Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Analisis Perbandingan Kinerja Baterai Lithium dan Lead Acid pada Kapal Ikan berbasis Tenaga Surya

Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman · Vol. 5 No. 1 (2026) · pp. 12–15

DOI
10.25042/jrt2k.062026.03
ISSN
2962-3359
Published
2026-06-28
Publisher
Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada kapal ikan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Namun, sifat energi surya yang intermiten menyebabkan sistem PLTS memerlukan media penyimpanan energi yang memiliki kinerja dan keandalan tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja baterai lithium-ion dan lead-acid sebagai sistem penyimpanan energi pada kapal ikan berbasis tenaga surya berdasarkan aspek teknis dan ekonomis. Penelitian dilakukan melalui simulasi menggunakan perangkat lunak System Advisor Model (SAM) dengan memanfaatkan data radiasi matahari dari Stasiun Meteorologi Maritim Paotere, Makassar. Parameter yang dianalisis meliputi efisiensi baterai, kapasitas energi, umur pakai, serta biaya siklus hidup selama periode operasi 25 tahun. Hasil simulasi menunjukkan bahwa baterai lithium-ion memiliki efisiensi sebesar 92,11%, sedikit lebih tinggi dibandingkan baterai lead-acid sebesar 92,02%. Selain itu, baterai lithium-ion hanya memerlukan satu kali penggantian dengan total biaya USD 448 selama 25 tahun, sedangkan baterai lead-acid memerlukan tiga kali penggantian dengan total biaya USD 980. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baterai lithium-ion memberikan kinerja teknis yang lebih baik serta lebih ekonomis dalam jangka panjang, sehingga lebih layak diterapkan sebagai sistem penyimpanan energi pada kapal ikan berbasis tenaga surya.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 163 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Brawijaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Syerly KlaraAffiliation unknown13
Muhammad Iqbal NikmatullahAffiliation unknown8
M. Rusydi AlwiAffiliation unknown6
Faisal MahmuddinAffiliation unknown5
Andi Haris MuhammadAffiliation unknown5
Baharuddin BaharuddinAffiliation unknown4
RahimuddinAffiliation unknown4
BaharuddinAffiliation unknown4
ZulkifliAffiliation unknown3
Balqis ShintarahayuAffiliation unknown3
Fadel Rezky RamadhanAffiliation unknown3
Tomy Benolexmana PurbaAffiliation unknown2
Rachmat Zakaria IlyasAffiliation unknown2
Muhammad Ilham NurAffiliation unknown2
Nasruddin AzizAffiliation unknown1
Azwar SalehAffiliation unknown1
Afdhalash Ramadhan M. RanahedyAffiliation unknown1
Muhammad Ardi IsragusraAffiliation unknown1
Apriansyah ApriansyahAffiliation unknown1
Zulkifli UmarAffiliation unknown1
H RivaiAffiliation unknown1
IkbalAffiliation unknown1
Muhammad Rusydi AlwiAffiliation unknown1
Ainur RofiqUniversity of Brawijaya1
Muhammad Fayyadh Arkaan YunusAffiliation unknown1
Eunike BaranganAffiliation unknown1
Andi Bukti DjufrieAffiliation unknown1
Haidil AdhaAffiliation unknown1
Muhammad AmriAffiliation unknown1
RachmatanAffiliation unknown1
JuarniAffiliation unknown1
Az ZahrawaaniAffiliation unknown1
Haerul Muhammad HaerullahAffiliation unknown1
Sakka EvanderAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jrt2k/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Perbandingan Kinerja Baterai Lithium dan Lead Acid pada Kapal Ikan berbasis Tenaga Surya</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Reskyana, Amalia Ananda</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hariyanto, Surya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Putra, Andi Erwin Eka</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rivai, Haryanti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ashury</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sitepu, Andi Husni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Baterai lead-acid  </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">baterai lithium-ion</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kapal ikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kinerja baterai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada kapal ikan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Namun, sifat energi surya yang intermiten menyebabkan sistem PLTS memerlukan media penyimpanan energi yang memiliki kinerja dan keandalan tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja baterai lithium-ion dan lead-acid sebagai sistem penyimpanan energi pada kapal ikan berbasis tenaga surya berdasarkan aspek teknis dan ekonomis. Penelitian dilakukan melalui simulasi menggunakan perangkat lunak System Advisor Model (SAM) dengan memanfaatkan data radiasi matahari dari Stasiun Meteorologi Maritim Paotere, Makassar. Parameter yang dianalisis meliputi efisiensi baterai, kapasitas energi, umur pakai, serta biaya siklus hidup selama periode operasi 25 tahun. Hasil simulasi menunjukkan bahwa baterai lithium-ion memiliki efisiensi sebesar 92,11%, sedikit lebih tinggi dibandingkan baterai lead-acid sebesar 92,02%. Selain itu, baterai lithium-ion hanya memerlukan satu kali penggantian dengan total biaya USD 448 selama 25 tahun, sedangkan baterai lead-acid memerlukan tiga kali penggantian dengan total biaya USD 980. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baterai lithium-ion memberikan kinerja teknis yang lebih baik serta lebih ekonomis dalam jangka panjang, sehingga lebih layak diterapkan sebagai sistem penyimpanan energi pada kapal ikan berbasis tenaga surya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2026-06-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jrt2k/article/view/52440</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25042/jrt2k.062026.03</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Riset &amp; Teknologi Terapan Kemaritiman; Vol. 5 No. 1 (2026); 12-15</dc:source>
	<dc:source>2962-3359</dc:source>
	<dc:source>10.25042/jrt2k.062026</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jrt2k/article/view/52440/14747</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Jurnal Riset &amp; Teknologi Terapan Kemaritiman</dc:rights>
</oai_dc:dc>