Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pelatihan Pembuatan Gohyong Ikan Lele sebagai Diversifikasi Pengolahan Ikan di Desa Mekarsari

Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat · Vol. UME No. MOR (2025) · pp. 17–23

DOI
10.35911/bambulaut.v2i1.42906
ISSN
3047-4604
Published
2025-04-09
Publisher
Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, memiliki potensi besar dalam sektor perikanan khususnya ikan lele. Namun, pemanfaatannya masih terbatas yaitu diperjualbelikan dalam bentuk segar, digoreng dan sebagian diolah menjadi bakso. Melalui Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) dilakukan pelatihan teknologi diversifikasi pengolahan ikan lele menjadi "Gohyong Ikan Lele". Gohyong merupakan makanan tradisional khas Tiongkok terbuat dari daging dengan penambahan bumbu (lima jenis bumbu: kayu manis, cengkeh, adas manis, pala, dan merica) dan dibungkus dengan kulit tahu. Pelatihan diversifikasi pengolahan produk gohyong ikan lele dilaksanakan pada Hari Rabu, 24 Juli 2024 di Pondok Pesantren Daarul Huffadz melibatkan 19 peserta yang berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Pos Pelayanan Terpadu Kesehatan (Posyandu Kesehatan), dan masyarakat Desa Mekarsari. Kegiatan pelatihan meliputi penjelasan, demonstrasi dan praktik pembuatan produk gohyong. Peserta dibimbing instruktur berhasil melakukan diversifikasi olahan ikan lele menjadi gohyong sebagai produk olahan yang mempunyai nilai tambah. Evaluasi melalui pre- test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta terhadap materi pelatihan secara signifikan. Nilai terendah dan tertinggi pada pre-test masing-masing 4 dan 8, meningkat signifikan pada post-test yaitu 8 dan 10 (skala nilai 0-10). Program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas pasar produk olahan ikan, mendukung usaha perikanan lokal melalui produk diversifikasi bernilai tambah yang berkelanjutan.

Keywords

Collaboration network of the authors

28 authors · 128 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Bandung Institute of Technology
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Kustiariyah TarmanAffiliation unknown6
Bambang RiyantoBandung Institute of Technology4
Wini TrilaksaniAffiliation unknown4
Farel WidiarsyahAffiliation unknown4
Zacky Arivai SantosaeAffiliation unknown2
Sugeng Heri SusenoAffiliation unknown2
Purnama ArafahAffiliation unknown2
Iriani SetyaningsihAffiliation unknown2
Luky AdriantoAffiliation unknown2
Sugeng Heri SusenoAffiliation unknown2
Shelika AdeliaAffiliation unknown2
Zacky A SantosaAffiliation unknown2
Safrina D HardiningtyasAffiliation unknown2
Zacky Arivai SantosaeAffiliation unknown2
M. Haekal TiftazaniAffiliation unknown2
Aulia HidayatiAffiliation unknown2
Dewiana NovitasariAffiliation unknown1
Ipang SasonoAffiliation unknown1
Rachma Nadhila SudiyonoAffiliation unknown1
Masduki AsbariAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bambulaut/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pelatihan Pembuatan Gohyong Ikan Lele sebagai Diversifikasi Pengolahan Ikan di Desa Mekarsari</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sepri, Gansuar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Aulia, Nadia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Atiqah, Qori Jihan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syahdami, Muhammad Haychal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Anwar, Bintang Javier</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Isnaini, Cahyuning</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ramadhan, Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Santoso, Joko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Diversifikasi produk</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">gohyong</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">ikan lele</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pelatihan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pemberdayaan masyarakat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">


Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, memiliki potensi besar dalam sektor perikanan khususnya ikan lele. Namun, pemanfaatannya masih terbatas yaitu diperjualbelikan dalam bentuk segar, digoreng dan sebagian diolah menjadi bakso. Melalui Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) dilakukan pelatihan teknologi diversifikasi pengolahan ikan lele menjadi "Gohyong Ikan Lele". Gohyong merupakan makanan tradisional khas Tiongkok terbuat dari daging dengan penambahan bumbu (lima jenis bumbu: kayu manis, cengkeh, adas manis, pala, dan merica) dan dibungkus dengan kulit tahu. Pelatihan diversifikasi pengolahan produk gohyong ikan lele dilaksanakan pada Hari Rabu, 24 Juli 2024 di Pondok Pesantren Daarul Huffadz melibatkan 19 peserta yang berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Pos Pelayanan Terpadu Kesehatan (Posyandu Kesehatan), dan masyarakat Desa Mekarsari. Kegiatan pelatihan meliputi penjelasan, demonstrasi dan praktik pembuatan produk gohyong. Peserta dibimbing instruktur berhasil melakukan diversifikasi olahan ikan lele menjadi gohyong sebagai produk olahan yang mempunyai nilai tambah. Evaluasi melalui pre- test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta terhadap materi pelatihan secara signifikan. Nilai terendah dan tertinggi pada pre-test masing-masing 4 dan 8, meningkat signifikan pada post-test yaitu 8 dan 10 (skala nilai 0-10). Program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas pasar produk olahan ikan, mendukung usaha perikanan lokal melalui produk diversifikasi bernilai tambah yang berkelanjutan.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bambulaut/article/view/42906</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35911/bambulaut.v2i1.42906</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat; VOLUME 2, NOMOR 1, APRIL 2025; 17-23</dc:source>
	<dc:source>3047-4604</dc:source>
	<dc:source>10.35911/bambulaut.v2i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bambulaut/article/view/42906/12697</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat</dc:rights>
</oai_dc:dc>