Open access Jurnal
Stabilization And Dependency: Evaluating The Effectiveness Of MINUSTAH In Haiti
Antara Stabilisasi dan Ketergantungan: Mengevaluasi Efektivitas MINUSTAH di Haiti
Journal of Peace, Security and Democracy · Vol. 2 No. 1 (2026) · pp. 1–25
- ISSN
- 3090-515X
- Published
- 2026-01-23
- Publisher
- Center of Peace, Conflict and Democracy - Hasanuddin University
- Language
- id
Abstract
English
This study analyzes the effectiveness of the United Nations Stabilization Mission in Haiti (MINUSTAH) in addressing the security crisis and supporting state-building in Haiti, a fragile country. Using a qualitative approach based on literature, this study examines three main dimensions: security stabilization, political stability, and institutional capacity. The results show that MINUSTAH succeeded in reducing violence and supporting elections, thus creating short-term stability. However, this success was temporary and highly dependent on the presence of international actors. In the long term, MINUSTAH has not been able to strengthen institutional capacity sustainably and has tended to increase dependence on external aid. Furthermore, various criticisms such as human rights violations, the cholera scandal, and a legitimacy crisis have also affected the intervention's effectiveness. This study concludes that international intervention was effective in initial stabilization but limited in creating independent and sustainable state-building.
Bahasa Indonesia
Penelitian ini menganalisis efektivitas United Nations Stabilization Mission in Haiti (MINUSTAH) dalam mengatasi krisis keamanan dan mendukung state-building di Haiti sebagai negara fragile. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengkaji tiga dimensi utama: stabilisasi keamanan, stabilitas politik, dan kapasitas institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MINUSTAH berhasil menurunkan tingkat kekerasan dan mendukung penyelenggaraan pemilu, sehingga menciptakan stabilitas jangka pendek. Namun, keberhasilan tersebut bersifat temporer dan sangat bergantung pada kehadiran aktor internasional. Dalam jangka panjang, MINUSTAH belum mampu memperkuat kapasitas institusional secara berkelanjutan, bahkan cenderung memperkuat ketergantungan terhadap bantuan eksternal. Selain itu, berbagai kritik seperti pelanggaran HAM, skandal kolera, dan krisis legitimasi turut memengaruhi efektivitas intervensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi internasional efektif dalam stabilisasi awal, tetapi terbatas dalam menciptakan state-building yang mandiri dan berkelanjutan.
Keywords
Collaboration network of the authors
No co-authors found in Melola yet.