Jurnal
RELEVANSI YURIDIS MANTAN NARAPIDANA DALAM KONTESTASI POLITIK: TELAAH KRITIS HAM DALAM PERSPEKTIF CONSTITUTIONAL GOVERNMENT AND DEMOCRACY: THE JURIDICAL RELEVANCE OF FORMER PRISONERS IN POLITICAL CONTESTATIONS: A CRITICAL STUDY OF HUMAN RIGHTS FROM A CONSTITUTIONAL GOVERNMENT AND DEMOCRACY PERSPECTIVE
Jurnal Nomokrasi · Vol. 2 No. mokrasi (2024) · hlm. 85–99
- Terbit
- 2024-10-31
- Penerbit
- Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
- Bahasa
- id
Abstrak
Inggris
The problem of former prisoners in the political context in Indonesia is becoming an increasingly urgent issue to be discussed. Social stigma and legal regulations that limit their political rights often create injustice and discrimination, thus hurting their rights as citizens. The purpose of writing this article is to examine the juridical relevance of a former prisoner in a political contestation from a different perspective constitutional government and democracy based on human rights. The method used is normative juridical. This article is important because it examines human rights issues from a new perspective. The research results show that public law in Indonesia currently does not deny access to former prisoners from political contestation. To be able to review the implementation of the fulfillment of the right to nominate in general elections and enforce sanctions for violations, justification is needed from the courts and related legislation that regulates human rights freedoms.
Bahasa Indonesia
Permasalahan mengenai mantan narapidana dalam konteks politik di Indonesia menjadi isu yang semakin mendesak untuk dibahas. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak mantan kandidat yang berupaya berpartisipasi dalam politik. Namun stigma sosial dan peraturan hukum yang membatasi hak politik mereka sering kali menciptakan ketidakadilan dan diskriminasi. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengkaji relevansi yuridis seorang mantan narapidana dalam sebuah kontestasi politik dengan suduk pandang constitutional government dan demokrasi dengan berlandaskan HAM. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif. Artikel ini menjadi penting karena membawa sudut pandang baru. Hasil penelitian menunjukan hukum publik yang berlaku di Indonesia saat ini tidak menutup akses mantan narapidana berkontestasi politik dan yang berhak membatasi atau mencabut hak politik seseorang adalah kewenangan dari pengadilan. Untuk dapat meninjau penerapan pemenuhan hak untuk mencalonkan diri dalam pemilihan umum dan penegakan sanksi atas pelanggaran, diperlukan justifikasi dari pengadilan dan perundang-undangan terkait yang mengatur mengenai kebebasan HAM.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
30 penulis · 95 tautan kepenulisan bersama
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Universitas Mega Buana Palopo
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Ridwan Arifin | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Muhammad Iqbal Baiquni | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Abdul Kareem Zuhud | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Baidhowi Baidhowi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Zainurohmah Zainurohmah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Rizqiya Lailatul Izza | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Indriana Firdaus | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Rodiyah Rodiyah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Waspiah Waspiah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nadiyah Meyliana Putri | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Umi Afiatun | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Setyaning Wida | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Uche Nnawulezi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Bayangsari Wedhatami | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Riska Alkadri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Bintang Rafli Ananta | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dewi Puspa Sari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Wahyu Nandang Herawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Abdul Malik Hasyim El Rahman | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Abdul Malik Hasyim El Rahman | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Iqbali Baiquni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Christina Noelia Umbría | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Izan Mateo Cassandro | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sulaiman Nurhadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Abdul Malik | Universitas Mega Buana Palopo | 1 |
| Errix Dwi Saputra | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Khanifa Kinanthi Aulina | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.