Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Analisis Performa Mesin Diesel dengan Variasi Bahan Bakar

Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman · Vol. 4 No. 2 (2025) · pp. 54–59

DOI
10.25042/jrt2k.122025.03
ISSN
2962-3359
Published
2025-12-30
Publisher
Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Mesin diesel masih banyak digunakan pada sektor transportasi dan industri, sehingga diperlukan kajian mengenai penggunaan bahan bakar alternatif yang tetap mampu memberikan performa dan efisiensi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa mesin diesel satu silinder menggunakan tiga jenis bahan bakar, yaitu Biosolar B40, Dexlite, dan Pertamina Dex. Pengujian dilakukan secara eksperimental pada mesin diesel tipe TV-1 dengan variasi beban 3 kg, 6 kg, 9 kg, dan 12 kg. Parameter yang dianalisis meliputi daya, torsi, konsumsi bahan bakar spesifik (Specific Fuel Consumption/SFC), efisiensi termal, dan efisiensi volumetrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan beban menyebabkan kenaikan daya dan torsi serta penurunan nilai SFC pada seluruh bahan bakar. Pada beban maksimum 12 kg, daya aktual yang dihasilkan ketiga bahan bakar relatif setara, yaitu sekitar 3,40–3,42 kW, dengan torsi aktual mencapai 21,66–21,80 Nm. Nilai SFC terendah diperoleh pada beban 12 kg, yaitu sekitar 0,19–0,20 kg/kWh, yang menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan bahan bakar. Efisiensi termal tertinggi secara teoritis dicapai oleh B40 sebesar 42,76%, diikuti oleh Pertamina Dex sebesar 41,61% dan Dexlite sebesar 38,32%, sedangkan efisiensi volumetrik pada seluruh bahan bakar relatif stabil pada kisaran 66,8–67,7%. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Biosolar B40 memiliki performa dan efisiensi yang kompetitif dibandingkan bahan bakar diesel lainnya, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan bakar alternatif pada mesin diesel.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 145 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Brawijaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Surya HariyantoAffiliation unknown13
Faisal MahmuddinAffiliation unknown9
M. Rusydi AlwiAffiliation unknown7
Muhammad Iqbal NikmatullahAffiliation unknown6
Baharuddin BaharuddinAffiliation unknown5
Haryanti RivaiAffiliation unknown5
RahimuddinAffiliation unknown4
Balqis ShintarahayuAffiliation unknown4
Andi Haris MuhammadAffiliation unknown4
Fadel Rezky RamadhanAffiliation unknown3
BaharuddinAffiliation unknown3
H RivaiAffiliation unknown2
IkbalAffiliation unknown2
Muhammad Rusydi AlwiAffiliation unknown2
Muhammad Aditya Dwi SyandhyAffiliation unknown1
Azwar SalehAffiliation unknown1
Afdhalash Ramadhan M. RanahedyAffiliation unknown1
Muhammad Ardi IsragusraAffiliation unknown1
Apriansyah ApriansyahAffiliation unknown1
Zulkifli UmarAffiliation unknown1
Ainur RofiqUniversity of Brawijaya1
Muhammad Banda SelamatAffiliation unknown1
RahmatullahAffiliation unknown1
Muhammad Alim Khairi KhalqihAffiliation unknown1
Tomy Benolexmana PurbaAffiliation unknown1
Petra YericsenAffiliation unknown1
Rachmat Zakaria IlyasAffiliation unknown1
Muhammad Ilham NurAffiliation unknown1
Eunike BaranganAffiliation unknown1
Andi Bukti DjufrieAffiliation unknown1
Haidil AdhaAffiliation unknown1
Muhammad FaizalAffiliation unknown1
Fuad Mahfud AssidiqAffiliation unknown1
Muhammad Uswah PawaraAffiliation unknown1
Anshar Yaumil AkhirAffiliation unknown1
Sakka EvanderAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jrt2k/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Performa Mesin Diesel dengan Variasi Bahan Bakar</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kartini, Zakiah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sitepu, Andi Husni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zulkifli</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Klara, Syerly</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">B40</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">dexlite</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">efisiensi bahan bakar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">mesin diesel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">performa mesin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pertamina dex</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Mesin diesel masih banyak digunakan pada sektor transportasi dan industri, sehingga diperlukan kajian mengenai penggunaan bahan bakar alternatif yang tetap mampu memberikan performa dan efisiensi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa mesin diesel satu silinder menggunakan tiga jenis bahan bakar, yaitu Biosolar B40, Dexlite, dan Pertamina Dex. Pengujian dilakukan secara eksperimental pada mesin diesel tipe TV-1 dengan variasi beban 3 kg, 6 kg, 9 kg, dan 12 kg. Parameter yang dianalisis meliputi daya, torsi, konsumsi bahan bakar spesifik (Specific Fuel Consumption/SFC), efisiensi termal, dan efisiensi volumetrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan beban menyebabkan kenaikan daya dan torsi serta penurunan nilai SFC pada seluruh bahan bakar. Pada beban maksimum 12 kg, daya aktual yang dihasilkan ketiga bahan bakar relatif setara, yaitu sekitar 3,40–3,42 kW, dengan torsi aktual mencapai 21,66–21,80 Nm. Nilai SFC terendah diperoleh pada beban 12 kg, yaitu sekitar 0,19–0,20 kg/kWh, yang menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan bahan bakar. Efisiensi termal tertinggi secara teoritis dicapai oleh B40 sebesar 42,76%, diikuti oleh Pertamina Dex sebesar 41,61% dan Dexlite sebesar 38,32%, sedangkan efisiensi volumetrik pada seluruh bahan bakar relatif stabil pada kisaran 66,8–67,7%. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Biosolar B40 memiliki performa dan efisiensi yang kompetitif dibandingkan bahan bakar diesel lainnya, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan bakar alternatif pada mesin diesel.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jrt2k/article/view/52371</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25042/jrt2k.122025.03</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Riset &amp; Teknologi Terapan Kemaritiman; Vol. 4 No. 2 (2025); 54-59</dc:source>
	<dc:source>2962-3359</dc:source>
	<dc:source>10.25042/jrt2k.122025</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jrt2k/article/view/52371/14684</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Jurnal Riset &amp; Teknologi Terapan Kemaritiman</dc:rights>
</oai_dc:dc>