Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Kesesuaian Media Tabur, Sapih dan Naungan pada Semai Lada-Lada (Micromelum minutum Wight & Arn) sebagai Pakan Larva Papilio peranthus untuk Pembinaan Habitat Kupu-Kupu

Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea · Vol. 4 No. 2 (2015) · pp. 179–184

DOI
10.18330/jwallacea.2015.vol4iss2pp179-184
ISSN
2407-7860, 2302-299X
Published
2015-08-31
Publisher
Foresty Faculty of Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Kupu-kupu merupakan fauna khas di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung namun jumlahnya semakin lama semakin menurun. Upaya menjaga keberlangsungan ekosistem hutan terutama spesies kupu-kupu adalah dengan melaksanakan penanaman tumbuhan pakan larva (host plant) kupu-kupu. Salah satunya jenisnya adalah lada-lada (Micromelum minutum). Hal yang terpenting pada penanaman tanaman pakan adalah ketersediaan bibit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui media tabur, sapih dan naungan yang sesuai dengan lada-lada untuk produksi bibit yang optimal. Kegiatan ini dilakukan di persemaian dengan pengamatan pada perlakuan media tabur, media sapih dan naungan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Micromellum minutum dapat berkecambah dengan baik pada media pasir, tanah dan arang sekam padi maupun serbuk gergaji sedangkan media sapih dan naungan terbaik adalah campuran tanah, pupuk kandang dan sekam padi komposisi 1:1:1 dengan intensitas naungan 50%.

Keywords

Collaboration network of the authors

6 authors · 7 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nurhaedah MuinAffiliation unknown1
MinarningsihAffiliation unknown1
C. Andriyani PrasetyawatiAffiliation unknown1
Supriyanto .Affiliation unknown1
Noor Farikhah HanedaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/wallacea/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kesesuaian Media Tabur, Sapih dan Naungan pada Semai Lada-Lada (Micromelum minutum Wight &amp; Arn) sebagai Pakan Larva Papilio peranthus untuk Pembinaan Habitat Kupu-Kupu</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Suryanto, Heri </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Micromellum minutum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pembinaan habitat kupu-kupu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">perbanyakan generatif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kupu-kupu merupakan fauna khas di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung namun jumlahnya semakin lama semakin menurun. Upaya menjaga keberlangsungan ekosistem hutan terutama spesies kupu-kupu adalah dengan melaksanakan penanaman tumbuhan pakan larva (host plant) kupu-kupu. Salah satunya jenisnya adalah lada-lada (Micromelum minutum). Hal yang terpenting pada penanaman tanaman pakan adalah ketersediaan bibit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui media tabur, sapih dan naungan yang sesuai dengan lada-lada untuk produksi bibit yang optimal. Kegiatan ini dilakukan di persemaian dengan pengamatan pada perlakuan media tabur, media sapih dan naungan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Micromellum minutum dapat berkecambah dengan baik pada media pasir, tanah dan arang sekam padi maupun serbuk gergaji sedangkan media sapih dan naungan terbaik adalah campuran tanah, pupuk kandang dan sekam padi komposisi 1:1:1 dengan intensitas naungan 50%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Foresty Faculty of Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2015-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/wallacea/article/view/25994</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.18330/jwallacea.2015.vol4iss2pp179-184</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea; Vol. 4 No. 2 (2015); 179-184</dc:source>
	<dc:source>2407-7860</dc:source>
	<dc:source>2302-299X</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/wallacea/article/view/25994/9461</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2015 Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea</dc:rights>
</oai_dc:dc>