Jurnal
Analisis Kestabilan Frekuensi Pada Sistem Sulbagsel Dengan Integrasi PLTA Bakaru II
Jurnal Eksitasi · Vol. 2 No. 1 (2023) · pp. 19–25
ISSN 2829-5110
Published 2023-06-09
Publisher Departemen Teknik Elektro
Language id
Abstract
Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2021-2030 memuat rencana perubahan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) salah satunya pembangunan PLTA Bakaru II dengan kapasitas 140 MW. Disisi lain, integrasi PLTB sebelumnya, membuat frekuensi sistem berosilasi. Oleh karena itu dilakukan simulasi kestabilan frekuensi pada sistem Sulbagsel menggunakan software Digsilent untuk melihat bagaimana kontribusi integrasi PLTA Bakaru II yang memiliki inersia yang lebih besar, dalam meredam osilasi frekuensi sistem. Penelitian dilakukan dengan mensimulasikan kestabilan frekuensi sistem Sulbagsel pada berbagai macam skenario. Hasil simulasi penelitian ini yaitu frekuensi naik menjadi 50.202 Hz setelah integrasi PLTA Bakaru II dilakukan, dan turun menjadi 49.867 Hz ketika PLTA Bakaru II lepas sinkron. Namun frekuensi tersebut masih dalam batas toleransi frekuensi yang diizinkan. Sedangkan ketika skenario fluktuasi PLTB, ketika PLTB tidak membangkitkan daya, frekuensi sistem sebelum integrasi PLTA Bakaru II turun menjadi 49.909 Hz, sedangkan setelah integrasi PLTA Bakaru II sebesar 49,944 Hz. Ketika PLTB berada dalam pembangkitan maksimum, frekuensi sistem sebelum integrasi PLTA Bakaru II naik menjadi 50,183 Hz, sedangkan setelah integrasi PLTA Bakaru II sebesar 50,162 Hz.
Collaboration network of the authors
20 authors ·
39 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.
Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/eksitasi/oai,
first harvested 2 Nov 2026,
last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
<dc:title xml:lang="id">Analisis Kestabilan Frekuensi Pada Sistem Sulbagsel Dengan Integrasi PLTA Bakaru II</dc:title>
<dc:creator xml:lang="id">Kamil, Firda Fajryani</dc:creator>
<dc:creator xml:lang="id">Muslimin, Zaenab </dc:creator>
<dc:creator xml:lang="id">Gunadin, Indar Chaerah </dc:creator>
<dc:subject xml:lang="id">Kestabilan Frekuensi</dc:subject>
<dc:subject xml:lang="id">Sulbagsel</dc:subject>
<dc:subject xml:lang="id">PLTA Bakaru II</dc:subject>
<dc:subject xml:lang="id">PLTB Sidrap</dc:subject>
<dc:description xml:lang="id">Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2021-2030 memuat rencana perubahan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) salah satunya pembangunan PLTA Bakaru II dengan kapasitas 140 MW. Disisi lain, integrasi PLTB sebelumnya, membuat frekuensi sistem berosilasi. Oleh karena itu dilakukan simulasi kestabilan frekuensi pada sistem Sulbagsel menggunakan software Digsilent untuk melihat bagaimana kontribusi integrasi PLTA Bakaru II yang memiliki inersia yang lebih besar, dalam meredam osilasi frekuensi sistem. Penelitian dilakukan dengan mensimulasikan kestabilan frekuensi sistem Sulbagsel pada berbagai macam skenario. Hasil simulasi penelitian ini yaitu frekuensi naik menjadi 50.202 Hz setelah integrasi PLTA Bakaru II dilakukan, dan turun menjadi 49.867 Hz ketika PLTA Bakaru II lepas sinkron. Namun frekuensi tersebut masih dalam batas toleransi frekuensi yang diizinkan. Sedangkan ketika skenario fluktuasi PLTB, ketika PLTB tidak membangkitkan daya, frekuensi sistem sebelum integrasi PLTA Bakaru II turun menjadi 49.909 Hz, sedangkan setelah integrasi PLTA Bakaru II sebesar 49,944 Hz. Ketika PLTB berada dalam pembangkitan maksimum, frekuensi sistem sebelum integrasi PLTA Bakaru II naik menjadi 50,183 Hz, sedangkan setelah integrasi PLTA Bakaru II sebesar 50,162 Hz.</dc:description>
<dc:publisher xml:lang="id">Departemen Teknik Elektro</dc:publisher>
<dc:date>2023-06-09</dc:date>
<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
<dc:type xml:lang="id">Artikel Peer-review</dc:type>
<dc:format>application/pdf</dc:format>
<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/eksitasi/article/view/27113</dc:identifier>
<dc:source xml:lang="en">Jurnal Eksitasi; Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Eksitasi Departemen Teknik Elektro Vol. 2. No.1. 2023; 19-25</dc:source>
<dc:source xml:lang="id">JURNAL EKSITASI DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO; Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Eksitasi Departemen Teknik Elektro Vol. 2. No.1. 2023; 19-25</dc:source>
<dc:source>2829-5110</dc:source>
<dc:language>id</dc:language>
<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/eksitasi/article/view/27113/9880</dc:relation>
<dc:rights xml:lang="id">Hak Cipta (c) 2023 JURNAL EKSITASI DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO</dc:rights>
</oai_dc:dc>
Citations and indexing
OpenAlex
Not checked
Crossref
Not checked
Cite this article
APA 7
Kamil, F. F., Muslimin, Z., & Gunadin, I. C. (2023). Analisis Kestabilan Frekuensi Pada Sistem Sulbagsel Dengan Integrasi PLTA Bakaru II. Jurnal Eksitasi, 2(1), 19–25. https://journal.unhas.ac.id/index.php/eksitasi/article/view/27113
Copy
IEEE
F. F. Kamil, Z. Muslimin, and I. C. Gunadin, “Analisis Kestabilan Frekuensi Pada Sistem Sulbagsel Dengan Integrasi PLTA Bakaru II,” Jurnal Eksitasi, vol. 2, no. 1, pp. 19–25, 2023.
Copy
Generated from the journal's metadata; check author names before use.