menunjang tingkat keamanan melalui pencegahan tahap awal, sehingga hasilnya dapat meningkatkan keamanan dan efektifitas pada lingkungan SDN.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Software Defined Networking (SDN) adalah arsitektur jaringan baru yang memisahkan antara control dan data plane. Aspek keamanan utama dalam control plane salah satunya adalah serangan DoS dan DDoS. Serangan DDoS mengakibatkan terjadinya penurunan performa jaringan yang berjalan sangat lambat. Serangan DDoS dilakukan dengan menyusupi dan membanjiri bandwidth ke sumber daya target, sehingga dapat menyebabkan penolakan layanan bagi pengguna yang mengaksesnya. Tak hanya itu, serangan DDoS menyebabkan penurunan sumber daya jaringan seperti kapasitas memory dan CPU. Akibatnya kerusakan signifikan pada sistem yang menjadi korban serangan dapat mengalami kerugian, baik secara finansial, reputasi bahkan kehilangan pelanggan yang membutuhkan layanan tersebut. Mencegah serangan DDoS diperlukan suatu tindakan pencegahan yaitu dengan deteksi dini serangan DDoS untuk mengurangi dampak serangan dan memulihkan sistem dengan lebih cepat. Deteksi dini yang disebabkan oleh DDoS pada jaringan SDN dilakukan melalui pendekatan metrik entropy berbasis teori informasi. Penelitian ini memfokuskan pendeteksian dini pada serangan DDoS di dalam lingkungan SDN melalui metode Shannon Entropy dengan mendeteksi lalu lintas atau trafik normal dan DDoS. Penelitian ini menggunakan dataset publik dari InSDN yang diterbitkan pada tahun 2020 untuk menentukan nilai ambang batas lalu lintas normal dan DDoS. Hasilnya, penelitian ini berhasil mendeteksi dini lalu lintas normal dan lalu lintas serangan DDoS dengan nilai entropy sesuai ambang batas, dengan nilai akurasi 100%, presisi 100% dan recall 100% yang dihitung menggunakan confusion matrix. Deteksi dini menampilkan akurasi dan performa yang dapat berkontribusi banyak dalam menunjang tingkat keamanan melalui pencegahan tahap awal, sehingga hasilnya dapat meningkatkan keamanan dan efektifitas pada lingkungan SDN.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8188</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.938188</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 3: Juni 2024; 461-474</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 3: Juni 2024; 461-474</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.113</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8188/1303</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>