Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ANALISIS WACANA KRITIS: DOMINASI KEKUASAAN PADA SHORT MOVIE PLEASE BE QUIET DALAM KANAL YOUTUBE WILLIAM ADIGUNA

PABBICARA Journal of Communication and Digital Society · Vol. 1 No. 01 (2024) · pp. 13–28

Published
2024-07-07
Publisher
Program Studi Magister Ilmu Komunikasi
Language
en

Abstract

Dominasi kekuasaan dalam komunikasi vertikal menciptakan kesenjangan sosial yang memperlemah posisi kelompok tidak dominan, sering kali mengakibatkan diskriminasi dan marginalisasi. Dalam konteks ini, film dapat berfungsi sebagai media untuk menyuarakan ketidakadilan dan memperjuangkan hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dominasi kekuasaan dalam film pendek "Please Be Quiet" karya William Adiguna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) dari Ruth Wodak. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan analisis isi terhadap film, yang mencakup dialog dan representasi visual. Teknik analisis wacana historis digunakan untuk mengkaji konteks historis, teknik diskursif, dan realisasi makna linguistik dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog yang kuat dan penuh emosi memperlihatkan bagaimana kekuasaan digunakan untuk menekan dan mengendalikan korban serta saksi pelecehan seksual. Temuan ini juga mengungkapkan adanya dominasi budaya patriarki di lingkungan kerja. Kesimpulannya, film "Please Be Quiet" mampu membangkitkan kesadaran penonton terhadap realitas ketidakadilan yang dihadapi oleh korban pelecehan seksual dan mendorong perubahan dalam sistem dan budaya perusahaan untuk lebih melindungi hak-hak korban.

Keywords

Collaboration network of the authors

3 authors · 3 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/pabbicara/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ANALISIS WACANA KRITIS: DOMINASI KEKUASAAN PADA SHORT  MOVIE PLEASE BE QUIET DALAM KANAL YOUTUBE WILLIAM ADIGUNA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Elisa Putri Maharani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Raden Roro Cindi Atikasari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Elen Lusianti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Dominasi Kekuasaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Please Be Quiet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ruth Wodak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Wacana Kritis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Youtube</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Dominasi kekuasaan dalam komunikasi vertikal menciptakan kesenjangan sosial yang memperlemah posisi kelompok tidak dominan, sering kali mengakibatkan diskriminasi dan marginalisasi. Dalam konteks ini, film dapat berfungsi sebagai media untuk menyuarakan ketidakadilan dan memperjuangkan hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dominasi kekuasaan dalam film pendek "Please Be Quiet" karya William Adiguna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) dari Ruth Wodak. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan analisis isi terhadap film, yang mencakup dialog dan representasi visual. Teknik analisis wacana historis digunakan untuk mengkaji konteks historis, teknik diskursif, dan realisasi makna linguistik dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog yang kuat dan penuh emosi memperlihatkan bagaimana kekuasaan digunakan untuk menekan dan mengendalikan korban serta saksi pelecehan seksual. Temuan ini juga mengungkapkan adanya dominasi budaya patriarki di lingkungan kerja. Kesimpulannya, film "Please Be Quiet" mampu membangkitkan kesadaran penonton terhadap realitas ketidakadilan yang dihadapi oleh korban pelecehan seksual dan mendorong perubahan dalam sistem dan budaya perusahaan untuk lebih melindungi&amp;nbsp;hak-hak&amp;nbsp;korban.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Magister Ilmu Komunikasi</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/pabbicara/article/view/35633</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">PABBICARA Journal of Communication and Digital Society; Vol. 1 No. 01: JULI 2024; 13-28</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/pabbicara/article/view/35633/11793</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Hasanuddin Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unhas (H-IKON)</dc:rights>
</oai_dc:dc>