Jurnal
Populasi dan sebaran bekantan (Nasalis larvatus) di Delta Berau
Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea · Vol. 10 No. 1 (2021) · pp. 11–23
- ISSN
- 2407-7860, 2302-299X
- Published
- 2021-03-31
- Publisher
- Foresty Faculty of Hasanuddin University
- Language
- en
Abstract
Bekantan (Nasalis larvatus) adalah satwa primata langka dilindungi yang populasinya terus mengalami penurunan akibat hilang dan rusaknya habitat. Delta Berau adalah salah satu lokasi penyebaran bekantan yang berada di luar kawasan konservasi yang kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi dan sebaran bekantan di Delta Berau dan sekitarnya. Perhitungan populasi dilakukan secara langsung dari sungai (boat survey) pada pagi dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 1.350-1.774 ekor bekantan yang terbagi dalam 115 kelompok satu-jantan, 5 kelompok semua-jantan, 1 soliter, dan 5 kelompok tidak teridentifikasi. Faktor koreksi sebagai pengali populasi tertinggi pada habitat riparian dan mangrove masing-masing sebesar 1,33 dan 1,27. Kepadatan populasi bekantan secara umum adalah 6,56 ekor/km2(kisaran: 0,91-93,33) atau 0,59 kelompok/km2(kisaran: 0,13-9,17). Nisbah kelamin kelompok satu-jantan pada tipe habitat riparian dan habitat mangrove masing-masing sebesar 1:5,6 dan 1:6,1. Sebaran bekantan tertinggi berada di wilayah Kampung Pulau Besing (Pulau Besing, Pulau Bungkung, dan Pulau Sambuayan), yaitu sebanyak 42 kelompok 426 ekor atau sebesar 32% dari total populasi bekantan. Populasi bekantan yang tinggi menunjukkan bahwa Delta Berau adalah habitat penting bagi bekantan di Indonesia. Inisiasi pengelolaan habitat bekantan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) diperlukan, selain perlindungan bekantan secara lokal oleh masyarakat adat setempat sekaligus sebagai upaya melindungi sumber daya perikanan di sekitarnya.
Keywords
Collaboration network of the authors
17 authors · 42 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Aronika Kaban | Affiliation unknown | 2 |
| Mukhlisi | Affiliation unknown | 1 |
| Ardiyanto W Nugroho | Affiliation unknown | 1 |
| Huda Salahudin Darusman | Affiliation unknown | 1 |
| Mariana Ferdinandez | Affiliation unknown | 1 |
| Loes (ML) Schure | Affiliation unknown | 1 |
| Habib Ilham Maulana Al Adhim | Affiliation unknown | 1 |
| Benvika | Affiliation unknown | 1 |
| Femke Den Haas | Affiliation unknown | 1 |
| Rita Bulan | Affiliation unknown | 1 |
| Sambas Basuni | Affiliation unknown | 1 |
| Nyoto Santoso | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.