Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pluralisme Hukum Terhadap Perilaku Pernikahan di Bawah Tangan oleh Masyarakat Suku Bugis-Makassar

Hasanuddin Justice and Society · Vol. UME (2021) · pp. 17–31

ISSN
2809-0314, 2808-8875
Published
2021-12-18
Publisher
Law, Society, and Development Department
Language
en

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana komunitas suku Bugis-Makassar memandang pernikahan pribadi (perkawinan siri) dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pernikahan siri dari perspektif tradisional Bugis-Makassar. Artikel ini dikompilasi menggunakan sumber data dari wawancara dan studi literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa pernikahan siri tidak valid dari sudut pandang Hukum Negara, tetapi legal dalam hukum agama, yaitu hukum Islam, dan terutama dalam komunitas suku Bugis-Makassar, pernikahan siri dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat karena itu adalah pernikahan tersembunyi. jadi tidak ada proses adat yang dilakukan. Penyebab perkawinan siri sangat beragam, mulai dari faktor ekonomi, faktor sosial, dan faktor budaya.

Keywords

Collaboration network of the authors

11 authors · 25 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Fadhilah AmaliaAffiliation unknown2
Muhammad Surya GemilangAffiliation unknown2
Raditya Adifitrah DiyoAffiliation unknown2
KadarudinAffiliation unknown1
Rastiawaty RastiawatyAffiliation unknown1
Ismail AlripAffiliation unknown1
Birkah LatifAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjns/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pluralisme Hukum Terhadap Perilaku Pernikahan di Bawah Tangan oleh Masyarakat Suku Bugis-Makassar</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Andi Tenri, Andi Tenri Famauri Rifai</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Alvina Puspitasari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rastiawaty</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">We Dimeng, Andi Nur Anna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pluralisme Hukum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Adat Bugis Makassar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pernikahan Siri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Artikel ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana komunitas suku Bugis-Makassar memandang pernikahan pribadi (perkawinan siri) dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pernikahan siri dari perspektif tradisional Bugis-Makassar. Artikel ini dikompilasi menggunakan sumber data dari wawancara dan studi literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa pernikahan siri tidak valid dari sudut pandang Hukum Negara, tetapi legal dalam hukum agama, yaitu hukum Islam, dan terutama dalam komunitas suku Bugis-Makassar, pernikahan siri dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat karena itu adalah pernikahan tersembunyi. jadi tidak ada proses adat yang dilakukan. Penyebab perkawinan siri sangat beragam, mulai dari faktor ekonomi, faktor sosial, dan faktor budaya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Law, Society, and Development Department</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjns/article/view/18729</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Justice and Society; VOLUME 1 ISSUE 1 JUNE 2021; 17-31</dc:source>
	<dc:source>2809-0314</dc:source>
	<dc:source>2808-8875</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjns/article/view/18729/7567</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Hasanuddin Justice and Society</dc:rights>
</oai_dc:dc>