Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pelatihan Teknologi Restorasi dan Monitoring Lamun Sebagai Upaya Perbaikan Habitat Sumberdaya Ikan di Kabupaten Pangkep

Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat · Vol. UME No. MOR (2024) · pp. 43–51

DOI
10.35911/bambulaut.v1i2.37151
ISSN
3047-4604
Published
2024-10-10
Publisher
Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Ekosistem padang lamun memiliki peranan yang tidak kalah penting dengan mangrove di wilayah pesisir Kelurahan Pundata Baji, Kabupaten Pangkep. Namun, masyarakat belum mengetahui sepenuhya tentang fungsi fisik, ekologis, serta sosial ekonomi ekosistem lamun. Demikian juga dengan pengetahuan dan keterampilan dalam hal restorasi habitat lamun yang telah mengalami kerusakan (degradasi). Dengan demikian, salah satu hal penting dilakukan adalah memberikan penyuluhan, pelatihan, serta pembuatan demplot (percontohan) mengenai teknologi restorasi lamun berbasis masyarakat melalui penanaman (transplantasi) lamun. Selain itu, juga dilakukan pelatihan monitoring ekosistem lamun hasil transplantasi tersebut. Ujicoba transplantasi lamun dilakukan dengan menggunakan 3 metode, yaitu 1) Frame bambu /(modifikasi) TERFS (Transplanting Eelgrass Remotely with Frame Systems, 2) jangkar dengan tegakan tunggal (single shoot) serta 3) kurungan. Ketiga metode tersebut merupakan metode simple dan low-cost sehingga mudah dipelajari dan diaplikasikan oleh kelompok target. Setelah 35 hari, hasil transplantasi menunjukkan 100% tingkat keberlangsungan hidup. Namun, perbedaan panjang daun lamun pada transplantasi yang di kurung (36,11±2,8 cm) adalah lebih rendah dibandingkan ke dua metode lainnya (metode frame bambu 44±5.01cm dan jangkar 47±2,08 cm). Dengan adanya penyuluhan, pelatihan, dan pembuatan demplot, pengetahuan masyarakat target tentang fungsi lamun serta upaya perbaikannya menjadi bertambah. Selain itu, masyarakat menjadi tahu dan terampil dalam hal 1) transplantasi lamun dan 2) monitoring lamun hasil transplantasi. Sebagai tambahan dari kegiatan tersebut adalah tersedianya area penangkapan alternatif di areal penanaman lamun bagi kelompok nelayan di Persisir Pundata Baji.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 129 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Supriadi MashorengAffiliation unknown9
Marzuki UkkasAffiliation unknown4
Dody PriosambodoAffiliation unknown3
Muh. Banda SelamatAffiliation unknown3
sir andersonAffiliation unknown2
Amir Hamzah MuhiddinAffiliation unknown2
Rohani Ambo RappeAffiliation unknown2
Yayu A La NafieAffiliation unknown2
Rasyid JalilAffiliation unknown2
Muh HattaAffiliation unknown2
Muh LukmanAffiliation unknown2
MUH.AQRAM RAMADHANAffiliation unknown2
SyafiuddinAffiliation unknown2
Chair RaniAffiliation unknown2
Nofriadi NofriadiAffiliation unknown1
Fahdatul AhmadAffiliation unknown1
Latifa HanumAffiliation unknown1
Arsyi Dafa MaulidanAffiliation unknown1
BesperiAffiliation unknown1
Agustin GunawanAffiliation unknown1
Gusta GunawanAffiliation unknown1
Dian WahyuAffiliation unknown1
AndriyantoAffiliation unknown1
Yazmendra RosaAffiliation unknown1
Amran SaruAffiliation unknown1
Mardi MardiAffiliation unknown1
Nadiarti NurdinAffiliation unknown1
Yusran Nurdin MassaAffiliation unknown1
Amrullah SalehAffiliation unknown1
Muhammad Banda SelamatAffiliation unknown1
Syafyudin YusufAffiliation unknown1
Andi MallombasiAffiliation unknown1
Ahmad FaizalAffiliation unknown1
Hidayah MushlihahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bambulaut/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pelatihan Teknologi Restorasi dan Monitoring Lamun Sebagai Upaya Perbaikan Habitat Sumberdaya Ikan di Kabupaten Pangkep</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">La Nafie, Yayu A</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lanuru, Mahatma </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ambo-Rappe, Rohani </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nurdin, Nurjannah </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Amri, Khairul </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Banda Selamat, Muhammad </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kabupaten Pangkep</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pundata Baji</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Restorasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Transplantasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Ekosistem padang lamun memiliki peranan yang tidak kalah penting dengan mangrove di wilayah pesisir Kelurahan Pundata Baji, Kabupaten Pangkep. Namun, masyarakat belum mengetahui sepenuhya tentang fungsi fisik, ekologis, serta sosial ekonomi ekosistem lamun. Demikian juga dengan pengetahuan dan keterampilan dalam hal restorasi habitat lamun yang telah mengalami kerusakan (degradasi).  Dengan demikian, salah satu hal penting dilakukan adalah memberikan penyuluhan, pelatihan,  serta pembuatan demplot (percontohan) mengenai teknologi restorasi lamun berbasis masyarakat melalui penanaman (transplantasi) lamun. Selain itu, juga dilakukan pelatihan monitoring ekosistem lamun hasil transplantasi tersebut. Ujicoba transplantasi lamun dilakukan dengan menggunakan 3 metode, yaitu 1) Frame bambu /(modifikasi) TERFS (Transplanting Eelgrass Remotely with Frame Systems, 2) jangkar dengan tegakan tunggal (single shoot) serta 3) kurungan. Ketiga metode tersebut merupakan metode simple dan low-cost sehingga mudah dipelajari dan diaplikasikan oleh kelompok target.  Setelah 35 hari, hasil transplantasi menunjukkan 100% tingkat keberlangsungan hidup. Namun, perbedaan panjang daun lamun pada transplantasi yang di kurung (36,11±2,8 cm) adalah lebih rendah dibandingkan ke dua metode lainnya (metode frame bambu 44±5.01cm dan jangkar 47±2,08 cm). Dengan adanya penyuluhan, pelatihan, dan pembuatan demplot, pengetahuan masyarakat target tentang fungsi lamun serta upaya perbaikannya menjadi bertambah. Selain itu, masyarakat menjadi tahu dan terampil dalam hal 1) transplantasi lamun dan 2) monitoring lamun hasil transplantasi. Sebagai tambahan dari kegiatan tersebut adalah tersedianya area penangkapan alternatif di areal penanaman lamun bagi kelompok nelayan di Persisir Pundata Baji. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2024-10-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bambulaut/article/view/37151</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35911/bambulaut.v1i2.37151</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat; VOLUME 1, NOMOR 2, OKTOBER 2024; 43 - 51</dc:source>
	<dc:source>3047-4604</dc:source>
	<dc:source>10.35911/bambulaut.v1i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bambulaut/article/view/37151/12061</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat</dc:rights>
</oai_dc:dc>