Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Dynamics of Agrarian Conflict and Governance Inequality:: A Case Study of Land Disputes in Batu Mila Village

Dinamika Konflik Agraria dan Ketimpangan Tata Kelola:: Studi Kasus Sengketa Lahan di Desa Batu Mila

Journal of Peace, Security and Democracy · Vol. 1 No. 2 (2025) · pp. 49–73

DOI
10.63280/jpsd.v1i2.45967
ISSN
3090-515X
Published
2025-08-21
Publisher
Center of Peace, Conflict and Democracy - Hasanuddin University
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Abstract

English

The land dispute in Batu Mila Village reflects the complex dynamics of the relationship between the community, government, and private sector in the control and utilization of agrarian resources. This study aims to uncover the root causes, actors involved, and patterns of interaction that shape the escalation and resolution of conflicts, with a focus on local social, economic, and political dimensions. Using a qualitative approach with in-depth interviews, field observations, and document reviews, this research found that the dispute was triggered by overlapping ownership claims between villagers and companies, exacerbated by weak law enforcement, unclear boundaries, and minimal community participation in decision-making processes. The analysis results indicate the existence of power asymmetries that affect community access to land and fuel distrust in formal institutions. This study emphasizes the importance of strengthening community-based conflict resolution mechanisms, consistent law enforcement, and the integration of local wisdom into land management policies. These findings not only contribute to the literature on agrarian conflict sociology but also offer practical recommendations for policymakers and local actors to prevent similar conflicts in the future.

Bahasa Indonesia

Konflik sengketa lahan di Desa Batu Mila mencerminkan dinamika kompleks hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta dalam penguasaan serta pemanfaatan sumber daya agraria. Studi ini bertujuan mengungkap akar penyebab, aktor yang terlibat, dan pola interaksi yang membentuk eskalasi maupun resolusi konflik, dengan fokus pada dimensi sosial, ekonomi, dan politik lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen, penelitian ini menemukan bahwa sengketa dipicu oleh tumpang tindih klaim kepemilikan antara warga desa dan perusahaan, diperparah oleh lemahnya penegakan hukum, ketidakjelasan batas wilayah, dan minimnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Hasil analisis menunjukkan adanya asimetri kekuasaan yang memengaruhi akses masyarakat terhadap lahan dan memicu ketidakpercayaan terhadap institusi formal. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan mekanisme resolusi konflik berbasis komunitas, penegakan hukum yang konsisten, serta integrasi kearifan lokal dalam kebijakan pengelolaan lahan. Temuan ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi literatur sosiologi konflik agraria, tetapi juga menawarkan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan dan aktor lokal untuk mencegah konflik serupa di masa depan.

Keywords

Collaboration network of the authors

5 authors · 6 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Suparman AbdullahAffiliation unknown1
Hadrian FebrianaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jpsd/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Dynamics of Agrarian Conflict and Governance Inequality::  A Case Study of Land Disputes in Batu Mila Village</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Dinamika Konflik Agraria dan Ketimpangan Tata Kelola:: Studi Kasus Sengketa Lahan di Desa Batu Mila</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sudaryo Putra, Hendra Triawan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sudaryo Putra, Hendra Triawan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ramli AT, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Syam, Ridwan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">PTPN XIV</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Land Dispute</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Agrarian Conflict</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">, Land Conversion</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Conflict Resolution</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">sengketa lahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">konflik Agraria</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Alih Fungsi Lahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Resolusi Konflik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">The land dispute in Batu Mila Village reflects the complex dynamics of the relationship between the community, government, and private sector in the control and utilization of agrarian resources. This study aims to uncover the root causes, actors involved, and patterns of interaction that shape the escalation and resolution of conflicts, with a focus on local social, economic, and political dimensions. Using a qualitative approach with in-depth interviews, field observations, and document reviews, this research found that the dispute was triggered by overlapping ownership claims between villagers and companies, exacerbated by weak law enforcement, unclear boundaries, and minimal community participation in decision-making processes. The analysis results indicate the existence of power asymmetries that affect community access to land and fuel distrust in formal institutions. This study emphasizes the importance of strengthening community-based conflict resolution mechanisms, consistent law enforcement, and the integration of local wisdom into land management policies. These findings not only contribute to the literature on agrarian conflict sociology but also offer practical recommendations for policymakers and local actors to prevent similar conflicts in the future.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Konflik sengketa lahan di Desa Batu Mila mencerminkan dinamika kompleks hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta dalam penguasaan serta pemanfaatan sumber daya agraria. Studi ini bertujuan mengungkap akar penyebab, aktor yang terlibat, dan pola interaksi yang membentuk eskalasi maupun resolusi konflik, dengan fokus pada dimensi sosial, ekonomi, dan politik lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen, penelitian ini menemukan bahwa sengketa dipicu oleh tumpang tindih klaim kepemilikan antara warga desa dan perusahaan, diperparah oleh lemahnya penegakan hukum, ketidakjelasan batas wilayah, dan minimnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Hasil analisis menunjukkan adanya asimetri kekuasaan yang memengaruhi akses masyarakat terhadap lahan dan memicu ketidakpercayaan terhadap institusi formal. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan mekanisme resolusi konflik berbasis komunitas, penegakan hukum yang konsisten, serta integrasi kearifan lokal dalam kebijakan pengelolaan lahan. Temuan ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi literatur sosiologi konflik agraria, tetapi juga menawarkan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan dan aktor lokal untuk mencegah konflik serupa di masa depan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Center of Peace, Conflict and Democracy - Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2025-08-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jpsd/article/view/45967</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.63280/jpsd.v1i2.45967</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Journal of Peace, Security and Democracy; Vol. 1 No. 2 (2025): Conflict and Security; 49-73</dc:source>
	<dc:source>3090-515X</dc:source>
	<dc:source>10.63280/jpsd.v1i2</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jpsd/article/view/45967/13289</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Hendra Triawan Sudaryo Putra, Muhammad Ramli AT, Ridwan Syam</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>