Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Analisis Ketimpangan Pendapatan Kabupaten/Kota di Jawa Barat 2017-2021

Jurnal Ekonomika dan Dinamika Sosial · Vol. 2 No. 2 (2023) · pp. 81–98

ISSN
2829-2324
Published
2023-10-28
Publisher
Departemen Ilmu Ekonomi, UNHAS
Language
en

Abstract

Ketimpangan pendapatan adalah selisih pendapatan antara penduduk kabupaten/kota dalam provinsi yang sama dan dapat dipengaruhi oleh faktor ekonomi yang diukur dengan indeks gini (indeks). Ketimpangan pendapatan merupakan masalah yang ada di setiap negara dan merupakan masalah yang berkelanjutan sehingga menjadi masalah yang harus segera diatasi. Kesenjangan pendapatan antarpenduduk suatu wilayah dapat dilihat dari indeks gini yang tidak merata di Provinsi Jawa Barat yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab ketimpangan pendapatan pada kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat periode 2017-2021. Penelitian ini menggunakan data panel dengan jumlah sampel sebanyak 27 kabupaten/kota dengan jangka waktu 5 tahun. Model analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan dan upah minimum regional berpengaruh positif secara simultan tetapi tidak signifikan secara parsial. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi literatur untuk penelitian selanjutnya tentang ketimpangan pendapatan serta masukan bagi pemerintah daerah dalam mengatasi ketimpangan pendapatan.

Keywords

Collaboration network of the authors

11 authors · 15 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nurul HikmahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Ayu LestariAffiliation unknown1
Amanus Khalifah Fil’ardy YunusAffiliation unknown1
Nur AinunAffiliation unknown1
Munawwarah S MubarakAffiliation unknown1
Retno FitriantiAffiliation unknown1
irvan wijayaAffiliation unknown1
Sri Undai NurbayaniAffiliation unknown1
Muhammad Mario ArandiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jeds/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Ketimpangan Pendapatan Kabupaten/Kota di Jawa Barat 2017-2021</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Evanty Caesarisma</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hamrullah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Ketimpangan Pendapatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pertumbuhan Ekonomi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Investasi PMTB</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Upah Minimum</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Ketimpangan pendapatan adalah selisih pendapatan antara penduduk kabupaten/kota dalam provinsi yang sama dan dapat dipengaruhi oleh faktor ekonomi yang diukur dengan indeks gini (indeks). Ketimpangan pendapatan merupakan masalah yang ada di setiap negara dan merupakan masalah yang berkelanjutan sehingga menjadi masalah yang harus segera diatasi. Kesenjangan pendapatan antarpenduduk suatu wilayah dapat dilihat dari indeks gini yang tidak merata di Provinsi Jawa Barat yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab ketimpangan pendapatan pada kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat periode 2017-2021. Penelitian ini menggunakan data panel dengan jumlah sampel sebanyak 27 kabupaten/kota dengan jangka waktu 5 tahun. Model analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan dan upah minimum regional berpengaruh positif secara simultan tetapi tidak signifikan secara parsial. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi literatur untuk penelitian selanjutnya tentang ketimpangan pendapatan serta masukan bagi pemerintah daerah dalam mengatasi ketimpangan pendapatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen  Ilmu Ekonomi, UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2023-10-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jeds/article/view/26387</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Ekonomika dan Dinamika Sosial; Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ekonomika dan Dinamika Sosial; 81 - 98</dc:source>
	<dc:source>2829-2324</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jeds/article/view/26387/10450</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Jurnal Ekonomika dan Dinamika Sosial</dc:rights>
</oai_dc:dc>