Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

The Technical Capacity of Jetty Structure Analysis of The Lampia Port

Analisis Kapasitas Teknis Struktur Dermaga Pelabuhan Lampia

Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan · Vol. ume (2020) · pp. 49–56

DOI
10.62012/zl.v1i2.10834
ISSN
2721-5717, 2747-2124
Published
2020-07-25
Publisher
Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

English

PT. Sinergi Perkebunan Nusantara plans to use the Lampia port for shipping of Crude Palm Oil (CPO). Lampia Jetty has more than ten years old so that its carrying capacity against external loads may have decreased. Therefore for the operational safety of the ship, it is necessary to study the engineering capacity of the pier. By knowing the engineeringcapacity of the existing pier, the maximum ship dimensions that can be served by pier can be determined. This study began with the collection of supporting data consisting of ship data, hydro-oceanographic data, bathymetry data, pier structure data and earthquake data. Furthermore, the load calculation that works on the pier consists of dead and live loads, earthquake loads, ship impact loads, current loads, wave loads, ship tensile loads and wind loads. After the load calculation is completed, then the pier modeling is done using SAP2000 software followed by inputting the load using aspecific combination of loading and running model. In this study the dimensions of the ship were varied namely 500 ton, 700 ton, 1000 ton, 2000 ton and 3000 ton. The indicator used in assessing the technical capacity of the pier is the safety factor (SF) as a function of the ship DWT. Based on the results of the strength analysis of the pier structure, it wasfound that the existing pier is capable and safe serving ships with a size of 27 1027 DWT if it uses a safety factor (SF) 1.5. Whereas if use the safety factor (SF) 2.0, the existing pier structure is capable and safe to service ships with a size of ≤ 510 DWT.

Bahasa Indonesia

PT. Sinergi Perkebunan Nusantara berencana menggunakan pelabuhan Lampia untuk pengapalan Crude Palm Oil (CPO). Dermaga Lampia telah berumur lebih dari sepuluh tahun sehingga daya dukungnya terhadap beban eksternal mungkin telah mengalami menurun.Oleh sebab itu untuk keamanan operasional kapal maka perlu dilakukan kajian terkait kapasitas teknis dermaga tersebut. Dengan diketahuinya kapasitas teknis dermaga maka dimensi kapal maksimum yang dapat dilayani dapat diketahui. Penelitian ini dimulai dari pengumpulan data pendukung yang terdiri dari data kapal, data hidro-oseanografi, data batimetri, data struktur dermaga dan data gempa. Selanjutnya dilakukan perhitungan beban yang bekerja pada dermaga yang terdiri dari beban mati dan beban hidup, beban gempa, beban benturan kapal, beban arus, beban gelombang, beban tarik kapal dan beban angin. Setelah perhitungan beban selesai, selanjutnya dilakukan pemodelan dermaga menggunakan perangkat lunak SAP2000 yang dilanjutkan dengan penginputan beban yang menggunakan kombinasi pembebanan tertentu serta dilakukan running model. Pada penelitian ini dilakukan variasi dimensi kapal yaitu 500 DWT, 700 DWT, 1000 DWT, 2000 DWT dan 3000 DWT. Indikator yang digunakan dalam menilai kapasitas teknis dermaga adalah safety factor (SF) sebagai fungsi dari DWT kapal. Berdasarkan hasil analisis kekuatan struktur dermaga, diperoleh bahwa dermaga eksisting mampu dan aman melayani kapal dengan ukuran ≤ 1027 DWT jika menggunakan safety factor (SF) 1,5. Sedangkan jika menggunakan safety factor (SF) 2,0 maka struktur dermaga eksisting mampu dan aman melayani kapal dengan ukuran ≤ 510 DWT.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 111 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Hasanuddin University
  • Universitas Teknologi Yogyakarta
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Taufiqur RachmanAffiliation unknown23
Hasdinar UmarAffiliation unknown9
Achmad Yasir BaedaAffiliation unknown8
Ashury AshuryAffiliation unknown4
Dwi AgusdiansyahAffiliation unknown4
Nur AzisahAffiliation unknown3
Teguh PairunanAffiliation unknown3
Tri UtariAffiliation unknown2
Muhammad AsdarAffiliation unknown2
Putri Sriwahyuni KasbaAffiliation unknown2
ZULFIKAR ZULFIKARUniversitas Halu Oleo2
Mu’minatung NisaAffiliation unknown2
Fuad Mahfud AssidiqAffiliation unknown2
Taufiqurrahman TaufiqurrahmanAffiliation unknown2
Ilham AlkhaerAffiliation unknown2
Novrian Yosua TimangAffiliation unknown2
Nur RachmiAffiliation unknown2
Muhammad AksarAffiliation unknown2
Muhammad Arsyad ThahaAffiliation unknown2
Wasir SamadAffiliation unknown2
Alif Hidayat KasimAffiliation unknown2
Adriani PhadyAffiliation unknown1
Arsil ArsilAffiliation unknown1
Sugianto SugiantoUniversitas Nahdlatul Ulama Blitar1
Riswal KarammaHasanuddin University1
Rita Tahir LopaAffiliation unknown1
Yuliani SulemanAffiliation unknown1
Reskiyanti ReskiyantiAffiliation unknown1
Wahyuni HasanAffiliation unknown1
Wahyu Sakinah KasimAffiliation unknown1
Ahmad Yasir BaedahAffiliation unknown1
Nurwani SarahAffiliation unknown1
Irma HandayaniUniversitas Teknologi Yogyakarta1
Riska DamayantAffiliation unknown1
Royh Savhanta TonapaAffiliation unknown1
Denis Restuardi DunduAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">The Technical Capacity of Jetty Structure Analysis of The Lampia Port </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Analisis Kapasitas Teknis Struktur Dermaga Pelabuhan Lampia</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Paotonan, Chairul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahman, Sabaruddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mas’ud M, Ahmad Azwar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Putra, Teguh Pairunan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Paotonan, Chairul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rahman, Sabaruddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Mas’ud M, Ahmad Azwar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Putra, Teguh Pairunan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Dermaga, Beban dan Faktor Keamanan.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pier, Loads and Safety Fcctor.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">PT. Sinergi Perkebunan Nusantara plans to use the Lampia port for shipping of Crude Palm Oil (CPO). Lampia Jetty has more than ten years old so that its carrying capacity against external loads may have decreased. Therefore for the operational safety of the ship, it is necessary to study the engineering capacity of the pier. By knowing the engineeringcapacity of the existing pier, the maximum ship dimensions that can be served by pier can be determined. This study began with the collection of supporting data consisting of ship data, hydro-oceanographic data, bathymetry data, pier structure data and earthquake data. Furthermore, the load calculation that works on the pier consists of dead and live loads, earthquake loads, ship impact loads, current loads, wave loads, ship tensile loads and wind loads. After the load calculation is completed, then the pier modeling is done using SAP2000 software followed by inputting the load using aspecific combination of loading and running model. In this study the dimensions of the ship were varied namely 500 ton, 700 ton, 1000 ton, 2000 ton and 3000 ton. The indicator used in assessing the technical capacity of the pier is the safety factor (SF) as a function of the ship DWT. Based on the results of the strength analysis of the pier structure, it wasfound that the existing pier is capable and safe serving ships with a size of 27 1027 DWT if it uses a safety factor (SF) 1.5. Whereas if use the safety factor (SF) 2.0, the existing pier structure is capable and safe to service ships with a size of ≤ 510 DWT.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">PT. Sinergi Perkebunan Nusantara berencana menggunakan pelabuhan Lampia untuk pengapalan Crude Palm Oil (CPO). Dermaga Lampia telah berumur lebih dari sepuluh tahun sehingga daya dukungnya terhadap beban eksternal mungkin telah mengalami menurun.Oleh sebab itu untuk keamanan operasional kapal maka perlu dilakukan kajian terkait kapasitas teknis dermaga tersebut. Dengan diketahuinya kapasitas teknis dermaga maka dimensi kapal maksimum yang dapat dilayani dapat diketahui. Penelitian ini dimulai dari pengumpulan data pendukung yang terdiri dari data kapal, data hidro-oseanografi, data batimetri, data struktur dermaga dan data gempa. Selanjutnya dilakukan perhitungan beban yang bekerja pada dermaga yang terdiri dari beban mati dan beban hidup, beban gempa, beban benturan kapal, beban arus, beban gelombang, beban tarik kapal dan beban angin. Setelah perhitungan beban selesai, selanjutnya dilakukan pemodelan dermaga menggunakan perangkat lunak SAP2000 yang dilanjutkan dengan penginputan beban yang menggunakan kombinasi pembebanan tertentu serta dilakukan running model. Pada penelitian ini dilakukan variasi dimensi kapal yaitu 500 DWT, 700 DWT, 1000 DWT, 2000 DWT dan 3000 DWT. Indikator yang digunakan dalam menilai kapasitas teknis dermaga adalah safety factor (SF) sebagai fungsi dari DWT kapal. Berdasarkan hasil analisis kekuatan struktur dermaga, diperoleh bahwa dermaga eksisting mampu dan aman melayani kapal dengan ukuran ≤ 1027 DWT jika menggunakan safety factor (SF) 1,5. Sedangkan jika menggunakan safety factor (SF) 2,0 maka struktur dermaga eksisting mampu dan aman melayani kapal dengan ukuran ≤ 510 DWT.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-07-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/article/view/10834</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.62012/zl.v1i2.10834</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan; Volume 1, Number 2, July 2020 Edition; 49-56</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi  Kelautan; Volume 1, Nomor 2, Edisi Juli 2020; 49-56</dc:source>
	<dc:source>2721-5717</dc:source>
	<dc:source>2747-2124</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/article/view/10834/5638</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Zona Laut : Jurnal Inovasi dan Teknologi Kelautan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>