Jurnal
Pelatihan Pembuatan Yoghurt diperkaya Spirulina dan Karaginan untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi Biru di Kabupaten Malang
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat · Vol. UME No. MOR (2026) · pp. 15–21
- ISSN
- 3047-4604
- Published
- 2026-03-12
- Publisher
- Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin
- Language
- en
Abstract
Ganggang laut makro atau rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan utama Indonesia. Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii sebagai penghasil karaginan telah dibudidayakan secara luas di perairan Indonesia. Mikroalga Spirulina yang dikenal sebagai superfood juga telah dibudidayakan secara massal. Namun demikian, penggunaan kedua bahan tersebut dalam produk yoghurt masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pelatihan diversifikasi yoghurt lokal di Kabupaten Malang melalui fortifikasi Spirulina dan karaginan. Kabupaten Malang merupakan penghasil susu sapi terbesar di Jawa Timur, namun pengembangan produk turunannya masih terbatas. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan teori dan praktik kepada 35 peserta yang berasal dari kelompok peternak sapi perah, penyuluh, guru SMK, dan staf Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Malang. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest yang menunjukkan peningkatan skor pemahaman dari 96.47% menjadi 99.50%. Fortifikasi Spirulina dan karaginan dapat menambah nilai gizi, meningkatkan viskositas, dan memberikan keunggulan organoleptik pada produk yoghurt. Produk ini berpotensi mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menjadi komoditas ekonomi desa yang berkelanjutan dalam kerangka ekonomi biru, sehingga perlu dilakukan tindak lanjut oleh pemerintah daerah setempat.
Keywords
Collaboration network of the authors
28 authors · 128 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Bandung Institute of Technology
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Wahyu Ramadhan | Affiliation unknown | 6 |
| Bambang Riyanto | Bandung Institute of Technology | 4 |
| Wini Trilaksani | Affiliation unknown | 4 |
| Farel Widiarsyah | Affiliation unknown | 4 |
| Zacky Arivai Santosae | Affiliation unknown | 2 |
| Sugeng Heri Suseno | Affiliation unknown | 2 |
| Purnama Arafah | Affiliation unknown | 2 |
| Gansuar Sepri | Affiliation unknown | 2 |
| Nadia Aulia | Affiliation unknown | 2 |
| Qori Jihan Atiqah | Affiliation unknown | 2 |
| Muhammad Haychal Syahdami | Affiliation unknown | 2 |
| Bintang Javier Anwar | Affiliation unknown | 2 |
| Zacky Arivai Santosae | Affiliation unknown | 2 |
| M. Haekal Tiftazani | Affiliation unknown | 2 |
| Aulia Hidayati | Affiliation unknown | 2 |
| Dewiana Novitasari | Affiliation unknown | 1 |
| Ipang Sasono | Affiliation unknown | 1 |
| Rachma Nadhila Sudiyono | Affiliation unknown | 1 |
| Masduki Asbari | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.