Jurnal
Simulasi Pencahayaan Buatan pada Ruang Akomodasi Kapal TB Hasnur 21 Menggunakan Pendekatan Zonal Cavity Method (ZCM)
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman · Vol. 4 No. 1 (2025) · pp. 23–29
- ISSN
- 2962-3359
- Published
- 2025-06-25
- Publisher
- Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin
- Language
- en
Abstract
Setiap ruang di kapal harus dilengkapi dengan sistem dan instalasi penerangan yang memadai sesuai dengan regulasi dan standar pencahayaan yang berlaku. International Organization for Standardization (ISO) memberikan pedoman mengenai kriteria pencahayaan pada ruang kru maupun penumpang di kapal. Pedoman tersebut bertujuan untuk memastikan kenyamanan, mendukung aktivitas operasional, serta meningkatkan keselamatan di atas kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan pencahayaan optimal pada setiap ruang di kapal TB Hasnur 21 sesuai dengan standar pencahayaan yang telah ditetapkan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Zonal Cavity Method (ZCM), yaitu metode perhitungan pencahayaan yang mempertimbangkan distribusi cahaya berdasarkan elemen ruangan seperti langit-langit, dinding, dan lantai. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak DIALux evo sebagai pendekatan analisis pencahayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lampu LED mampu menghasilkan sistem pencahayaan yang lebih efisien, aman, dan sesuai dengan kebutuhan operasional kapal. Penghematan daya yang diperoleh pada ruang Chief Engineer, Chief 1, Master, Crew 3 Person, Deck Store, dan Galley Store sebesar 18 watt, pada ruang Galley sebesar 9 watt, pada ruang Toilet, Bathroom, dan Laundry sebesar 3 watt, serta pada area Mess and Gangway sebesar 72 watt. Hasil simulasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pencahayaan setelah pergantian lampu. Pada ruang Chief Engineer, tingkat pencahayaan meningkat dari 89,4 lux menjadi 190 lux, sedangkan pada ruang Chief meningkat dari 111 lux menjadi 267 lux. Pada ruang Master, tingkat pencahayaan meningkat dari 91,14 lux menjadi 211 lux. Ruang Crew 4 Person (1) mengalami peningkatan dari 71,16 lux menjadi 161 lux, sedangkan pada ruang Crew 4 Person (2) meningkat dari 72 lux menjadi 163 lux. Ruang Deck Store mengalami peningkatan paling signifikan, yaitu dari 370 lux menjadi 771 lux, diikuti oleh Galley Store dari 327 lux menjadi 674 lux. Pada ruang Galley, tingkat pencahayaan meningkat dari 262 lux menjadi 335 lux. Sementara itu, pada ruang Toilet pencahayaan meningkat dari 494 lux menjadi 566 lux, pada Bathroom dari 491 lux menjadi 567 lux, dan pada ruang Laundry dari 293 lux menjadi 339 lux. Adapun pada area Mess and Gangway, tingkat pencahayaan meningkat dari 132 lux menjadi 285 lux. Untuk menjamin keamanan instalasi, lampu yang digunakan pada ruang indoor memiliki tingkat proteksi minimal IP22, sedangkan lampu yang diterapkan pada penelitian ini menggunakan spesifikasi IP42, IP44, dan IP65. Berdasarkan hasil simulasi, tingkat pencahayaan yang diperoleh telah memenuhi standar minimum ISO (International Organization for Standardization).
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 166 co-authorship links · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- University of Brawijaya
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Syerly Klara | Affiliation unknown | 13 |
| Muhammad Iqbal Nikmatullah | Affiliation unknown | 8 |
| M. Rusydi Alwi | Affiliation unknown | 6 |
| Faisal Mahmuddin | Affiliation unknown | 5 |
| Rahimuddin | Affiliation unknown | 5 |
| Andi Haris Muhammad | Affiliation unknown | 5 |
| Baharuddin Baharuddin | Affiliation unknown | 4 |
| Baharuddin | Affiliation unknown | 4 |
| Zulkifli | Affiliation unknown | 3 |
| Balqis Shintarahayu | Affiliation unknown | 3 |
| Fadel Rezky Ramadhan | Affiliation unknown | 3 |
| Tomy Benolexmana Purba | Affiliation unknown | 2 |
| Rachmat Zakaria Ilyas | Affiliation unknown | 2 |
| Muhammad Ilham Nur | Affiliation unknown | 2 |
| Azwar Saleh | Affiliation unknown | 1 |
| Afdhalash Ramadhan M. Ranahedy | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Ardi Isragusra | Affiliation unknown | 1 |
| Apriansyah Apriansyah | Affiliation unknown | 1 |
| Zulkifli Umar | Affiliation unknown | 1 |
| H Rivai | Affiliation unknown | 1 |
| Ikbal | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Rusydi Alwi | Affiliation unknown | 1 |
| Ainur Rofiq | University of Brawijaya | 1 |
| Muhammad Fayyadh Arkaan Yunus | Affiliation unknown | 1 |
| Eunike Barangan | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Bukti Djufrie | Affiliation unknown | 1 |
| Haidil Adha | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Amri | Affiliation unknown | 1 |
| Rachmatan | Affiliation unknown | 1 |
| Juarni | Affiliation unknown | 1 |
| Az Zahrawaani | Affiliation unknown | 1 |
| Haerul Muhammad Haerullah | Affiliation unknown | 1 |
| Fauzan Arsandi | Affiliation unknown | 1 |
| Yospin Kala' Kawandoda | Affiliation unknown | 1 |
| Muh. Fadil Soedarto | Affiliation unknown | 1 |
| Sakka Evander | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.