Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Analisis Sentimen untuk Evaluasi Reputasi Merek Motor XYZ Berkaitan dengan Isu Rangka Motor di Twitter Menggunakan Pendekatan Machine Learning

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 3 (2024) · pp. 647–654

DOI
10.25126/jtiik.938663
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-07-31
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

English

Motor XYZ mengeluarkan inovasi rangka motor yang diperkenalkan pada tahun 2019. Sekitar Agustus 2023, beredar rumor di media sosial yang menyatakan bahwa rangka tersebut mengalami karat, korosi, dan retak, menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang tentunya hal ini berpotensi merugikan reputasi merek XYZ. Sasaran utama dari studi ini adalah mengevaluasi pandangan masyarakat di platform Twitter pada Motor XYZ, khususnya pada perbincangan seputar isu rangka motor. Data yang digunakan merupakan data yang diambil teknik crawling dengan periode tweets dari Agustus hingga November 2023. Penelitian ini akan memanfaatkan analisis sentimen menggunakan word cloud, analisis tren dan distribusi, dan pembandingan lima algoritma machine learning, yakni Naïve Bayes, Decision Tree, Support Vector Machine, Logistic Regression, dan Random Forest. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi algoritma dengan performa terbaik untuk mengategorikan tweets dan memberikan rekomendasi kepada Motor XYZ terkait reputasi merek dalam hubungannya dengan isu rangka motor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model klasifikasi sentimen dengan kinerja terbaik setelah hyperparameter tuning adalah Random Forest, dengan F1 score sebesar 0,765. Selain itu, rekomendasi yang dapat diberikan adalah meningkatkan kesadaran tentang pemeriksaan rangka gratis karena telah terbukti berdampak positif pada sentimen masyarakat di Twitter. Perlu ditekankan bahwa dalam penelitian ini tidak ada pertimbangan terhadap proses deployment model machine learning dan pembuatan dashboard. Selain itu, penelitian ini tidak menangani analisis reputasi atau sentimen merek di platform media sosial lain seperti TikTok atau Instagram. Abstract Motor XYZ introduced an innovative motorcycle frame in 2019. In August 2023, rumors began circulating on social media that these frames were experiencing rust, corrosion, and cracks. This caused public concern and potentially harmed the XYZ brand's reputation. This study aims to evaluate public opinion on Twitter regarding the motorcycle frame issue. Data was collected using crawling techniques from tweets posted between August and November 2023. We used sentiment analysis with word clouds, trend and distribution analysis, and compared five machine learning algorithms: Naïve Bayes, Decision Tree, Support Vector Machine, Logistic Regression, and Random Forest. The goal was to identify the best algorithm for categorizing tweets and provide recommendations to Motor XYZ about their brand reputation concerning the frame issue. Results showed that the Random Forest model, after hyperparameter tuning, had the best performance with an F1 score of 0.765. This study recommend increasing awareness about free frame inspections, as this positively impacted public sentiment on Twitter. Note that this study does not include the deployment process of the machine learning model or dashboard creation, nor does it address brand reputation or sentiment analysis on other social media platforms such as TikTok or Instagram.

Bahasa Indonesia

Motor XYZ mengeluarkan inovasi rangka motor yang diperkenalkan pada tahun 2019. Sekitar Agustus 2023, beredar rumor di media sosial yang menyatakan bahwa rangka tersebut mengalami karat, korosi, dan retak, menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang tentunya hal ini berpotensi merugikan reputasi merek XYZ. Sasaran utama dari studi ini adalah mengevaluasi pandangan masyarakat di platform Twitter pada Motor XYZ, khususnya pada perbincangan seputar isu rangka motor. Data yang digunakan merupakan data yang diambil teknik crawling dengan periode tweets dari Agustus hingga November 2023. Penelitian ini akan memanfaatkan analisis sentimen menggunakan word cloud, analisis tren dan distribusi, dan pembandingan lima algoritma machine learning, yakni Naïve Bayes, Decision Tree, Support Vector Machine, Logistic Regression, dan Random Forest. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi algoritma dengan performa terbaik untuk mengategorikan tweets dan memberikan rekomendasi kepada Motor XYZ terkait reputasi merek dalam hubungannya dengan isu rangka motor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model klasifikasi sentimen dengan kinerja terbaik setelah hyperparameter tuning adalah Random Forest, dengan F1 score sebesar 0,765. Selain itu, rekomendasi yang dapat diberikan adalah meningkatkan kesadaran tentang pemeriksaan rangka gratis karena telah terbukti berdampak positif pada sentimen masyarakat di Twitter. Perlu ditekankan bahwa dalam penelitian ini tidak ada pertimbangan terhadap proses deployment model machine learning dan pembuatan dashboard. Selain itu, penelitian ini tidak menangani analisis reputasi atau sentimen merek di platform media sosial lain seperti TikTok atau Instagram. Abstract Motor XYZ introduced an innovative motorcycle frame in 2019. In August 2023, rumors began circulating on social media that these frames were experiencing rust, corrosion, and cracks. This caused public concern and potentially harmed the XYZ brand's reputation. This study aims to evaluate public opinion on Twitter regarding the motorcycle frame issue. Data was collected using crawling techniques from tweets posted between August and November 2023. We used sentiment analysis with word clouds, trend and distribution analysis, and compared five machine learning algorithms: Naïve Bayes, Decision Tree, Support Vector Machine, Logistic Regression, and Random Forest. The goal was to identify the best algorithm for categorizing tweets and provide recommendations to Motor XYZ about their brand reputation concerning the frame issue. Results showed that the Random Forest model, after hyperparameter tuning, had the best performance with an F1 score of 0.765. This study recommend increasing awareness about free frame inspections, as this positively impacted public sentiment on Twitter. Note that this study does not include the deployment process of the machine learning model or dashboard creation, nor does it address brand reputation or sentiment analysis on other social media platforms such as TikTok or Instagram.

Keywords

Collaboration network of the authors

14 authors · 36 co-authorship links · 10 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Indonesia
  • Institut Pariwisata Trisakti
  • Badan Pusat Statistik
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Puja Putri AbdullahUniversity of Indonesia2
Rina RahmawatiUniversity of Indonesia2
Assaf AriefUniversity of Indonesia2
Prasetyo AdiUniversity of Indonesia2
Yeni ApriyanaAffiliation unknown2
Raden TrimanadiAffiliation unknown2
Rini MuliahatiAffiliation unknown1
Herlambang PermadiBadan Pusat Statistik1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Sentimen untuk Evaluasi Reputasi Merek Motor XYZ Berkaitan dengan Isu Rangka Motor di Twitter Menggunakan Pendekatan Machine Learning</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Analisis Sentimen untuk Evaluasi Reputasi Merek Motor XYZ Berkaitan dengan Isu Rangka Motor di Twitter Menggunakan Pendekatan Machine Learning</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ferdian Maulana Akbar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Robby Hermansyah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sofian Lusa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Dana Indra Sensuse</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nadya Safitri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Damayanti Elisabeth</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">analisis sentimen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">rangka motor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">reputasi merek</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">machine learning</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Motor XYZ mengeluarkan inovasi rangka motor yang diperkenalkan pada tahun 2019. Sekitar Agustus 2023, beredar rumor di media sosial yang menyatakan bahwa rangka tersebut mengalami karat, korosi, dan retak, menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang tentunya hal ini berpotensi merugikan reputasi merek XYZ. Sasaran utama dari studi ini adalah mengevaluasi pandangan masyarakat di platform Twitter pada Motor XYZ, khususnya pada perbincangan seputar isu rangka motor. Data yang digunakan merupakan data yang diambil teknik crawling dengan periode tweets dari Agustus hingga November 2023. Penelitian ini akan memanfaatkan analisis sentimen menggunakan word cloud, analisis tren dan distribusi, dan pembandingan lima algoritma machine learning, yakni Naïve Bayes, Decision Tree, Support Vector Machine, Logistic Regression, dan Random Forest. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi algoritma dengan performa terbaik untuk mengategorikan tweets dan memberikan rekomendasi kepada Motor XYZ terkait reputasi merek dalam hubungannya dengan isu rangka motor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model klasifikasi sentimen dengan kinerja terbaik setelah hyperparameter tuning adalah Random Forest, dengan F1 score sebesar 0,765. Selain itu, rekomendasi yang dapat diberikan adalah meningkatkan kesadaran tentang pemeriksaan rangka gratis karena telah terbukti berdampak positif pada sentimen masyarakat di Twitter. Perlu ditekankan bahwa dalam penelitian ini tidak ada pertimbangan terhadap proses deployment model machine learning dan pembuatan dashboard. Selain itu, penelitian ini tidak menangani analisis reputasi atau sentimen merek di platform media sosial lain seperti TikTok atau Instagram.
 
Abstract 
Motor XYZ introduced an innovative motorcycle frame in 2019. In August 2023, rumors began circulating on social media that these frames were experiencing rust, corrosion, and cracks. This caused public concern and potentially harmed the XYZ brand's reputation. This study aims to evaluate public opinion on Twitter regarding the motorcycle frame issue. Data was collected using crawling techniques from tweets posted between August and November 2023. We used sentiment analysis with word clouds, trend and distribution analysis, and compared five machine learning algorithms: Naïve Bayes, Decision Tree, Support Vector Machine, Logistic Regression, and Random Forest. The goal was to identify the best algorithm for categorizing tweets and provide recommendations to Motor XYZ about their brand reputation concerning the frame issue. Results showed that the Random Forest model, after hyperparameter tuning, had the best performance with an F1 score of 0.765. This study recommend increasing awareness about free frame inspections, as this positively impacted public sentiment on Twitter. Note that this study does not include the deployment process of the machine learning model or dashboard creation, nor does it address brand reputation or sentiment analysis on other social media platforms such as TikTok or Instagram.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Motor XYZ mengeluarkan inovasi rangka motor yang diperkenalkan pada tahun 2019. Sekitar Agustus 2023, beredar rumor di media sosial yang menyatakan bahwa rangka tersebut mengalami karat, korosi, dan retak, menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang tentunya hal ini berpotensi merugikan reputasi merek XYZ. Sasaran utama dari studi ini adalah mengevaluasi pandangan masyarakat di platform Twitter pada Motor XYZ, khususnya pada perbincangan seputar isu rangka motor. Data yang digunakan merupakan data yang diambil teknik crawling dengan periode tweets dari Agustus hingga November 2023. Penelitian ini akan memanfaatkan analisis sentimen menggunakan word cloud, analisis tren dan distribusi, dan pembandingan lima algoritma machine learning, yakni Naïve Bayes, Decision Tree, Support Vector Machine, Logistic Regression, dan Random Forest. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi algoritma dengan performa terbaik untuk mengategorikan tweets dan memberikan rekomendasi kepada Motor XYZ terkait reputasi merek dalam hubungannya dengan isu rangka motor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model klasifikasi sentimen dengan kinerja terbaik setelah hyperparameter tuning adalah Random Forest, dengan F1 score sebesar 0,765. Selain itu, rekomendasi yang dapat diberikan adalah meningkatkan kesadaran tentang pemeriksaan rangka gratis karena telah terbukti berdampak positif pada sentimen masyarakat di Twitter. Perlu ditekankan bahwa dalam penelitian ini tidak ada pertimbangan terhadap proses deployment model machine learning dan pembuatan dashboard. Selain itu, penelitian ini tidak menangani analisis reputasi atau sentimen merek di platform media sosial lain seperti TikTok atau Instagram.
 
Abstract 
Motor XYZ introduced an innovative motorcycle frame in 2019. In August 2023, rumors began circulating on social media that these frames were experiencing rust, corrosion, and cracks. This caused public concern and potentially harmed the XYZ brand's reputation. This study aims to evaluate public opinion on Twitter regarding the motorcycle frame issue. Data was collected using crawling techniques from tweets posted between August and November 2023. We used sentiment analysis with word clouds, trend and distribution analysis, and compared five machine learning algorithms: Naïve Bayes, Decision Tree, Support Vector Machine, Logistic Regression, and Random Forest. The goal was to identify the best algorithm for categorizing tweets and provide recommendations to Motor XYZ about their brand reputation concerning the frame issue. Results showed that the Random Forest model, after hyperparameter tuning, had the best performance with an F1 score of 0.765. This study recommend increasing awareness about free frame inspections, as this positively impacted public sentiment on Twitter. Note that this study does not include the deployment process of the machine learning model or dashboard creation, nor does it address brand reputation or sentiment analysis on other social media platforms such as TikTok or Instagram.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8663</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.938663</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 3: Juni 2024; 647-654</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 3: Juni 2024; 647-654</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.113</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8663/1323</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>