Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Parameter genetik pada kombinasi uji provenan dan uji keturunan Araucaria cunninghamii asal Manokwari (Papua) di Bondowoso, Jawa Timur

Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea · Vol. 4 No. 2 (2015) · pp. 129–136

DOI
10.18330/jwallacea.2015.vol4iss2pp129-136
ISSN
2407-7860, 2302-299X
Published
2015-08-31
Publisher
Foresty Faculty of Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Araucaria cunninghamii sebagai bahan baku pulp serat panjang perlu dipertimbangkan di masa mendatang yang saat ini masih diimport dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pulp serat panjang di Indonesia. Sumber benih unggul dari jenis tersebut perlu dipersiapkan sejak dini untuk mengetahui peningkatan genetik yang dihasilkan. Kombinasi uji provenan dan uji keturunan A.cunninghamii di Bondowoso, Jawa Timur adalah salah satu penelitian yang dibangun untuk menghasilkan benih A.cunninghamii yang berkualitas di masa yang akan datang. Plot ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap berblok (RCBD) dengan 28 famili, 4 pohon per plot dan 8 blok dengan jarak tanam 4 x 3 m. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada umur 5 dan 10 tahun rerata tinggi dan diameter pohon berturut-turut sebesar 5,47 m; 8,20 cm dan 16,05 m; 20,59 cm, rerata volume pohon/ha sebesar 8,02 m3/ha dan 74,52 m3/ha; riap volume pohon sebesar 1,60 m3/ha/tahun; 7,45 m3/ha/tahun. Pada umur 5 tahun berbeda nyata terhadap diameter batang, sedangkan pada umur 10 tahun menunjukkan perbedaan yang nyata antar provenan terhadap kedua sifat yang diukur. Pada umur 5 dan 10 tahun nilai heritabilitas famili dan individu tergolong sedang, h2f = 0,4 - 0,5, h2i = 0,2 - 0,3 dan h2f = 0,40 - 0,47, h2i = 0,28 - 0,29 sedangkan heritabilitas di dalam famili (h2wf) sebesar 0,41 - 0,48. Korelasi genetik umur 5 dan 10 tahun cukup tinggi (rg=0,62; 0,82). Taksiran peningkatan genetik untuk tinggi pohon dan diameter batang dari hasil seleksi di dalam famili adalah sebesar 0,10% dan 0,07% pada umur 5 tahun serta 0,53% dan 1,01% pada umur 10 tahun.

Keywords

Collaboration network of the authors

3 authors · 2 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
MashudiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/wallacea/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Parameter genetik pada kombinasi uji provenan dan uji keturunan Araucaria cunninghamii asal Manokwari (Papua) di Bondowoso, Jawa Timur</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Setiadi, Dedi </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Fauzi, M. Anis </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">A.cunninghamii</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">provenan dan uji keturunan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Araucaria cunninghamii sebagai bahan baku pulp serat panjang perlu dipertimbangkan di masa mendatang yang saat ini masih diimport dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pulp serat panjang di Indonesia. Sumber benih unggul dari jenis tersebut perlu dipersiapkan sejak dini untuk mengetahui peningkatan genetik yang dihasilkan. Kombinasi uji provenan dan uji keturunan A.cunninghamii di Bondowoso, Jawa Timur adalah salah satu penelitian yang dibangun untuk menghasilkan benih A.cunninghamii yang berkualitas di masa yang akan datang. Plot ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap berblok (RCBD) dengan 28 famili, 4 pohon per plot dan 8 blok dengan jarak tanam 4 x 3 m. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada umur 5 dan 10 tahun rerata tinggi dan diameter pohon berturut-turut sebesar 5,47 m; 8,20 cm dan 16,05 m; 20,59 cm, rerata volume pohon/ha sebesar 8,02 m3/ha dan 74,52 m3/ha; riap volume pohon sebesar 1,60 m3/ha/tahun; 7,45 m3/ha/tahun. Pada umur 5 tahun berbeda nyata terhadap diameter batang, sedangkan pada umur 10 tahun menunjukkan perbedaan yang nyata antar provenan terhadap kedua sifat yang diukur. Pada umur 5 dan 10 tahun nilai heritabilitas famili dan individu tergolong sedang, h2f = 0,4 - 0,5 , h2i = 0,2 - 0,3 dan h2f = 0,40 - 0,47, h2i = 0,28 - 0,29 sedangkan heritabilitas di dalam famili (h2wf) sebesar 0,41 - 0,48. Korelasi genetik umur 5 dan 10 tahun cukup tinggi (rg=0,62; 0,82). Taksiran peningkatan genetik untuk tinggi pohon dan diameter batang dari hasil seleksi di dalam famili adalah sebesar 0,10% dan 0,07% pada umur 5 tahun serta 0,53% dan 1,01% pada umur 10 tahun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Foresty Faculty of Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2015-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/wallacea/article/view/25988</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.18330/jwallacea.2015.vol4iss2pp129-136</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea; Vol. 4 No. 2 (2015); 129-136</dc:source>
	<dc:source>2407-7860</dc:source>
	<dc:source>2302-299X</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/wallacea/article/view/25988/9455</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2015 Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea</dc:rights>
</oai_dc:dc>