The Transformation of Japan's National Security Strategy for 2022 is a form of Japan's defense and security policy which includes the National Security Strategy, National Defense Security and the Defense Development Program in East Asia. The type of research used in this research is qualitative with data obtained through literature studies from a number of books, journals and official documents that relate accurately to the problems studied. The results of this research show that the transformation policy of Japan's 2022 National Security Strategy triggers various responses from target countries. China responded by increasing the PLA and military modernization in the disputed Islands and Taiwan Strait. North Korea hints at a military attack in the form of nuclear and missiles if it threatens its fundamental policies. Russia carried out provocative actions based on joint military exercises and military bases on the Kuril Islands in dispute with Japan.
Bahasa Indonesia
Transformasi Strategi Keamanan Nasional Jepang Tahun 2022 merupakan bentuk kebijakan pertahanan dan keamanan Jepang yang meliputi Strategi Keamanan Nasional, Keamanan Pertahanan Nasional dan Program Pengembangan Pertahanan di Asia Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan data yang diperoleh melalui studi pustaka dari sejumlah buku, jurnal dan dokumen resmi yang berhubungan secara akurat dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan transformasi Strategi Keamanan Nasional Jepang Tahun 2022 memicu berbagai respon dari negara sasaran. China merespon dengan meningkatkan PLA dan modernisasi militer di Kepulauan yang disengketakan dan Selat Taiwan. Korea Utara mengisyaratkan serangan militer berupa nuklir dan rudal jika mengancam kebijakan fundamentalnya. Rusia melakukan tindakan provokatif berdasarkan latihan militer gabungan dan pangkalan militer di Kepulauan Kuril yang disengketakan dengan Jepang.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.