Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

The Politics of Citizenship Claims among Fishing Communities in State–Citizen Relations: A Case Study of Takalar Regency

Pembuatan Klaim Kewargaan (Citizen Claim Making) Pada Masyarakat Nelayan Di Kabupaten Takalar

Journal of Peace, Security and Democracy · Vol. 2 No. 1 (2026) · pp. 26–40

DOI
10.63280/jpsd.v2i1.48652
ISSN
3090-515X
Published
2026-01-23
Publisher
Center of Peace, Conflict and Democracy - Hasanuddin University
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Abstract

English

This study aims to understand how fishing communities in Aeng Batu-Batu Village, Takalar Regency, construct and negotiate their citizenship claims in their interactions with the state. Using a descriptive qualitative approach within the framework of political sociology, this research explores the social and political practices underlying state–citizen relations in the context of social welfare. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis involving 20 informants, including fishermen, village officials, and local figures. The findings reveal three primary forms of citizen claim-making: direct claims to authorities, mediated claims through social intermediaries or political brokers, and collective claims through fishermen’s groups. These forms demonstrate that access to social policies remains highly dependent on patronage networks and personal relationships with local actors. In this context, the state does not function as a neutral institution but rather as a social arena where citizens negotiate their rights through adaptive strategies. Although patron–client relations remain dominant, the study also identifies emerging forms of reflective citizenship, particularly among younger fishermen who use social media to voice injustices. The results affirm that local citizenship practices are dynamic, relational, and continuously shaped through the ongoing process of claim-making that mediates the interaction between citizens and the state.

Bahasa Indonesia

Pembuatan klaim sebagai tindakan langsung atau termediasi yang dilakukan oleh warga negara untuk mendapatkan akses terhadap barang dan jasa kesejahteraan sosial, yang dipahami sebagai sumber daya yang disediakan publik untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan dan jaminan sosial. Pembuatan klaim sangat penting sebagai sarana potensial untuk mendapatkan bantuan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cara masyarakat nelayan di Desa Aeng Batu-Batu dalam mengajukan klaim atas bantuan sosial kepada pemerintah.Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hal tersebut dilakukan dengan melihat bahwa peneliti telah mendapatkan informasi yang dilakukan secara langsung dengan mewawancarai informan terkait. Serta studi kepustakaan sebagai data sekunder yang bersumber dari buku, jurnal, artikel, dan berita.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat nelayan di Desa Aeng Batu-Batu menggunakan konsep langsung dan tatap muka dengan cara mengunjungi kantor desa ketika ingin mengajukan permintaan bantuan dan bertemu langsung dengan pemerintah desa. Hanya sebagian menggunakan broker sebagai perantara, dan sebagian lainnya memilih untuk tidak melakukan pembuatan klaim. Nelayan cukup aktif untuk mengajukan klaim, hal ini merupakan elemen penting dari kewarganegaraan aktif untuk memperjuangkan hak seseorang dalam bernegara.

Keywords

Collaboration network of the authors

12 authors · 18 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Irdan MangkauAffiliation unknown1
Sukri TammaAffiliation unknown1
Zulkifli ZulkifliInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Muhammad Iqbal NikmatullahAffiliation unknown1
Andi Haris MuhammadAffiliation unknown1
Syahrir MantopaniAffiliation unknown1
Novi BudimanAffiliation unknown1
Nurmila SariAffiliation unknown1
Lidia HastutiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jpsd/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">The Politics of Citizenship Claims among Fishing Communities in State–Citizen Relations: A Case Study of Takalar Regency</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Pembuatan Klaim Kewargaan (Citizen Claim Making) Pada Masyarakat Nelayan Di Kabupaten Takalar</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Karima, Miftahul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Karima, Miftahul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Yakub, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Haryanto, Haryanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Citizenship</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Citizen Claim-Making</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Fishermen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Patronage</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">state–citizen relations</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Warga Negara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Hak Warga Negara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Klaim Warga Negara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Indonesia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">This study aims to understand how fishing communities in Aeng Batu-Batu Village, Takalar Regency, construct and negotiate their citizenship claims in their interactions with the state. Using a descriptive qualitative approach within the framework of political sociology, this research explores the social and political practices underlying state–citizen relations in the context of social welfare. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis involving 20 informants, including fishermen, village officials, and local figures. The findings reveal three primary forms of citizen claim-making: direct claims to authorities, mediated claims through social intermediaries or political brokers, and collective claims through fishermen’s groups. These forms demonstrate that access to social policies remains highly dependent on patronage networks and personal relationships with local actors. In this context, the state does not function as a neutral institution but rather as a social arena where citizens negotiate their rights through adaptive strategies. Although patron–client relations remain dominant, the study also identifies emerging forms of reflective citizenship, particularly among younger fishermen who use social media to voice injustices. The results affirm that local citizenship practices are dynamic, relational, and continuously shaped through the ongoing process of claim-making that mediates the interaction between citizens and the state.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">



Pembuatan klaim sebagai tindakan langsung atau termediasi yang dilakukan oleh warga negara untuk mendapatkan akses terhadap barang dan jasa kesejahteraan sosial, yang dipahami sebagai sumber daya yang disediakan publik untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan dan jaminan sosial. Pembuatan klaim sangat penting sebagai sarana potensial untuk mendapatkan bantuan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cara masyarakat nelayan di Desa Aeng Batu-Batu dalam mengajukan klaim atas bantuan sosial kepada pemerintah.Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hal tersebut dilakukan dengan melihat bahwa peneliti telah mendapatkan informasi yang dilakukan secara langsung dengan mewawancarai informan terkait. Serta studi kepustakaan sebagai data sekunder yang bersumber dari buku, jurnal, artikel, dan berita.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat nelayan di Desa Aeng Batu-Batu menggunakan konsep langsung dan tatap muka dengan cara mengunjungi kantor desa ketika ingin mengajukan permintaan bantuan dan bertemu langsung dengan pemerintah desa. Hanya sebagian menggunakan broker sebagai perantara, dan sebagian lainnya memilih untuk tidak melakukan pembuatan klaim. Nelayan cukup aktif untuk mengajukan klaim, hal ini merupakan elemen penting dari kewarganegaraan aktif untuk memperjuangkan hak seseorang dalam bernegara.



</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Center of Peace, Conflict and Democracy - Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2026-01-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jpsd/article/view/48652</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.63280/jpsd.v2i1.48652</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Journal of Peace, Security and Democracy; Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Peace, Security and Democracy; 26-40</dc:source>
	<dc:source>3090-515X</dc:source>
	<dc:source>10.63280/jpsd.v2i1</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jpsd/article/view/48652/14328</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Miftahul Karima, Andi Yakub, Haryanto Haryanto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>