Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 13 No. 2 (2026) · pp. 359–370

DOI
10.25126/jtiik.132
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2026-04-30
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Hidroponik adalah metode pertanian modern yang efisien dalam penggunaan sumber daya dan lingkungan, namun memerlukan pemantauan dan pengaturan nutrisi yang tepat agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Penelitian ini mengenalkan sistem pemantauan dan pengaturan nutrisi berbasis Internet of Things (IoT) pada sistem hidroponik, dengan fokus pengujian pada tanaman selada. Sensor Total Dissolved Solids (TDS) dan sensor pH terhubung secara nirkabel untuk mengumpulkan data secara otomatis, sementara kamera ESP32-Cam merekam visual pertumbuhan tanaman. Data yang diperoleh dari sensor-sensor dikirim ke basis data Firebase lalu dilanjutkan ke aplikasi. Sistem ini dilengkapi dengan mekanisme otomatisasi untuk mengatur nutrisi berdasarkan parameter yang telah ditentukan. Pengujian dan evaluasi dilakukan pada sistem yang diimplementasikan dalam lingkungan hidroponik. Aplikasi memberikan pengguna kemampuan untuk memantau dan mengatur tingkat nutrisi tanaman selada secara real-time dari jarak jauh. Dengan menggunakan selada sebagai tanaman uji, penelitian ini menyediakan wawasan khusus tentang pengelolaan nutrisi yang efektif dalam konteks hidroponik. Sistem ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian hidroponik, sambil memberikan pengguna kemudahan dan aksesibilitas melalui aplikasi mobile yang terhubung secara digital. Hasil yang didapatkan dengan menggunakan sistem automasi didapatkan sistem pemantauan yang tidak kalah akurat dengan menggunakan pemantauan secara langsung. Secara keseluruhan nilai error menggunakan sensor TDS didapatkan antara 0%-3% dan nilai error pada sensor pH sebesar 1%-4%. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan pertanian modern. Sistem pemantauan dan pengaturan nutrisi pada hidroponik ini dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan mendukung pertanian berkelanjutan di masa depan. Abstract Hydroponics is a modern agricultural method that is efficient in using resources and the environment, but requires proper monitoring and regulation of nutrition so that plants can grow optimally. This research introduces an Internet of Things (IoT)-based nutrient monitoring and regulation system in hydroponic systems, with a focus on testing on lettuce plants. The Total Dissolved Solids (TDS) sensor and pH sensor connect wirelessly to collect data automatically, while the ESP32-Cam camera records visuals of plant growth. Data obtained from sensors is sent to the Firebase database and then continued to the application. This system is equipped with an automation mechanism to regulate nutrition based on predetermined parameters. Testing and evaluation is carried out on systems implemented in a hydroponic environment. The app gives users the ability to monitor and manage lettuce plant nutrient levels in real-time remotely. By using lettuce as a test crop, this research provides specific insights into effective nutrient management in a hydroponic context. This system aims to increase the efficiency and productivity of hydroponic farming, while providing users with convenience and accessibility through a digitally connected mobile application. The results obtained by using an automation system produce a monitoring system that is no less accurate than using direct monitoring. Overall the error value using the TDS sensor was found to be between 0%-3% and the error value on the pH sensor was 1%-4%. Thus, this research contributes to the development of modern agriculture. This system for monitoring and regulating nutrients in hydroponics can help farmers increase productivity, optimize resource use, and support sustainable agriculture in the future.

English

Hidroponik adalah metode pertanian modern yang efisien dalam penggunaan sumber daya dan lingkungan, namun memerlukan pemantauan dan pengaturan nutrisi yang tepat agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Penelitian ini mengenalkan sistem pemantauan dan pengaturan nutrisi berbasis Internet of Things (IoT) pada sistem hidroponik, dengan fokus pengujian pada tanaman selada. Sensor Total Dissolved Solids (TDS) dan sensor pH terhubung secara nirkabel untuk mengumpulkan data secara otomatis, sementara kamera ESP32-Cam merekam visual pertumbuhan tanaman. Data yang diperoleh dari sensor-sensor dikirim ke basis data Firebase lalu dilanjutkan ke aplikasi. Sistem ini dilengkapi dengan mekanisme otomatisasi untuk mengatur nutrisi berdasarkan parameter yang telah ditentukan. Pengujian dan evaluasi dilakukan pada sistem yang diimplementasikan dalam lingkungan hidroponik. Aplikasi memberikan pengguna kemampuan untuk memantau dan mengatur tingkat nutrisi tanaman selada secara real-time dari jarak jauh. Dengan menggunakan selada sebagai tanaman uji, penelitian ini menyediakan wawasan khusus tentang pengelolaan nutrisi yang efektif dalam konteks hidroponik. Sistem ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian hidroponik, sambil memberikan pengguna kemudahan dan aksesibilitas melalui aplikasi mobile yang terhubung secara digital. Hasil yang didapatkan dengan menggunakan sistem automasi didapatkan sistem pemantauan yang tidak kalah akurat dengan menggunakan pemantauan secara langsung. Secara keseluruhan nilai error menggunakan sensor TDS didapatkan antara 0%-3% dan nilai error pada sensor pH sebesar 1%-4%. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan pertanian modern. Sistem pemantauan dan pengaturan nutrisi pada hidroponik ini dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan mendukung pertanian berkelanjutan di masa depan. Abstract Hydroponics is a modern agricultural method that is efficient in using resources and the environment, but requires proper monitoring and regulation of nutrition so that plants can grow optimally. This research introduces an Internet of Things (IoT)-based nutrient monitoring and regulation system in hydroponic systems, with a focus on testing on lettuce plants. The Total Dissolved Solids (TDS) sensor and pH sensor connect wirelessly to collect data automatically, while the ESP32-Cam camera records visuals of plant growth. Data obtained from sensors is sent to the Firebase database and then continued to the application. This system is equipped with an automation mechanism to regulate nutrition based on predetermined parameters. Testing and evaluation is carried out on systems implemented in a hydroponic environment. The app gives users the ability to monitor and manage lettuce plant nutrient levels in real-time remotely. By using lettuce as a test crop, this research provides specific insights into effective nutrient management in a hydroponic context. This system aims to increase the efficiency and productivity of hydroponic farming, while providing users with convenience and accessibility through a digitally connected mobile application. The results obtained by using an automation system produce a monitoring system that is no less accurate than using direct monitoring. Overall the error value using the TDS sensor was found to be between 0%-3% and the error value on the pH sensor was 1%-4%. Thus, this research contributes to the development of modern agriculture. This system for monitoring and regulating nutrients in hydroponics can help farmers increase productivity, optimize resource use, and support sustainable agriculture in the future.

Keywords

Collaboration network of the authors

10 authors · 16 co-authorship links · 5 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Bandung Institute of Technology
  • Politeknik Negeri Malang
  • University of Brawijaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Akhlaque AhmadBandung Institute of Technology1
B. RiyantoBandung Institute of Technology1
Achmad Saefuddin NoerBandung Institute of Technology1
Herman TolleUniversity of Brawijaya1
Mokhamad Hadi WijayaUniversity of Brawijaya1
Nailul MunaPoliteknik Negeri Malang1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Nutrisi pada Hidroponik Berbasis IoT</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rafi, Barra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sarosa, Moechammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sumari, Arwin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Evan, Agil</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rafi, Barra </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sarosa, Moechammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sumari, Arwin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Evan, Agil</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Hidroponik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">   Selada</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">IoT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Sensor TDS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Sensor pH</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hydroponics</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">lettuce</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">IoT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">TDS Sensor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pH Sensor</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Hidroponik adalah metode pertanian modern yang efisien dalam penggunaan sumber daya dan lingkungan, namun memerlukan pemantauan dan pengaturan nutrisi yang tepat agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Penelitian ini mengenalkan sistem pemantauan dan pengaturan nutrisi berbasis Internet of Things (IoT) pada sistem hidroponik, dengan fokus pengujian pada tanaman selada. Sensor Total Dissolved Solids (TDS) dan sensor pH terhubung secara nirkabel untuk mengumpulkan data secara otomatis, sementara kamera ESP32-Cam merekam visual pertumbuhan tanaman. Data yang diperoleh dari sensor-sensor dikirim ke basis data Firebase lalu dilanjutkan ke aplikasi. Sistem ini dilengkapi dengan mekanisme otomatisasi untuk mengatur nutrisi berdasarkan parameter yang telah ditentukan. Pengujian dan evaluasi dilakukan pada sistem yang diimplementasikan dalam lingkungan hidroponik. Aplikasi memberikan pengguna kemampuan untuk memantau dan mengatur tingkat nutrisi tanaman selada secara real-time dari jarak jauh. Dengan menggunakan selada sebagai tanaman uji, penelitian ini menyediakan wawasan khusus tentang pengelolaan nutrisi yang efektif dalam konteks hidroponik. Sistem ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian hidroponik, sambil memberikan pengguna kemudahan dan aksesibilitas melalui aplikasi mobile yang terhubung secara digital. Hasil yang didapatkan dengan menggunakan sistem automasi didapatkan sistem pemantauan yang tidak kalah akurat dengan menggunakan pemantauan secara langsung. Secara keseluruhan nilai error menggunakan sensor TDS didapatkan antara 0%-3% dan nilai error pada sensor pH sebesar 1%-4%. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan pertanian modern. Sistem pemantauan dan pengaturan nutrisi pada hidroponik ini dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan mendukung pertanian berkelanjutan di masa depan.
 
Abstract
Hydroponics is a modern agricultural method that is efficient in using resources and the environment, but requires proper monitoring and regulation of nutrition so that plants can grow optimally. This research introduces an Internet of Things (IoT)-based nutrient monitoring and regulation system in hydroponic systems, with a focus on testing on lettuce plants. The Total Dissolved Solids (TDS) sensor and pH sensor connect wirelessly to collect data automatically, while the ESP32-Cam camera records visuals of plant growth. Data obtained from sensors is sent to the Firebase database and then continued to the application. This system is equipped with an automation mechanism to regulate nutrition based on predetermined parameters. Testing and evaluation is carried out on systems implemented in a hydroponic environment. The app gives users the ability to monitor and manage lettuce plant nutrient levels in real-time remotely. By using lettuce as a test crop, this research provides specific insights into effective nutrient management in a hydroponic context. This system aims to increase the efficiency and productivity of hydroponic farming, while providing users with convenience and accessibility through a digitally connected mobile application. The results obtained by using an automation system produce a monitoring system that is no less accurate than using direct monitoring. Overall the error value using the TDS sensor was found to be between 0%-3% and the error value on the pH sensor was 1%-4%. Thus, this research contributes to the development of modern agriculture. This system for monitoring and regulating nutrients in hydroponics can help farmers increase productivity, optimize resource use, and support sustainable agriculture in the future.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Hidroponik adalah metode pertanian modern yang efisien dalam penggunaan sumber daya dan lingkungan, namun memerlukan pemantauan dan pengaturan nutrisi yang tepat agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Penelitian ini mengenalkan sistem pemantauan dan pengaturan nutrisi berbasis Internet of Things (IoT) pada sistem hidroponik, dengan fokus pengujian pada tanaman selada. Sensor Total Dissolved Solids (TDS) dan sensor pH terhubung secara nirkabel untuk mengumpulkan data secara otomatis, sementara kamera ESP32-Cam merekam visual pertumbuhan tanaman. Data yang diperoleh dari sensor-sensor dikirim ke basis data Firebase lalu dilanjutkan ke aplikasi. Sistem ini dilengkapi dengan mekanisme otomatisasi untuk mengatur nutrisi berdasarkan parameter yang telah ditentukan. Pengujian dan evaluasi dilakukan pada sistem yang diimplementasikan dalam lingkungan hidroponik. Aplikasi memberikan pengguna kemampuan untuk memantau dan mengatur tingkat nutrisi tanaman selada secara real-time dari jarak jauh. Dengan menggunakan selada sebagai tanaman uji, penelitian ini menyediakan wawasan khusus tentang pengelolaan nutrisi yang efektif dalam konteks hidroponik. Sistem ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian hidroponik, sambil memberikan pengguna kemudahan dan aksesibilitas melalui aplikasi mobile yang terhubung secara digital. Hasil yang didapatkan dengan menggunakan sistem automasi didapatkan sistem pemantauan yang tidak kalah akurat dengan menggunakan pemantauan secara langsung. Secara keseluruhan nilai error menggunakan sensor TDS didapatkan antara 0%-3% dan nilai error pada sensor pH sebesar 1%-4%. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan pertanian modern. Sistem pemantauan dan pengaturan nutrisi pada hidroponik ini dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan mendukung pertanian berkelanjutan di masa depan.
 
Abstract
Hydroponics is a modern agricultural method that is efficient in using resources and the environment, but requires proper monitoring and regulation of nutrition so that plants can grow optimally. This research introduces an Internet of Things (IoT)-based nutrient monitoring and regulation system in hydroponic systems, with a focus on testing on lettuce plants. The Total Dissolved Solids (TDS) sensor and pH sensor connect wirelessly to collect data automatically, while the ESP32-Cam camera records visuals of plant growth. Data obtained from sensors is sent to the Firebase database and then continued to the application. This system is equipped with an automation mechanism to regulate nutrition based on predetermined parameters. Testing and evaluation is carried out on systems implemented in a hydroponic environment. The app gives users the ability to monitor and manage lettuce plant nutrient levels in real-time remotely. By using lettuce as a test crop, this research provides specific insights into effective nutrient management in a hydroponic context. This system aims to increase the efficiency and productivity of hydroponic farming, while providing users with convenience and accessibility through a digitally connected mobile application. The results obtained by using an automation system produce a monitoring system that is no less accurate than using direct monitoring. Overall the error value using the TDS sensor was found to be between 0%-3% and the error value on the pH sensor was 1%-4%. Thus, this research contributes to the development of modern agriculture. This system for monitoring and regulating nutrients in hydroponics can help farmers increase productivity, optimize resource use, and support sustainable agriculture in the future.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2026-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8980</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.132</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 13 No 2: April 2026; 359-370</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 13 No. 2: April 2026; 359-370</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.132</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8980/1572</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Barra Rafi, Moechammad Sarosa, Arwin Sumari, Agil Evan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>