Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Deep Learning dengan Teknik Early Stopping untuk Mendeteksi Malware pada Perangkat IoT

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 12 No. 1 (2025) · pp. 21–30

DOI
10.25126/jtiik.2025128267
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2025-02-27
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Perkembangan pesat teknologi, khususnya Internet of Things (IoT), telah memberikan dampak signifikan dalam berbagai sektor kehidupan manusia. IoT memungkinkan pertukaran data antar perangkat secara otomatis melalui jaringan internet, mengubah cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Meskipun IoT memberikan berbagai manfaat seperti kemudahan mengakses perangkat dari jarak jauh, kehadirannya juga membawa potensi bahaya terkait dengan keamanan siber, privasi, dan ketergantungan terhadap teknologi. Artikel ini membahas upaya untuk mengatasi ancaman keamanan siber pada ekosistem IoT dengan mengimplementasikan sistem deteksi berbasis klasifikasi malware. Pendekatan ini memanfaatkan teknik pembelajaran mesin, terutama deep learning, untuk mengidentifikasi dan memitigasi ancaman siber. Penggunaan Convolutional Neural Network (CNN) dalam klasifikasi dataset IoT-23 dengan teknik penyeimbangan data SMOTE (Synthetic Minority Oversampling Technique) serta fungsi Early Stopping menunjukkan hasil yang tinggi. Meskipun CNN awalnya dirancang untuk pengolahan gambar, algoritma ini juga efektif dalam mendeteksi pola kompleks pada data non-gambar seperti lalu lintas jaringan IoT karena kemampuannya dalam ekstraksi fitur hierarkis. Akurasi yang diperoleh pada dataset tidak seimbang adalah sebesar 99%, sedangkan pada dataset seimbang sebesar 75%. Presisi dan Recall yang diperoleh pada dataset tidak seimbang di kelas 0 adalah 100% dan 35%, sedangkan pada kelas 1 adalah 99% dan 100%. Pada dataset seimbang, presisi dan recall di kelas 0 adalah 67% dan 100%, sedangkan pada kelas 1 adalah 100% dan 51%. Abstract The rapid development of technology, especially the Internet of Things (IoT), has significantly impacted various sectors of human life. IoT enables automatic data exchange between devices via the internet, changing how humans interact with their surroundings. Although IoT provides multiple benefits, such as ease of accessing devices remotely, its presence also brings potential dangers related to cybersecurity, privacy, and dependence on technology. This article discusses efforts to address cybersecurity threats in the IoT ecosystem by implementing a malware classification-based detection system. This approach utilizes machine learning techniques and intense learning to identify and mitigate cyber threats. The use of Convolutional Neural Network (CNN) in classifying the IoT-23 dataset with the SMOTE (Synthetic Minority Oversampling Technique) data balancing technique and the Early Stopping function shows high results. Although CNN was initially designed for image processing, this algorithm also effectively detects complex patterns in non-image data, such as IoT network traffic, due to its ability to extract hierarchical features. The accuracy obtained on the unbalanced dataset is 99%, while on the balanced dataset, it is 75%. The precision and recall obtained on the unbalanced dataset in class 0 are 100% and 35%, while in class 1 are 99% and 100%. In the balanced dataset, the precision and recall in class 0 are 67% and 100%, while in class 1 are 100% and 51%.

English

Perkembangan pesat teknologi, khususnya Internet of Things (IoT), telah memberikan dampak signifikan dalam berbagai sektor kehidupan manusia. IoT memungkinkan pertukaran data antar perangkat secara otomatis melalui jaringan internet, mengubah cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Meskipun IoT memberikan berbagai manfaat seperti kemudahan mengakses perangkat dari jarak jauh, kehadirannya juga membawa potensi bahaya terkait dengan keamanan siber, privasi, dan ketergantungan terhadap teknologi. Artikel ini membahas upaya untuk mengatasi ancaman keamanan siber pada ekosistem IoT dengan mengimplementasikan sistem deteksi berbasis klasifikasi malware. Pendekatan ini memanfaatkan teknik pembelajaran mesin, terutama deep learning, untuk mengidentifikasi dan memitigasi ancaman siber. Penggunaan Convolutional Neural Network (CNN) dalam klasifikasi dataset IoT-23 dengan teknik penyeimbangan data SMOTE (Synthetic Minority Oversampling Technique) serta fungsi Early Stopping menunjukkan hasil yang tinggi. Meskipun CNN awalnya dirancang untuk pengolahan gambar, algoritma ini juga efektif dalam mendeteksi pola kompleks pada data non-gambar seperti lalu lintas jaringan IoT karena kemampuannya dalam ekstraksi fitur hierarkis. Akurasi yang diperoleh pada dataset tidak seimbang adalah sebesar 99%, sedangkan pada dataset seimbang sebesar 75%. Presisi dan Recall yang diperoleh pada dataset tidak seimbang di kelas 0 adalah 100% dan 35%, sedangkan pada kelas 1 adalah 99% dan 100%. Pada dataset seimbang, presisi dan recall di kelas 0 adalah 67% dan 100%, sedangkan pada kelas 1 adalah 100% dan 51%. Abstract The rapid development of technology, especially the Internet of Things (IoT), has significantly impacted various sectors of human life. IoT enables automatic data exchange between devices via the internet, changing how humans interact with their surroundings. Although IoT provides multiple benefits, such as ease of accessing devices remotely, its presence also brings potential dangers related to cybersecurity, privacy, and dependence on technology. This article discusses efforts to address cybersecurity threats in the IoT ecosystem by implementing a malware classification-based detection system. This approach utilizes machine learning techniques and intense learning to identify and mitigate cyber threats. The use of Convolutional Neural Network (CNN) in classifying the IoT-23 dataset with the SMOTE (Synthetic Minority Oversampling Technique) data balancing technique and the Early Stopping function shows high results. Although CNN was initially designed for image processing, this algorithm also effectively detects complex patterns in non-image data, such as IoT network traffic, due to its ability to extract hierarchical features. The accuracy obtained on the unbalanced dataset is 99%, while on the balanced dataset, it is 75%. The precision and recall obtained on the unbalanced dataset in class 0 are 100% and 35%, while in class 1 are 99% and 100%. In the balanced dataset, the precision and recall in class 0 are 67% and 100%, while in class 1 are 100% and 51%.

Keywords

Collaboration network of the authors

6 authors · 15 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Muhammadiyah Jember
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Deep Learning dengan Teknik Early Stopping untuk Mendeteksi Malware pada Perangkat IoT</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Deep Learning dengan Teknik Early Stopping untuk Mendeteksi Malware pada Perangkat IoT</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Andika Surya, Iwang Moeslem</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Cahyanto, Triawan Adi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Muharom, Lutfi Ali</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Andika Surya, Iwang Moeslem</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Cahyanto, Triawan Adi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muharom, Lutfi Ali</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Malware</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Deep Learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">SMOTE</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">early stopping</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Convolutional Neural Network (CNN)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Perkembangan pesat teknologi, khususnya Internet of Things (IoT), telah memberikan dampak signifikan dalam berbagai sektor kehidupan manusia. IoT memungkinkan pertukaran data antar perangkat secara otomatis melalui jaringan internet, mengubah cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Meskipun IoT memberikan berbagai manfaat seperti kemudahan mengakses perangkat dari jarak jauh, kehadirannya juga membawa potensi bahaya terkait dengan keamanan siber, privasi, dan ketergantungan terhadap teknologi. Artikel ini membahas upaya untuk mengatasi ancaman keamanan siber pada ekosistem IoT dengan mengimplementasikan sistem deteksi berbasis klasifikasi malware. Pendekatan ini memanfaatkan teknik pembelajaran mesin, terutama deep learning, untuk mengidentifikasi dan memitigasi ancaman siber. Penggunaan Convolutional Neural Network (CNN) dalam klasifikasi dataset IoT-23 dengan teknik penyeimbangan data SMOTE (Synthetic Minority Oversampling Technique) serta fungsi Early Stopping menunjukkan hasil yang tinggi. Meskipun CNN awalnya dirancang untuk pengolahan gambar, algoritma ini juga efektif dalam mendeteksi pola kompleks pada data non-gambar seperti lalu lintas jaringan IoT karena kemampuannya dalam ekstraksi fitur hierarkis. Akurasi yang diperoleh pada dataset tidak seimbang adalah sebesar 99%, sedangkan pada dataset seimbang sebesar 75%. Presisi dan Recall yang diperoleh pada dataset tidak seimbang di kelas 0 adalah 100% dan 35%, sedangkan pada kelas 1 adalah 99% dan 100%. Pada dataset seimbang, presisi dan recall di kelas 0 adalah 67% dan 100%, sedangkan pada kelas 1 adalah 100% dan 51%.
 
Abstract
The rapid development of technology, especially the Internet of Things (IoT), has significantly impacted various sectors of human life. IoT enables automatic data exchange between devices via the internet, changing how humans interact with their surroundings. Although IoT provides multiple benefits, such as ease of accessing devices remotely, its presence also brings potential dangers related to cybersecurity, privacy, and dependence on technology. This article discusses efforts to address cybersecurity threats in the IoT ecosystem by implementing a malware classification-based detection system. This approach utilizes machine learning techniques and intense learning to identify and mitigate cyber threats. The use of Convolutional Neural Network (CNN) in classifying the IoT-23 dataset with the SMOTE (Synthetic Minority Oversampling Technique) data balancing technique and the Early Stopping function shows high results. Although CNN was initially designed for image processing, this algorithm also effectively detects complex patterns in non-image data, such as IoT network traffic, due to its ability to extract hierarchical features. The accuracy obtained on the unbalanced dataset is 99%, while on the balanced dataset, it is 75%. The precision and recall obtained on the unbalanced dataset in class 0 are 100% and 35%, while in class 1 are 99% and 100%. In the balanced dataset, the precision and recall in class 0 are 67% and 100%, while in class 1 are 100% and 51%.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Perkembangan pesat teknologi, khususnya Internet of Things (IoT), telah memberikan dampak signifikan dalam berbagai sektor kehidupan manusia. IoT memungkinkan pertukaran data antar perangkat secara otomatis melalui jaringan internet, mengubah cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Meskipun IoT memberikan berbagai manfaat seperti kemudahan mengakses perangkat dari jarak jauh, kehadirannya juga membawa potensi bahaya terkait dengan keamanan siber, privasi, dan ketergantungan terhadap teknologi. Artikel ini membahas upaya untuk mengatasi ancaman keamanan siber pada ekosistem IoT dengan mengimplementasikan sistem deteksi berbasis klasifikasi malware. Pendekatan ini memanfaatkan teknik pembelajaran mesin, terutama deep learning, untuk mengidentifikasi dan memitigasi ancaman siber. Penggunaan Convolutional Neural Network (CNN) dalam klasifikasi dataset IoT-23 dengan teknik penyeimbangan data SMOTE (Synthetic Minority Oversampling Technique) serta fungsi Early Stopping menunjukkan hasil yang tinggi. Meskipun CNN awalnya dirancang untuk pengolahan gambar, algoritma ini juga efektif dalam mendeteksi pola kompleks pada data non-gambar seperti lalu lintas jaringan IoT karena kemampuannya dalam ekstraksi fitur hierarkis. Akurasi yang diperoleh pada dataset tidak seimbang adalah sebesar 99%, sedangkan pada dataset seimbang sebesar 75%. Presisi dan Recall yang diperoleh pada dataset tidak seimbang di kelas 0 adalah 100% dan 35%, sedangkan pada kelas 1 adalah 99% dan 100%. Pada dataset seimbang, presisi dan recall di kelas 0 adalah 67% dan 100%, sedangkan pada kelas 1 adalah 100% dan 51%.
 
Abstract
The rapid development of technology, especially the Internet of Things (IoT), has significantly impacted various sectors of human life. IoT enables automatic data exchange between devices via the internet, changing how humans interact with their surroundings. Although IoT provides multiple benefits, such as ease of accessing devices remotely, its presence also brings potential dangers related to cybersecurity, privacy, and dependence on technology. This article discusses efforts to address cybersecurity threats in the IoT ecosystem by implementing a malware classification-based detection system. This approach utilizes machine learning techniques and intense learning to identify and mitigate cyber threats. The use of Convolutional Neural Network (CNN) in classifying the IoT-23 dataset with the SMOTE (Synthetic Minority Oversampling Technique) data balancing technique and the Early Stopping function shows high results. Although CNN was initially designed for image processing, this algorithm also effectively detects complex patterns in non-image data, such as IoT network traffic, due to its ability to extract hierarchical features. The accuracy obtained on the unbalanced dataset is 99%, while on the balanced dataset, it is 75%. The precision and recall obtained on the unbalanced dataset in class 0 are 100% and 35%, while in class 1 are 99% and 100%. In the balanced dataset, the precision and recall in class 0 are 67% and 100%, while in class 1 are 100% and 51%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8267</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.2025128267</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 12 No 1: Februari 2025; 21-30</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 12 No. 1: Februari 2025; 21-30</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.2025121</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8267/1380</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>