Political Inclusivity of Ethnic Minorities in the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P) Makassar City: An Analysis of Political Recruitment and Representation
Politik Etnis Minoritas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Di Kota Makaassar
This study analyses the involvement of ethnic minorities within the structure and political activities of the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP) in Makassar and examines the extent to which this nationalist party practices inclusive politics at the local level. A qualitative case study approach was employed to explore the dynamics of political representation in a multiethnic society. Data were collected through in-depth interviews with party officials, minority cadres, and community leaders, complemented by participatory observation and document analysis. The findings reveal that ethnic minority participation in PDIP Makassar is largely descriptive and symbolic, driven more by electoral strategy than by a genuine ideological commitment to pluralism. Nevertheless, minority cadres contribute to shaping the party’s image as an open nationalist institution and help expand its political base in multiethnic regions. These results reinforce Pitkin’s (1967) theory that substantive representation does not automatically arise from descriptive representation. Practically, this study highlights the need for more transparent recruitment mechanisms and inclusive internal policies to ensure that minority participation becomes equitable and sustainable within party structures and political decision-making processes.
Bahasa Indonesia
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) adalah partai politik yang berideologi Pancasila sebagai bentuk ideologi nasionalis. Kajian Politik etnis, PDI-P menganut paham yang inklusif dan anti-diskriminasi. PDI-P percaya bahwa semua orang Indonesia, tanpa memandang etnis, ras, atau agama, memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam politik. PDI-P memandang politik etnis sebagai salah satu faktor yang dapat menghambat pembangunan bangsa. Politik etnis dapat menimbulkan konflik dan perpecahan di masyarakat. Oleh karena itu, PDI-P berkomitmen untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan adil, di mana semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan etnis minoritas dalam kepengurusan dan kaderisasi PDI-P kota Makassar dengan tehnik pengambilan data melalu wawancara informan yang dapat menjelaskan keberadaan etnis minoritas pada PDIP kota Makassar. Data tersebut kemudian dianalisis dengan analisa kualitatif yang yang mengambarkan fenomena yang menjadi focus penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola rekrutmen pengurus dan kader PDIP kota makassar tidak memandang status etnis apalagi agama sehingga baik pengurus maupun kader terdapat berbagai etnis yang ada diantaranya etnis bugis dan makassar yang merupakan etnis mayoritas sedang etnis Toraja, Cina, dan menado merupakan etnis minoritas, Keberadaan etnis minoritas yang juga mendapat posisi sebagai pengurus dan kader berkisar 20% jumlah pengurus yang ada. Keuntungan yang dimiliki keberadaan etnis minoritas dalam kepengurusan dan kader diantaranya dapat menjaring suara masyarakat. Keberadaan etnis minoritas dapat mendudukan 3 orang terpilih sebagai anggota perlemen kota makassar yaitu Mesakh Raymond Rantepadang, S.H. dan Galmerrya Kondorura serta William, S.E, sedangkan angota dewan atas nama Anton Paul Goni yang merupakan etnis manado yang terpilih pada pileg 2019, hal ini menujukkan bahwa PDIP kota masyarakat dapat meraih suara masyarakat toraja dan cina selain dari etnis bugis dan makassar sendiri yang merupakan etnis mayoritas.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.