Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Multi Aktor Dalam Proses Perumusan Kebijakan Tarif Taksi Online Di Sulawesi Selatan

Development Policy and Management Review (DPMR) · Vol. ume (2024) · pp. 64–91

DOI
10.61731/dpmr.v4i1.34536
ISSN
2830-5094
Published
2024-07-10
Publisher
Pusat Penelitian Kebijakan Pembangunan, Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Dalam studi kebijakan publik, proses perumusan kebijakan dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu sudut pandang administrasi dan sudut pandang politik. Sudut pandang administrasi menjelaskan tahapan-tahapan perumusan kebijakan. Sudut pandang politik menjelaskan pengambilan keputusan dalam proses kebijakan yang melibatkan banyak aktor-aktor kebijakan. Penelitian ini berfokus membahas proses perumusan kebijakan tarif taksi online di Sulawesi Selatan. Terdapat banyak pro-kontra pada hasil kebijakan ini. Hal itu menunjukkan adanya masalah dalam perumusan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana peran multi aktor dalam proses perumusan kebijakan Tarif Taksi Online di Sulawesi Selatan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dengan sumber data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara. Adapun data sekunder diperoleh dari data Pemerintah Sulawesi Selatan, Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Komisi D Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan analisis teori Jaringan Aktor Kebijakan Kingdon (2014) yang terdiri dari 2 klasifikasi aktor, yakni aktor government dan aktor outside government. Hasil penelitian ini menunjukkan perumusan kebijakan tarif batas bawah dan batas atas taksi online di Sulawesi Selatan melibatkan multi aktor. Namun tidak semua aktor berperan aktif dalam perumusan kebijakan. Aktor-aktor yang terlibat tidak merepresentasikan kepentingan yang ada, terutama konsumen. Sehingga esensi dari perumusan kebijakan ini tidak tercapai.

Collaboration network of the authors

40 authors · 79 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
ABDUL MANANAffiliation unknown2
Maryce Agusthinus WalukouUniversitas Halu Oleo1
Zulfikar ZulfikarUniversitas Halu Oleo1
Sahta GintingUniversitas Halu Oleo1
Syamsu AlamUniversitas Halu Oleo1
Ibnu MurbawanAffiliation unknown1
Aminuddin Mane KandariUniversitas Halu Oleo1
Ovan Eka PrasetiaAffiliation unknown1
Damrin DamrinAffiliation unknown1
Albasri AlbasriUniversitas Halu Oleo1
Samuel A. PaembonanAffiliation unknown1
Syamsuddin MillangAffiliation unknown1
Lies IndriyaniAffiliation unknown1
Satria DewiyantiAffiliation unknown1
Jayana Suryana KembaraAffiliation unknown1
Sumarto M. LaluAffiliation unknown1
Safriadi SafriadiAffiliation unknown1
Claudia IndrianiAffiliation unknown1
Sulaiman AsangAffiliation unknown1
Gita SusantiAffiliation unknown1
Sulfadli SulfadliAffiliation unknown1
Muh. Tang AbdullahAffiliation unknown1
Moetia Larasati FasriAffiliation unknown1
Muhammad Tang AbdullahAffiliation unknown1
Andi Rahmat HidayatAffiliation unknown1
Andi Ahmad YaniAffiliation unknown1
Dwiana Fajrinawati DewiAffiliation unknown1
Muhammad Adnan KasogiAffiliation unknown1
Rahmat Nurul NugrahaAffiliation unknown1
Andi Fitriyani YahyaAffiliation unknown1
Irma Ariyanti ArifAffiliation unknown1
Sitti Hadhira KhairinaAffiliation unknown1
Muh. Agung LatifAffiliation unknown1
Mohammad Tahir HaningAffiliation unknown1
Habibi PalippuiAffiliation unknown1
Daeng ParokaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/DPMR/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Multi Aktor Dalam Proses Perumusan Kebijakan Tarif Taksi Online Di Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ma'ruf, Amar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hans, Amril</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Pauzi, Rizal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Chandra, Wahyu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Dalam studi kebijakan publik, proses perumusan kebijakan dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu sudut pandang administrasi dan sudut pandang politik. Sudut pandang administrasi menjelaskan tahapan-tahapan perumusan kebijakan. Sudut pandang politik menjelaskan pengambilan keputusan dalam proses kebijakan yang melibatkan banyak aktor-aktor kebijakan. Penelitian ini berfokus membahas proses perumusan kebijakan tarif taksi online di Sulawesi Selatan. Terdapat banyak pro-kontra pada hasil kebijakan ini. Hal itu menunjukkan adanya masalah dalam perumusan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana peran multi aktor dalam proses perumusan kebijakan Tarif Taksi Online di Sulawesi Selatan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dengan sumber data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara. Adapun data sekunder diperoleh dari data Pemerintah Sulawesi Selatan, Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Komisi D Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan analisis teori Jaringan Aktor Kebijakan Kingdon (2014) yang terdiri dari 2 klasifikasi aktor, yakni aktor government dan aktor outside government. Hasil penelitian ini menunjukkan perumusan kebijakan tarif batas bawah dan batas atas taksi online di Sulawesi Selatan melibatkan multi aktor. Namun tidak semua aktor berperan aktif dalam perumusan kebijakan. Aktor-aktor yang terlibat tidak merepresentasikan kepentingan yang ada, terutama konsumen. Sehingga esensi dari perumusan kebijakan ini tidak tercapai.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Pusat Penelitian Kebijakan Pembangunan, Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/DPMR/article/view/34536</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61731/dpmr.v4i1.34536</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Development Policy and Management Review (DPMR); Volume 4 Issue 1 June 2024; 64-91</dc:source>
	<dc:source>2830-5094</dc:source>
	<dc:source>10.61731/dpmr.v4i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/DPMR/article/view/34536/11757</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Development Policy and Management Review (DPMR)</dc:rights>
</oai_dc:dc>