This research aims to design a monitoring and control system for water particle levels, pH and light intensity in hydroponic cultivation. The system uses ESP32 as a microcontroller as well as 3 (three) pumps which function to distribute pH increasing, pH lowering and nutrient solutions. The pH increasing pump will be active if the SEN0161 sensor reads a pH value of less than 5.5, and the pH lowering pump will be active if the reading is more than 7.5. The nutrient pump will activate if the SEN0244 sensor reads nutrient levels of less than 750 ppm. Apart from that, to maintain the light intensity in the planting medium, grow LEDs are used which will be active if the light intensity around the planting medium is less than 150 lux. The test results from this research were that the designed system succeeded in increasing the growth of lettuce plants with an average plant height of 25.83cm. The three control parameters can be monitored via the offline control box and via the Blynk application in real time.
Bahasa Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem monitoring dan kontrol tingkat partikel air, pH dan intensitas cahaya pada budidaya hidroponik. Sistem menggunakan ESP32 sebagai mikrokontroler serta 3 (tiga) buah pompa yang berfungsi untuk mengalirkan larutan pH penaik, pH penurun, dan nutrisi. Pompa pH penaik akan aktif jika sensor SEN0161 membaca nilai pH kurang dari 5,5, dan pompa pH penurun akan aktif jika hasil pembacaan bernilai lebih dari 7,5. Pompa nutrisi akan aktif jika sensor SEN0244 membaca kadar nutrisi bernilai kurang dari 750 ppm. Selain itu, untuk menjaga intensitas cahaya pada media tanam digunakan LED grow yang akan aktif jika intensitas cahaya disekitar media tanam bernilai kurang dari 150 lux. Hasil pengujian dari penelitian ini adalah sistem yang dirancang berhasil meningkatkan pertumbuhan tanaman selada dengan rata-rata tinggi tanaman sebesar 25,83cm. Ketiga parameter kontrol dapat di-monitoring melalui box kontrol secara offline dan melalui aplikasi Blynk secara realtime.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.