Waste management at the Binuang Landfill has earned Polewali Mandar Regency the Adipura Award. However, waste management at the Binuang Landfill has resulted in leachate seeping into community rice fields and air pollution. This environmental pollution impacts the socio-economic aspects of the community. This study aims to analyze the impact of waste management policies at the Binuang Landfill on the environment and surrounding community using the concept of Political Ecology. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of this study indicate that waste management policies at the Binuang Landfill do not yet reflect the principles of sustainable and equitable political ecology. This can be observed in the environmental position in policy negotiations between the government and the community. The conflict between the government and the community focuses solely on fulfilling their respective rights without considering environmental aspects. This condition makes waste management at the landfill suboptimal, resulting in impacts that sacrifice the rights and welfare of the community around the Binuang Landfill.
Bahasa Indonesia
Pengelolaan sampah di TPA Binuang mengantarkan Kab. Polewali Mandar mendapatkan penghargaan Adipura. Disisi lain, pengelolaan sampah di TPA Binuang menyebabkan merembesnya air lindi ke sawah masyarakat dan polusi udara. Pencemaran lingkungan ini berpengaruh pada aspek sosial-ekonomi masyrakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Binuang terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar dengan menggunakan konsep Ekologi Politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah di TPA Binuang belum mencerminkan prinsip-prinsip ekologi politik yang berkelanjutan dan berkeadilan. Hal ini dapat diamati pada bagaimana posisi lingkungan dalam negosiasi kebijakan yang terjadi antara pemerintah dan masyarakat. Konflik yang terjadi antara pemerintah dan masyarakat itu hanya berfokus pada pemenuhan hak masing-masing tanpa mempertimbangkan aspek lingkungan. Kondisi ini membuat pengelolaan sampah yang dilakukan di TPA tidak optimal, sehingga menimbulkan dampak yang mengorbankan hak-hak dan kesejahteraan masyarakat sekitar TPA Binuang.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.