Open access Jurnal
REFORMASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS UNTUK PEMENUHAN HAK SOSIAL EKONOMI
Legislatif · Vol. UME No. MOR (2026) · pp. 82–104
- ISSN
- 2722-8797, 2654-3982
- Published
- 2026-02-18
- Publisher
- UKM Lembaga Penalaran dan Penulisan Karya Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
- Language
- en
Abstract
English
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bentuk implementasi tanggung jawab negara dalam menjamin pemenuhan hak sosial ekonomi warga negara sebagaimana diamanatkan Pasal 28C dan 28H UUD NRI Tahun 1945. Penelitian ini bertujuan menganalisis dasar hukum, tata kelola kelembagaan, serta efektivitas pelaksanaan MBG dalam kerangka pemenuhan hak konstitusional atas pangan bergizi dan pendidikan yang setara. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan, menggunakan bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan bahan hukum sekunder seperti literatur akademik, jurnal ilmiah, serta kebijakan pemerintah. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG masih menghadapi permasalahan struktural berupa tumpang tindih kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah, belum adanya standar dapur nasional, serta lemahnya sistem pengawasan dan integrasi data lintas sektor. Kondisi tersebut menimbulkan risiko terhadap efektivitas kebijakan dan kesetaraan mutu gizi antardaerah. Temuan utama penelitian ini menekankan pentingnya pembentukan Peraturan Pemerintah tentang MBG sebagai dasar hukum nasional, standarisasi dapur bergizi berbasis prinsip nutrition equity, serta penerapan Sistem Satu Data MBG Nasional guna memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan koordinasi lintas lembaga. Novelty penelitian ini terletak pada formulasi model tata kelola kolaboratif berbasis rights-based approach yang menempatkan pemenuhan gizi anak sebagai hak konstitusional, bukan sekadar kebijakan sosial. Dengan demikian, MBG tidak hanya menjadi instrumen intervensi gizi, tetapi juga pilar hukum dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Bahasa Indonesia
Penelitian ini bertujuan menganalisis dasar hukum, tata kelola kelembagaan, dan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kerangka pemenuhan hak konstitusional atas pangan bergizi dan pendidikan yang setara. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, melalui penelaahan bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan serta bahan hukum sekunder berupa literatur akademik, jurnal ilmiah, dan kebijakan pemerintah. Analisis menunjukkan bahwa implementasi MBG masih menghadapi persoalan struktural, antara lain tumpang tindih kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah, ketiadaan standar dapur nasional, serta lemahnya sistem pengawasan dan integrasi data lintas sektor. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan efektivitas kebijakan dan menimbulkan ketimpangan mutu gizi antardaerah. Temuan penelitian menegaskan urgensi pembentukan Peraturan Pemerintah tentang MBG sebagai dasar hukum nasional yang menjamin kepastian kewenangan dan keberlanjutan program. Selain itu, diperlukan standarisasi dapur bergizi berbasis prinsip nutrition equity serta penerapan Sistem Satu Data MBG Nasional untuk memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan koordinasi antar lembaga. Novelty penelitian ini terletak pada perumusan model tata kelola kolaboratif berbasis rights-based approach yang menempatkan pemenuhan gizi anak sebagai hak konstitusional, bukan semata kebijakan sosial. Dengan demikian, MBG diposisikan tidak hanya sebagai instrumen intervensi gizi, tetapi juga sebagai pilar hukum dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan di Indonesia secara berkeadilan nasional.
Keywords
Collaboration network of the authors
20 authors · 43 co-authorship links · 3 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Mercu Buana Yogyakarta
- Lambung Mangkurat University
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Adrian | Affiliation unknown | 3 |
| Muhammad Rifqi | Universitas Mercu Buana Yogyakarta | 1 |
| Rudy Herteno | Lambung Mangkurat University | 1 |
| Friska Abadi | Lambung Mangkurat University | 1 |
| Radityo Adi Nugroho | Affiliation unknown | 1 |
| Setyo Wahyu Saputro | Affiliation unknown | 1 |
| Mukhsar Mukhsar | Affiliation unknown | 1 |
| Islah Islah | Affiliation unknown | 1 |
| Zamsir Zamsir | Affiliation unknown | 1 |
| Magfira Izzani Maulania | Affiliation unknown | 1 |
| M. Wawan Gunawan | Affiliation unknown | 1 |
| Ria Septiani | Affiliation unknown | 1 |
| Nurtarisya Firly Ramadhani | Affiliation unknown | 1 |
| Juwita Juwita | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Eka Merdekawati Djafar | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Sagira | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Budiman | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.