Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pemanfaatan Feses Sapi Sebagai Pupuk Kompos di Desa Mangepong, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan

Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat · Vol. UME No. MOR (2025) · pp. 32–36

DOI
10.35911/bambulaut.v2i1.43082
ISSN
3047-4604
Published
2025-04-09
Publisher
Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Desa Mangepong, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, merupakan daerah yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Namun, keterbatasan pengetahuan dalam penggunaan pupuk ramah lingkungan menjadi tantangan utama. Feses sapi, yang melimpah sebagai limbah peternakan, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk kompos bernilai ekonomis. Artikel ini membahas proses pengolahan feses sapi menjadi pupuk kompos menggunakan teknologi EM4 untuk mempercepat fermentasi. Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah kelangkaan pupuk bersubsidi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil program menunjukkan bahwa pemanfaatan feses sapi sebagai pupuk kompos berhasil menurunkan biaya produksi pertanian, meningkatkan kesuburan tanah, serta membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan peternak. Dengan pendekatan ini, feses sapi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pertanian berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Keywords

Collaboration network of the authors

3 authors · 2 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sumarlin RengkoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bambulaut/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pemanfaatan Feses Sapi Sebagai Pupuk Kompos di Desa Mangepong, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Pratama, Muh. Rezki</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rengko HR, Sumarlin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Petani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">peternak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">feses sapi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pupuk kompos</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">


Desa Mangepong, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, merupakan daerah yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Namun, keterbatasan pengetahuan dalam penggunaan pupuk ramah lingkungan menjadi tantangan utama. Feses sapi, yang melimpah sebagai limbah peternakan, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk kompos bernilai ekonomis. Artikel ini membahas proses pengolahan feses sapi menjadi pupuk kompos menggunakan teknologi EM4 untuk mempercepat fermentasi. Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah kelangkaan pupuk bersubsidi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil program menunjukkan bahwa pemanfaatan feses sapi sebagai pupuk kompos berhasil menurunkan biaya produksi pertanian, meningkatkan kesuburan tanah, serta membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan peternak. Dengan pendekatan ini, feses sapi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pertanian berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bambulaut/article/view/43082</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35911/bambulaut.v2i1.43082</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat; VOLUME 2, NOMOR 1, APRIL 2025; 32-36</dc:source>
	<dc:source>3047-4604</dc:source>
	<dc:source>10.35911/bambulaut.v2i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bambulaut/article/view/43082/12699</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat</dc:rights>
</oai_dc:dc>