Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Placement And Needs Analysis Cathodic Protection System On Offshore Subsea Gas Pipeline From Pemping Island to Tanjung Uncang Batam

Analisa Penempatan Dan Kebutuhan Proteksi Katodik Pada Sistem Pipa Gas Bawah Laut Offshore Dari Pulau Pemping Ke Tanjung Uncang Batam

Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan · Vol. ume No. vember (2020) · pp. 57–63

DOI
10.62012/zl.v1i3.11978
ISSN
2721-5717, 2747-2124
Published
2020-11-30
Publisher
Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin
Language
id

Abstract

English

Corrosion is a problem that often occurs in submarine pipelines. This is because the metal pipe material is installed in environments that have a high level of corrosivity. Although corrosion cannot be avoided or eliminated, it can be controlled by cathodic protection. One of them is the sacrificial anode method. The aim of this research is to design a corrosion rate control in an underwater pipe along 13.5km, with a diameter of 16 inches for a design life of 45 years. The anode used is a 400 mm long and 40 mm thick anode made of aluminum alloy. In designing this cathodic protection, the writer refers to DNVGL-F103 and ISO 15589-2. From the results of this study, we will get the total anode needed to protect the pipe and the installation distance between the anodes. Based on the total anode, it can be seen the estimated cost needed in making cathodic protection.

Bahasa Indonesia

Korosi merupakan suatu permasalahan yang sering terjadi pada rangkaian pipa bawah laut. Hal ini dikarenakan material pipa logam yang dipasang di lingkungan yang memiliki tingkat korosifitas tinggi. Walaupun korosi tidak dapat dihindari atau dihilangkan, namun dapat dikendalikan untuk meminimalisir kerusakan pada pipa dengan melakukan perancangan proteksi katodik. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode anoda korban. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan pengendalian laju korosi pada pipa bawah laut sepanjang 13,5 km, berdiameter 16 inci untuk umur desain 45 tahun dimana kebutuhan proteksi tiap meter pipa dianggap sama. Anoda yang digunakan adalah anoda gelang dengan panjang 400 mm dan tebal 40 mm yang berbahan paduan aluminium. Dalam perancangan proteksi katodik ini, penulis mengacu pada ketentuan DNVGL-F103 dan ISO 15589-2. Dari hasil penelitian ini, akan di dapatkan total anoda yang dibutuhkan untuk memproteksi pipa serta jarak pemasangan antar anoda. Berdasarkan total anoda tersebut, dapat diketahui estimasi biaya yang diperlukan dalam pembuatan proteksi katodik.

Keywords

Collaboration network of the authors

36 authors · 80 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Muhammadiyah University of Makassar
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Chairul PaotonanAffiliation unknown3
Adelio Shatara NugrahaAffiliation unknown2
Muhammad AsdarAffiliation unknown2
Habibi PalippuiAffiliation unknown2
Syamsul AsriAffiliation unknown2
Nur HasniMuhammadiyah University of Makassar1
Andi QuraisyMuhammadiyah University of Makassar1
Novita Zulhera JaenudinAffiliation unknown1
Muhammad RafiyAffiliation unknown1
Rosnawintang RosnawintangAffiliation unknown1
Suwandi SuwandiAffiliation unknown1
Manat RahimAffiliation unknown1
Syamsir NurAffiliation unknown1
La Ode Herman HalikaAffiliation unknown1
Sumadi DillaUniversitas Halu Oleo1
Vivian Karim LadesiAffiliation unknown1
Tri MulyonoAffiliation unknown1
Intan Puspa WangiAffiliation unknown1
AMAR MA’RUFUniversitas Halu Oleo1
Nabila Ainun Nur RahmatAffiliation unknown1
Juswan SadeAffiliation unknown1
Makbul MubarakAffiliation unknown1
Jusma WahidahAffiliation unknown1
Muhammad Rusydi AlwiAffiliation unknown1
Farianto FachruddinAffiliation unknown1
Mohammad Rizal FirmansyahAffiliation unknown1
Fadhil Rizki ClausthaldiAffiliation unknown1
Muhammad Rezky Pratama HarisAffiliation unknown1
Muhammad Risqan KhalisAffiliation unknown1
Muhammad Zubair Muis AlieAffiliation unknown1
Ratnawati SiburianAffiliation unknown1
Muhammad Zubair Muis AlieAffiliation unknown1
Imam IsmailAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Placement And Needs Analysis Cathodic Protection System On Offshore Subsea Gas Pipeline From Pemping Island to Tanjung Uncang Batam</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Analisa Penempatan Dan Kebutuhan Proteksi Katodik Pada Sistem Pipa Gas Bawah Laut Offshore Dari Pulau Pemping Ke Tanjung Uncang Batam</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Azisah, Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Paroka, Daeng</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wahyuddin, Wahyuddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Azisah, Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Paroka, Daeng</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Wahyuddin, Wahyuddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Pipa, Proteksi,  Korosi, Anoda Korban, DNVGL, ISO.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pipe, Protection, Corrosion, Sacrificial Anode, DNVGL, ISO.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Corrosion is a problem that often occurs in submarine pipelines. This is because the metal pipe material is installed in environments that have a high level of corrosivity. Although corrosion cannot be avoided or eliminated, it can be controlled by cathodic protection. One of them is the sacrificial anode method. The aim of this research is to design a corrosion rate control in an underwater pipe along 13.5km, with a diameter of 16 inches for a design life of 45 years. The anode used is a 400 mm long and 40 mm thick anode made of aluminum alloy. In designing this cathodic protection, the writer refers to DNVGL-F103 and ISO 15589-2. From the results of this study, we will get the total anode needed to protect the pipe and the installation distance between the anodes. Based on the total anode, it can be seen the estimated cost needed in making cathodic protection.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Korosi merupakan suatu permasalahan yang sering terjadi pada rangkaian pipa bawah laut. Hal ini dikarenakan material pipa logam yang dipasang di lingkungan yang memiliki tingkat korosifitas tinggi. Walaupun korosi tidak dapat dihindari atau dihilangkan, namun dapat dikendalikan untuk meminimalisir kerusakan pada pipa dengan melakukan perancangan proteksi katodik. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode anoda korban. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan pengendalian laju korosi pada pipa bawah laut sepanjang 13,5 km, berdiameter 16 inci untuk umur desain 45 tahun dimana kebutuhan proteksi tiap meter pipa dianggap sama. Anoda yang digunakan adalah anoda gelang dengan panjang 400 mm dan tebal 40 mm  yang berbahan paduan aluminium. Dalam perancangan proteksi katodik ini, penulis mengacu pada ketentuan DNVGL-F103 dan ISO 15589-2. Dari hasil penelitian ini, akan di dapatkan total anoda yang dibutuhkan untuk memproteksi pipa serta jarak pemasangan antar anoda. Berdasarkan total anoda tersebut, dapat diketahui estimasi biaya yang diperlukan dalam pembuatan proteksi katodik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/article/view/11978</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.62012/zl.v1i3.11978</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan; Volume 1, Number 3, November 2020 Edition; 57-63</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi  Kelautan; Volume 1, Nomor 3, Edisi November 2020; 57-63</dc:source>
	<dc:source>2721-5717</dc:source>
	<dc:source>2747-2124</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/article/view/11978/6107</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Zona Laut : Jurnal Inovasi dan Teknologi Kelautan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/workflow/index/11978/5</dc:rights>
</oai_dc:dc>