Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Potensi simpanan karbon pada tiga tipe savana di Nusa Tenggara Timur

Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea · Vol. 4 No. 1 (2015) · pp. 51–62

DOI
10.18330/jwallacea.2015.vol4iss1pp51-62
ISSN
2407-7860, 2302-299X
Published
2015-04-28
Publisher
Foresty Faculty of Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal keberadaan savananya, dimana 22% dari luas daratannya merupakan savana. Ada 8 (delapan) tipe savana yang didasarkan pada spesies pohon dominan pada savana tersebut. Dalam rangka kepentingan inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) untuk menyediakan data faktor emisi/serapan GRK maka dilakukan penghitungan potensi simpanan karbon pada areal savana. Pada tulisan ini disampaikan potensi simpanan karbon pada tiga tipe savana yakni savana huek (Eucalyptus alba), savana lontar (Borassus flabellifer) dan savana gewang (Corypha utan). Pendugaan potensi dilakukan pada 4 (empat) pool karbon yakni atas permukaan tanah, bawah permukaan tanah, nekromas berkayu, nekromas tidak berkayu dan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata potensi simpanan karbon pada savana huek (E. alba) sebesar 537,18 ton/ha, rata-rata potensi simpanan karbon pada savana gewang (C.utan) sebesar 58,21 ton/ha dan rata-rata potensi simpanan karbon pada savana lontar (B. flabellifer) sebesar 52,68 ton/ha.

Keywords

Collaboration network of the authors

4 authors · 4 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
SumardiAffiliation unknown1
MistoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/wallacea/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Potensi simpanan karbon pada tiga tipe savana di Nusa Tenggara Timur</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurniawan, Hery </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yunianti, Dhany</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Simpanan karbon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">savana</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Eucalyptus alba</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Corypha utan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Borassus flabellifer</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal keberadaan savananya, dimana 22% dari luas daratannya merupakan savana. Ada 8 (delapan) tipe savana yang didasarkan pada spesies pohon dominan pada savana tersebut. Dalam rangka kepentingan inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) untuk menyediakan data faktor emisi/serapan GRK maka dilakukan penghitungan potensi simpanan karbon pada areal savana. Pada tulisan ini disampaikan potensi simpanan karbon pada tiga tipe savana yakni savana huek (Eucalyptus alba), savana lontar (Borassus flabellifer) dan savana gewang (Corypha utan). Pendugaan potensi dilakukan pada 4 (empat) pool karbon yakni atas permukaan tanah, bawah permukaan tanah, nekromas berkayu, nekromas tidak berkayu dan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata potensi simpanan karbon pada savana huek (E. alba) sebesar 537,18 ton/ha, rata-rata potensi simpanan karbon pada savana gewang (C.utan) sebesar 58,21 ton/ha dan rata-rata potensi simpanan karbon pada savana lontar (B. flabellifer) sebesar 52,68 ton/ha.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Foresty Faculty of Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2015-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/wallacea/article/view/25917</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.18330/jwallacea.2015.vol4iss1pp51-62 </dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea; Vol. 4 No. 1 (2015); 51-62</dc:source>
	<dc:source>2407-7860</dc:source>
	<dc:source>2302-299X</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/wallacea/article/view/25917/9432</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2015 Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea</dc:rights>
</oai_dc:dc>