Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Dinamika Multi-Saluran Partisipasi Publik: Menakar Formulasi Regulasi Daerah Dengan Analisis Democracy Cube

Development Policy and Management Review (DPMR) · Vol. ume (2026) · pp. 1–22

DOI
10.61731/dpmr.v6i1.49361
ISSN
2830-5094
Published
2026-07-13
Publisher
Pusat Penelitian Kebijakan Pembangunan, Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Partisipasi publik merupakan pilar utama administrasi publik untuk menjamin transparansi dan legitimasi kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kualitas partisipasi masyarakat dalam proses formulasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Perpustakaan di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus eksploratif, data dianalisis secara rigid melalui lensa teori desain partisipatoris Democracy Cube yang mencakup tiga dimensi: pemilihan partisipan, komunikasi dan pengambilan keputusan, serta otoritas dan pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses formulasi Ranperda beroperasi dalam struktur multi-saluran yang terfragmentasi. Melalui dimensi pemilihan partisipan, ditemukan dikotomi antara saluran formal teknokrasi yang eksklusif dan saluran representatif lokal yang inklusif namun bias kepentingan politik. Pada dimensi komunikasi, interaksi masih tertahan pada level penyampaian preferensi dan sosialisasi searah, belum mencapai derajat deliberasi sejati. Akibatnya, pada dimensi otoritas, pengaruh masyarakat berada pada level dampak komunikatif di mana keputusan akhir akomodasi aspirasi sepenuhnya tetap dikendalikan oleh aktor negara. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dengan menunjukkan ketidakseimbangan perkembangan dimensi Democracy Cube di tingkat lokal. Secara praktis, disarankan adanya reformasi regulasi internal DPRD yang mewajibkan pemberian argumentasi publik tertulis atas setiap aspirasi masyarakat yang tidak diadopsi, guna mengubah ritualisme legislasi menjadi akuntabilitas deliberatif yang substansial.

Keywords

Collaboration network of the authors

22 authors · 47 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • University of Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad AbdullahState University of Semarang1
Dita Angraeni SutiawatiAffiliation unknown1
Reviva FachrunisaAffiliation unknown1
Gita SusantiAffiliation unknown1
Agussalim AgussalimUniversity of Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur1
Hamrullah HamrullahAffiliation unknown1
Liska FebriantiAffiliation unknown1
Muzdalifah RamliAffiliation unknown1
Adnan NasutionAffiliation unknown1
Magfirah UtamiAffiliation unknown1
Muhammad RusdiAffiliation unknown1
Irma Ariyanti ArifAffiliation unknown1
Nur Indrayanti Nur IndarAffiliation unknown1
Amril HansAffiliation unknown1
Dwiana Fajrinawati DewiAffiliation unknown1
Muhammad Adnan KasogiAffiliation unknown1
Rahmat Nurul NugrahaAffiliation unknown1
Andi Fitriyani YahyaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/DPMR/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Dinamika Multi-Saluran Partisipasi Publik: Menakar Formulasi Regulasi Daerah Dengan Analisis Democracy Cube</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Marsuki, Masyita</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yani, Andi Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Atmansyah, Lutfi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sadik, Muhammad Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Partisipasi Publik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Konsultasi Publik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ranperda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Formulasi Kebijakan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Partisipasi publik merupakan pilar utama administrasi publik untuk menjamin transparansi dan legitimasi kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kualitas partisipasi masyarakat dalam proses formulasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Perpustakaan di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus eksploratif, data dianalisis secara rigid melalui lensa teori desain partisipatoris Democracy Cube yang mencakup tiga dimensi: pemilihan partisipan, komunikasi dan pengambilan keputusan, serta otoritas dan pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses formulasi Ranperda beroperasi dalam struktur multi-saluran yang terfragmentasi. Melalui dimensi pemilihan partisipan, ditemukan dikotomi antara saluran formal teknokrasi yang eksklusif dan saluran representatif lokal yang inklusif namun bias kepentingan politik. Pada dimensi komunikasi, interaksi masih tertahan pada level penyampaian preferensi dan sosialisasi searah, belum mencapai derajat deliberasi sejati. Akibatnya, pada dimensi otoritas, pengaruh masyarakat berada pada level dampak komunikatif di mana keputusan akhir akomodasi aspirasi sepenuhnya tetap dikendalikan oleh aktor negara. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dengan menunjukkan ketidakseimbangan perkembangan dimensi Democracy Cube di tingkat lokal. Secara praktis, disarankan adanya reformasi regulasi internal DPRD yang mewajibkan pemberian argumentasi publik tertulis atas setiap aspirasi masyarakat yang tidak diadopsi, guna mengubah ritualisme legislasi menjadi akuntabilitas deliberatif yang substansial.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Pusat Penelitian Kebijakan Pembangunan, Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2026-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/DPMR/article/view/49361</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61731/dpmr.v6i1.49361</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Development Policy and Management Review (DPMR); Volume 6 Issue 1 June 2026; 1-22</dc:source>
	<dc:source>2830-5094</dc:source>
	<dc:source>10.61731/dpmr.v6i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/DPMR/article/view/49361/14746</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Masyita Marsuki, Andi Ahmad Yani, Lutfi Atmansyah, Muhammad Nur Sadik</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>