Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Pengaruh Teknik Penanganan Negasi Dalam Analisis Sentimen

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 12 No. 2 (2025) · pp. 275–282

DOI
10.25126/jtiik.2025129079
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2025-04-24
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

“Garbage in, garbage out” merupakan sebuah ungkapan klasik dalam data science yang menyatakan bahwa kualitas keluaran suatu sistem bergantung pada kualitas data yang dimasukkan. Dalam klasifikasi sentimen, negasi memainkan peran penting dalam menentukan polaritas sentimen kalimat, tetapi sering kali dihapus pada tahap preprocessing sebagai stopword, yang dapat menghilangkan konteks negasi tersebut. Penelitian ini mengevaluasi dampak dua teknik penanganan negasi Next Word Negation dan penggantian antonim terhadap performa Naïve Bayes Classifier dan Support Vector Machine Classifier. Teknik Next Word Negation menggabungkan kata penanda negasi dengan kata setelahnya seperti “tidak cepat” menjadi “tidak_cepat”. Sementara itu, teknik penggantian antonim mengganti kata penanda negasi dan kata setelahnya dengan antonim dari kata setelahnya, misalnya “tidak cepat” menjadi “lambat”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penanganan negasi meningkatkan akurasi Naïve Bayes dari 82,94% tanpa penanganan negasi menjadi 85,88% dengan Next Word Negation dan 87,64% dengan penggantian antonim. Untuk Support Vector Machine, akurasi meningkat dari 84,70% tanpa penanganan negasi menjadi 89,41% dengan penggantian antonim dan 88,23% dengan Next Word Negation. Abstract “Garbage in, garbage out” is a classic expression in data science that states the quality of a system’s output depends on the quality of the input data. In sentiment classification, negation plays a crucial role in determining the sentiment polarity of a sentence but is often removed during the preprocessing stage as a stopword, potentially eliminating the context of negation. This study evaluates the impact of two negation-handling techniques, Next Word Negation and antonym replacement, on the performance of Naïve Bayes Classifier and Support Vector Machine Classifier. The Next Word Negation technique combines the negation marker with the following word, for example, “tidak cepat” becomes “tidak_cepat”. Meanwhile, the antonym replacement technique replaces the negation marker and the following word with the antonym of the following word, for example, “tidak cepat” becomes “lambat”. The results of the study show that negation-handling techniques improve the accuracy of Naïve Bayes from 82.94% without negation handling to 85.88% with Next Word Negation and 87.64% with antonym replacement. For the Support Vector Machine, accuracy increases from 84.70% without negation handling to 89.41% with antonym replacement and 88.23% with Next Word Negation.

English

“Garbage in, garbage out” merupakan sebuah ungkapan klasik dalam data science yang menyatakan bahwa kualitas keluaran suatu sistem bergantung pada kualitas data yang dimasukkan. Dalam klasifikasi sentimen, negasi memainkan peran penting dalam menentukan polaritas sentimen kalimat, tetapi sering kali dihapus pada tahap preprocessing sebagai stopword, yang dapat menghilangkan konteks negasi tersebut. Penelitian ini mengevaluasi dampak dua teknik penanganan negasi Next Word Negation dan penggantian antonim terhadap performa Naïve Bayes Classifier dan Support Vector Machine Classifier. Teknik Next Word Negation menggabungkan kata penanda negasi dengan kata setelahnya seperti “tidak cepat” menjadi “tidak_cepat”. Sementara itu, teknik penggantian antonim mengganti kata penanda negasi dan kata setelahnya dengan antonim dari kata setelahnya, misalnya “tidak cepat” menjadi “lambat”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penanganan negasi meningkatkan akurasi Naïve Bayes dari 82,94% tanpa penanganan negasi menjadi 85,88% dengan Next Word Negation dan 87,64% dengan penggantian antonim. Untuk Support Vector Machine, akurasi meningkat dari 84,70% tanpa penanganan negasi menjadi 89,41% dengan penggantian antonim dan 88,23% dengan Next Word Negation. Abstract “Garbage in, garbage out” is a classic expression in data science that states the quality of a system’s output depends on the quality of the input data. In sentiment classification, negation plays a crucial role in determining the sentiment polarity of a sentence but is often removed during the preprocessing stage as a stopword, potentially eliminating the context of negation. This study evaluates the impact of two negation-handling techniques, Next Word Negation and antonym replacement, on the performance of Naïve Bayes Classifier and Support Vector Machine Classifier. The Next Word Negation technique combines the negation marker with the following word, for example, “tidak cepat” becomes “tidak_cepat”. Meanwhile, the antonym replacement technique replaces the negation marker and the following word with the antonym of the following word, for example, “tidak cepat” becomes “lambat”. The results of the study show that negation-handling techniques improve the accuracy of Naïve Bayes from 82.94% without negation handling to 85.88% with Next Word Negation and 87.64% with antonym replacement. For the Support Vector Machine, accuracy increases from 84.70% without negation handling to 89.41% with antonym replacement and 88.23% with Next Word Negation.

Keywords

Collaboration network of the authors

10 authors · 27 co-authorship links · 3 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Udayana University
  • Universitas Gadjah Mada
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agus HarjokoUniversitas Gadjah Mada1
Edi WinarkoUniversitas Gadjah Mada1
Azhari AzhariUniversitas Gadjah Mada1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Pengaruh Teknik Penanganan Negasi Dalam Analisis Sentimen</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Teknik Penanganan Negasi Dalam Analisis Sentimen</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Darmayasa, I Nengah Oka</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">ER, Ngurah Agus Sanjaya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kadyanan, I Gusti Agung Gede Arya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Karyawati, Anak Agung Istri Ngurah Eka</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Darmayasa, I Nengah Oka</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">ER, Ngurah Agus Sanjaya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kadyanan, I Gusti Agung Gede Arya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Karyawati, Anak Agung Istri Ngurah Eka</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">penanganan negasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">next word negation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">antonim sebagai penanganan negasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">analisis sentimen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">naïve bayes classifier</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">support vector machine classifier</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">penanganan negasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">next word negation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">antonim sebagai penanganan negasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">analisis sentimen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">naive bayes classifier</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">support vector machine classifier</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">“Garbage in, garbage out” merupakan sebuah ungkapan klasik dalam data science yang menyatakan bahwa kualitas keluaran suatu sistem bergantung pada kualitas data yang dimasukkan. Dalam klasifikasi sentimen, negasi memainkan peran penting dalam menentukan polaritas sentimen kalimat, tetapi sering kali dihapus pada tahap preprocessing sebagai stopword, yang dapat menghilangkan konteks negasi tersebut. Penelitian ini mengevaluasi dampak dua teknik penanganan negasi Next Word Negation dan penggantian antonim terhadap performa Naïve Bayes Classifier dan Support Vector Machine Classifier. Teknik Next Word Negation menggabungkan kata penanda negasi dengan kata setelahnya seperti “tidak cepat” menjadi “tidak_cepat”. Sementara itu, teknik penggantian antonim mengganti kata penanda negasi dan kata setelahnya dengan antonim dari kata setelahnya, misalnya “tidak cepat” menjadi “lambat”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penanganan negasi meningkatkan akurasi Naïve Bayes dari 82,94% tanpa penanganan negasi menjadi 85,88% dengan Next Word Negation dan 87,64% dengan penggantian antonim. Untuk Support Vector Machine, akurasi meningkat dari 84,70% tanpa penanganan negasi menjadi 89,41% dengan penggantian antonim dan 88,23% dengan Next Word Negation.
Abstract
“Garbage in, garbage out” is a classic expression in data science that states the quality of a system’s output depends on the quality of the input data. In sentiment classification, negation plays a crucial role in determining the sentiment polarity of a sentence but is often removed during the preprocessing stage as a stopword, potentially eliminating the context of negation. This study evaluates the impact of two negation-handling techniques, Next Word Negation and antonym replacement, on the performance of Naïve Bayes Classifier and Support Vector Machine Classifier. The Next Word Negation technique combines the negation marker with the following word, for example, “tidak cepat” becomes “tidak_cepat”. Meanwhile, the antonym replacement technique replaces the negation marker and the following word with the antonym of the following word, for example, “tidak cepat” becomes “lambat”. The results of the study show that negation-handling techniques improve the accuracy of Naïve Bayes from 82.94% without negation handling to 85.88% with Next Word Negation and 87.64% with antonym replacement. For the Support Vector Machine, accuracy increases from 84.70% without negation handling to 89.41% with antonym replacement and 88.23% with Next Word Negation.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">“Garbage in, garbage out” merupakan sebuah ungkapan klasik dalam data science yang menyatakan bahwa kualitas keluaran suatu sistem bergantung pada kualitas data yang dimasukkan. Dalam klasifikasi sentimen, negasi memainkan peran penting dalam menentukan polaritas sentimen kalimat, tetapi sering kali dihapus pada tahap preprocessing sebagai stopword, yang dapat menghilangkan konteks negasi tersebut. Penelitian ini mengevaluasi dampak dua teknik penanganan negasi Next Word Negation dan penggantian antonim terhadap performa Naïve Bayes Classifier dan Support Vector Machine Classifier. Teknik Next Word Negation menggabungkan kata penanda negasi dengan kata setelahnya seperti “tidak cepat” menjadi “tidak_cepat”. Sementara itu, teknik penggantian antonim mengganti kata penanda negasi dan kata setelahnya dengan antonim dari kata setelahnya, misalnya “tidak cepat” menjadi “lambat”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penanganan negasi meningkatkan akurasi Naïve Bayes dari 82,94% tanpa penanganan negasi menjadi 85,88% dengan Next Word Negation dan 87,64% dengan penggantian antonim. Untuk Support Vector Machine, akurasi meningkat dari 84,70% tanpa penanganan negasi menjadi 89,41% dengan penggantian antonim dan 88,23% dengan Next Word Negation.
Abstract
“Garbage in, garbage out” is a classic expression in data science that states the quality of a system’s output depends on the quality of the input data. In sentiment classification, negation plays a crucial role in determining the sentiment polarity of a sentence but is often removed during the preprocessing stage as a stopword, potentially eliminating the context of negation. This study evaluates the impact of two negation-handling techniques, Next Word Negation and antonym replacement, on the performance of Naïve Bayes Classifier and Support Vector Machine Classifier. The Next Word Negation technique combines the negation marker with the following word, for example, “tidak cepat” becomes “tidak_cepat”. Meanwhile, the antonym replacement technique replaces the negation marker and the following word with the antonym of the following word, for example, “tidak cepat” becomes “lambat”. The results of the study show that negation-handling techniques improve the accuracy of Naïve Bayes from 82.94% without negation handling to 85.88% with Next Word Negation and 87.64% with antonym replacement. For the Support Vector Machine, accuracy increases from 84.70% without negation handling to 89.41% with antonym replacement and 88.23% with Next Word Negation.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/9079</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.2025129079</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 12 No 2: April 2025; 275-282</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 12 No. 2: April 2025; 275-282</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.122</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/9079/1408</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>