Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

CLUSTERING KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI PAPUA BERDASARKAN INDIKATOR KEMISKINAN MENGGUNAKAN METODE K-MEDOIDS

CENDERAWASIH: Journal Of Statistics and Data Science · Vol. 2 No. 1 (2024)

ISSN
3026-0981
Published
2024-06-30
Publisher
Program Studi Statistika, Universitas Cenderawasih
Language
ind
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis berbagai variabel terkait informasi kemiskinan tingkat kabupaten/kota di Indonesia pada tahun 2020. Angka kemiskinan tiap kabupaten/kota di Indonesia berbeda-beda. Perbedaan ini disebabkan oleh banyak indikator yang berbeda seperti: indeks pembangunan manusia, angka penduduk, pendapatan per kapita, angka melek huruf, akses terhadap pendidikan, akses terhadap air bersih dan kualitas yang cukup, dll. Sehingga digunakan metode clustering K-Medoids untuk mengelompokkan berdasarkan indikator-indikator tersebut. Algoritma K-Medoids merupakan salah satu metode clustering yang diusulkan untuk mengatasi kelemahan algoritma K-Means yang sensitif terhadap outlier karena suatu objek dengan nilai yang tinggi dapat menyimpang secara signifikan dari sebaran datanya. Algoritm K-Medoids menggunakan data alih-alih merata-ratakan pusat cluster. Dengan menggunakan analisis K-Medoids diperoleh cluster optimal sebanyak 2 cluster yang dikategorikan sebagai Kabupaten/Kota dengan indikator kemiskinan sedang dan tinggi dari 29 kabupaten/kota, dimana pada cluster 1 dengan 17 Kabupaten/Kota tergolong kemiskinan tinggi karena pada cluster ini Indeks Pembangunan Manusia dan Laju Pertumbuhan PDRB tergolong rendah dan Persentase Penduduk Miskin tinggi. Untuk cluster 2 dengan 12 Kabupaten/kota tergolong kemiskinan sedang karena pada cluster ini Indeks Pembangunan Manusia dan Laju Pertumbuhan PDRB tinggi sedangkan Persentase Penduduk Miskin rendah.

Collaboration network of the authors

No co-authors found in Melola yet.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/CJSDT/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">CLUSTERING KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI PAPUA BERDASARKAN INDIKATOR KEMISKINAN MENGGUNAKAN METODE K-MEDOIDS</dc:title>
	<dc:creator>BINTANG GIRIK ALLO, CAECILIA</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis berbagai variabel terkait informasi kemiskinan tingkat kabupaten/kota di Indonesia pada tahun 2020. Angka kemiskinan tiap kabupaten/kota di Indonesia berbeda-beda. Perbedaan ini disebabkan oleh banyak indikator yang berbeda seperti: indeks pembangunan manusia, angka penduduk, pendapatan per kapita, angka melek huruf, akses terhadap pendidikan, akses terhadap air bersih dan kualitas yang cukup, dll. Sehingga digunakan metode clustering K-Medoids untuk mengelompokkan berdasarkan indikator-indikator tersebut. Algoritma K-Medoids merupakan salah satu metode clustering yang diusulkan untuk mengatasi kelemahan algoritma K-Means yang sensitif terhadap outlier karena suatu objek dengan nilai yang tinggi dapat menyimpang secara signifikan dari sebaran datanya. Algoritm K-Medoids menggunakan data alih-alih merata-ratakan pusat cluster. Dengan menggunakan analisis K-Medoids diperoleh cluster optimal sebanyak 2 cluster yang dikategorikan sebagai Kabupaten/Kota dengan indikator kemiskinan sedang dan tinggi dari 29 kabupaten/kota, dimana pada cluster 1 dengan 17 Kabupaten/Kota tergolong kemiskinan tinggi karena pada cluster ini Indeks Pembangunan Manusia dan Laju Pertumbuhan PDRB tergolong rendah dan Persentase Penduduk Miskin tinggi. Untuk cluster 2 dengan 12 Kabupaten/kota tergolong kemiskinan sedang karena pada cluster ini Indeks Pembangunan Manusia dan Laju Pertumbuhan PDRB tinggi sedangkan Persentase Penduduk Miskin rendah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">Program Studi Statistika, Universitas Cenderawasih</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Artikel Penelitian</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/CJSDT/article/view/5455</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">CENDERAWASIH: Journal Of Statistics and Data Science; Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">CENDERAWASIH: Journal of Statistics and Data Science; Vol 2 No 1 (2024): Juni 2024</dc:source>
	<dc:source>3026-0981</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/CJSDT/article/view/5455/3535</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2024 CAECILIA BINTANG GIRIK ALLO</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>