Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Sosialisasi Stunting dengan Tema Gizi Optimal, Tumbuh Maksimal di Desa Ujung Labuang

Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat · Vol. UME No. MOR (2026) · pp. 36–40

DOI
10.35911/bambulaut.v3i1.48077
ISSN
3047-4604
Published
2026-03-12
Publisher
Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Masalah stunting masih menjadi fokus utama pembangunan kesehatan di Indonesia karena berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Meskipun kebijakan nasional telah diarahkan untuk menurunkan angka stunting, beberapa wilayah seperti Desa Ujung Labuang, Kabupaten Pinrang, masih menghadapi tantangan dalam implementasi di lapangan. Berdasarkan data BKKBN (2025), tercatat 13 anak balita mengalami stunting di Desa Ujung Labuang. Kondisi tersebut mencerminkan masih perlunya upaya berkelanjutan dalam peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat terkait gizi anak. Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan stunting. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi langsung melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif dengan sasaran masyarakat yang memiliki anak balita, terutama yang terindikasi stunting. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta dan pengumpulan umpan balik pasca kegiatan. Hasil evaluasi terhadap 33 peserta sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting, secara umum terdapat peningkatan pengetahuan pada mayoritas peserta. Hasil akumulasi dari empat aspek penilaian menunjukkan bahwa sebanyak 27 peserta (81,8%) mengalami peningkatan pengetahuan, sedangkan 6 peserta (18,2%) memiliki pengetahuan yang relatif tetap. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam bertanya, berdiskusi, serta memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat desa untuk berperan aktif dalam pencegahan stunting secara berkelanjutan.

Keywords

Collaboration network of the authors

33 authors · 110 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • Universitas Muhammadiyah Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ilham JayaAffiliation unknown2
Najamuddin NajamuddinAffiliation unknown2
Musdalifah MusdalifahAffiliation unknown1
Alif GunawanAffiliation unknown1
Ummu Kalzum BakhtiarAffiliation unknown1
Izza Amalia HamzarAffiliation unknown1
Muh. NurllhamAffiliation unknown1
Nur Muzhaffarah Fhathana SapriadiAffiliation unknown1
Nurul Afni SaskiaAffiliation unknown1
Andi Kirey Ananda Regita RamliAffiliation unknown1
Inggit NurvadillaAffiliation unknown1
Niswa AtaliaAffiliation unknown1
Reni Julianti Thamrin ReniAffiliation unknown1
A. Astri SyarifAffiliation unknown1
Muhammad Ikhsan AmirAffiliation unknown1
Nosakros AryaHasanuddin University1
Abdul Rasyid JalilAffiliation unknown1
Samsuddin AminAffiliation unknown1
Andi Assir MarimbaAffiliation unknown1
Musbir MusbirAffiliation unknown1
Achmar MallawaAffiliation unknown1
Mahfud PaloAffiliation unknown1
Andi MarimbaAffiliation unknown1
Mukti ZainuddinAffiliation unknown1
M HajarAffiliation unknown1
KamaruddinUniversitas Muhammadiyah Kendari1
Abd. Rasyid JailAffiliation unknown1
Muhammad IsmanAffiliation unknown1
Fredryk MandeyAffiliation unknown1
Beatrix SaludungAffiliation unknown1
Delvia Datu PadangAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bambulaut/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Sosialisasi Stunting dengan Tema Gizi Optimal, Tumbuh Maksimal di Desa Ujung Labuang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Hidayah, Andi Nurul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurnia, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Sosialisasi stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en"> Gizi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Masalah stunting masih menjadi fokus utama pembangunan kesehatan di Indonesia karena berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Meskipun kebijakan nasional telah diarahkan untuk menurunkan angka stunting, beberapa wilayah seperti Desa Ujung Labuang, Kabupaten Pinrang, masih menghadapi tantangan dalam implementasi di lapangan. Berdasarkan data BKKBN (2025), tercatat 13 anak balita mengalami stunting di Desa Ujung Labuang. Kondisi tersebut mencerminkan masih perlunya upaya berkelanjutan dalam peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat terkait gizi anak. Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan stunting. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi langsung melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif dengan sasaran masyarakat yang memiliki anak balita, terutama yang terindikasi stunting. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta dan pengumpulan umpan balik pasca kegiatan. Hasil evaluasi terhadap 33 peserta sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting, secara umum terdapat peningkatan pengetahuan pada mayoritas peserta. Hasil akumulasi dari empat aspek penilaian menunjukkan bahwa sebanyak 27 peserta (81,8%) mengalami peningkatan pengetahuan, sedangkan 6 peserta (18,2%) memiliki pengetahuan yang relatif tetap. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam bertanya, berdiskusi, serta memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat desa untuk berperan aktif dalam pencegahan stunting secara berkelanjutan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2026-03-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bambulaut/article/view/48077</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35911/bambulaut.v3i1.48077</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat; VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026; 36-40</dc:source>
	<dc:source>3047-4604</dc:source>
	<dc:source>10.35911/bambulaut.v3i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bambulaut/article/view/48077/14219</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat</dc:rights>
</oai_dc:dc>