Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Edukasi Kesehatan di Komunitas Nelayan Desa Pancana Kabupaten Barru Menggunakan Virtual Reality

Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat · Vol. UME No. MOR (2025) · pp. 49–54

DOI
10.35911/bambulaut.v2i2.47233
ISSN
3047-4604
Published
2025-10-04
Publisher
Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Karies gigi merupakan masalah kesehatan dominan di wilayah pesisir Indonesia. Data Puskesmas Pancana tahun 2023 menunjukkan prevalensi mencapai 90% pada anak dan 85% pada masyarakat pesisir, yang diperburuk oleh konsumsi gula tinggi, rendahnya kesadaran menjaga kesehatan gigi, keterbatasan tenaga medis, dan kadar fluoride air sumur yang rendah. Kondisi ini menuntut inovasi dalam strategi edukasi kesehatan masyarakat. Peningkatan pengetahuan serta keterampilan keluarga nelayan dalam pemeliharaan kesehatan gigi melalui pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR). Konten VR mencakup simulasi menyikat gigi yang benar, dan bahaya konsumsi gula, disusun dengan bahasa lokal dan konteks kehidupan sehari- hari masyarakat pesisir. Identifikasi masalah melalui survei & FGD, sosialisasi program, pelatihan kader dengan media VR, serta evaluasi pre-test dan post- test. Mitra masyarakat terlibat sejak perencanaan hingga keberlanjutan program. Sebelum intervensi, rata-rata skor pre-test pengetahuan peserta adalah 40%. Setelah intervensi meningkat menjadi 85%, atau naik 45 poin persentase, serta terbentuk 25 kader kesehatan gigi desa sebagai agen edukasi lokal. Selain itu, didirikan posyandu gigi berbasis kelompok nelayan sebagai sarana keberlanjutan. Program ini ditargetkan mampu menurunkan prevalensi karies hingga 20% dalam dua tahun, sekaligus menjadi model replikasi bagi komunitas pesisir lainnya.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 186 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nurul MutmainnahUniversitas Sembilanbelas November Kolaka3
Fajriani FajrianiAffiliation unknown3
Martira MaddeppungengAffiliation unknown3
Sri RamadhanyAffiliation unknown3
Kadek Ayu ErikaAffiliation unknown3
Fitri AprilianiAffiliation unknown3
Jumiati RadiyusmanAffiliation unknown3
Anastasia Melisa PalinggiAffiliation unknown3
Normayanti SukmaAffiliation unknown3
Yusnida FuroidaAffiliation unknown3
Aidah Juliaty A BasoAffiliation unknown2
Abyan RamadhanAffiliation unknown2
Alif DarmawanAffiliation unknown2
Salwiah SalwiahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Asmuddin AsmuddinAffiliation unknown1
Sahlan SahlanAffiliation unknown1
Yusrafiddin YusrafiddinAffiliation unknown1
Pakpahan PakpahanAffiliation unknown1
Muhtar AsshagabAffiliation unknown1
Irawaty DjaharuddinAffiliation unknown1
Jamaluddin MadolanganAffiliation unknown1
Hasan NyambeAffiliation unknown1
Kartika ParamitaAffiliation unknown1
Andi Indahwaty SidinAffiliation unknown1
Dwi AnggitaAffiliation unknown1
Harun AchmadAffiliation unknown1
Rasmidar SamadAffiliation unknown1
Fuad Husain AkbarAffiliation unknown1
Sumintarti SumintartiAffiliation unknown1
Nurul Asyikin Binti YahyaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bambulaut/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Edukasi Kesehatan di Komunitas Nelayan Desa Pancana Kabupaten Barru Menggunakan Virtual Reality</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Harun Achmad, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Horax, Sherly</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Marhamah, Marhamah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ramadany, Sri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arumdani, Cahya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Riska, Emmy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Afriani, Nurdhian</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Permata, Nika</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Paloloang, Rabbania</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Putri, Aliefah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Karies</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kesehatan gigi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">status gizi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">wanita nelayan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">virtual reality</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">


Karies gigi merupakan masalah kesehatan dominan di wilayah pesisir Indonesia. Data Puskesmas Pancana tahun 2023 menunjukkan prevalensi mencapai 90% pada anak dan 85% pada masyarakat pesisir, yang diperburuk oleh konsumsi gula tinggi, rendahnya kesadaran menjaga kesehatan gigi, keterbatasan tenaga medis, dan kadar fluoride air sumur yang rendah. Kondisi ini menuntut inovasi dalam strategi edukasi kesehatan masyarakat. Peningkatan pengetahuan serta keterampilan keluarga nelayan dalam pemeliharaan kesehatan gigi melalui pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR). Konten VR mencakup simulasi menyikat gigi yang benar, dan bahaya konsumsi gula, disusun dengan bahasa lokal dan konteks kehidupan sehari- hari masyarakat pesisir. Identifikasi masalah melalui survei &amp;amp; FGD, sosialisasi program, pelatihan kader dengan media VR, serta evaluasi pre-test dan post- test. Mitra masyarakat terlibat sejak perencanaan hingga keberlanjutan program. Sebelum intervensi, rata-rata skor pre-test pengetahuan peserta adalah 40%. Setelah intervensi meningkat menjadi 85%, atau naik 45 poin persentase, serta terbentuk 25 kader kesehatan gigi desa sebagai agen edukasi lokal. Selain itu, didirikan posyandu gigi berbasis kelompok nelayan sebagai sarana keberlanjutan. Program ini ditargetkan mampu menurunkan prevalensi karies hingga 20% dalam dua tahun, sekaligus menjadi model replikasi bagi komunitas pesisir lainnya.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bambulaut/article/view/47233</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35911/bambulaut.v2i2.47233</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat; VOLUME 2, NOMOR 2, OKTOBER 2025; 49-54</dc:source>
	<dc:source>3047-4604</dc:source>
	<dc:source>10.35911/bambulaut.v2i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bambulaut/article/view/47233/13449</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat</dc:rights>
</oai_dc:dc>