Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pluralisme Hukum terhadap Penggunaan badik oleh Suku Bugis Makassar

Hasanuddin Justice and Society · Vol. UME (2021) · pp. 44–59

ISSN
2809-0314, 2808-8875
Published
2021-12-18
Publisher
Law, Society, and Development Department
Language
en

Abstract

Penelitian dalam artikel ini mengkaji tentang masalah penggunaan badik oleh masyarakat yang merupakan warisan budaya suku bugis-makassar yang diperbandingkan dengan perundangg-undangan yang mengkategorikan badik sebagai senjata tajam yang dilarang. Artikel ini bertujuan untuk memperbandiingkan nilai kebudayaan dan norma hukum penggunaan badik dengan menemukan persamaan dan perbedaan baik dari segi pemebentukan, pemberlakuan dan penegakan Sehingga memberikan kepastian hukum akan dampak dan status hukum penggunaan badik oleh masyarakat suku bugis makassar. Artikel ini mengumpulkan data dan fakta melalui penelitian lapangan berupa wawancara dan studi kepustakaan yang dianalisis secara kualitatif melalui pendekatan kajian Antropologi Hukum dan dipaparkan secara naratif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pluralisme hukum antara badik dari segi nilai kebudayaan dengan segi Undang-undang dari aspek pemberlakuan sehingga menimbulkan dampak berupa berbagai macam perilaku penyalahgunaan badik oleh beberapa masyarakat suku bugis-makassar

Keywords

Collaboration network of the authors

14 authors · 29 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
HandrawanUniversitas Halu Oleo1
IksanAffiliation unknown1
Wa AnggunUniversitas Halu Oleo1
Ririn AswandiAffiliation unknown1
Zulistiani Nur Marwah Puteri MadjidAffiliation unknown1
Andi Dirga NoegrahaAffiliation unknown1
MusriadyAffiliation unknown1
IsmailAffiliation unknown1
Arifuddin DanduruAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjns/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pluralisme Hukum terhadap Penggunaan badik oleh Suku Bugis Makassar</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Wiwie Heryani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Irwansyah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Diar, Diarmila</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Aqila</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zulkhaeri Mualif</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pluralisme Hukum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Antropologi Hukum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Suku Bugis Makassar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian dalam artikel ini&amp;nbsp; mengkaji tentang masalah penggunaan badik oleh masyarakat yang merupakan warisan budaya suku bugis-makassar yang diperbandingkan dengan perundangg-undangan yang mengkategorikan badik sebagai senjata tajam yang dilarang. Artikel ini bertujuan untuk memperbandiingkan nilai kebudayaan dan norma hukum penggunaan badik dengan menemukan persamaan dan perbedaan baik dari segi pemebentukan, pemberlakuan dan penegakan Sehingga memberikan kepastian hukum akan dampak dan status hukum penggunaan badik oleh masyarakat suku bugis makassar.&amp;nbsp; Artikel ini mengumpulkan data dan fakta melalui penelitian lapangan berupa wawancara dan studi kepustakaan yang dianalisis secara kualitatif melalui pendekatan kajian Antropologi Hukum dan dipaparkan secara naratif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pluralisme hukum antara badik dari segi nilai kebudayaan dengan segi Undang-undang dari aspek pemberlakuan sehingga menimbulkan dampak berupa berbagai macam perilaku penyalahgunaan badik oleh beberapa masyarakat suku bugis-makassar</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Law, Society, and Development Department</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjns/article/view/18719</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Justice and Society; VOLUME 1 ISSUE 1 JUNE 2021; 44-59</dc:source>
	<dc:source>2809-0314</dc:source>
	<dc:source>2808-8875</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjns/article/view/18719/7569</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Hasanuddin Justice and Society</dc:rights>
</oai_dc:dc>