Open access Jurnal
Utilization of Ocean Current Energy in Awerange Bay as a Sustainable Alternative Energy Source
Pemanfaatan Energi Arus Laut Pada Teluk Awerange Sebagai Sumber Energi Alternatif Yang Bekerlanjutan
Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan · Vol. ume No. vember (2020) · pp. 107–115
- ISSN
- 2721-5717, 2747-2124
- Published
- 2020-11-30
- Publisher
- Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin
- Language
- id
Abstract
English
Indonesia has a sea area of 96,079 km2 and a coastline of 99,093 km, making Indonesia has the potential to utilize the sea as a new and renewable energy source. However, the use of new and renewable energy has only reached 6.2% in 2015. One of the marine energies that can be utilized is ocean currents. Awerange Bay, located in South Sulawesi, is a point that has a source of marine energy and can be used as an environmentally friendly, sustainable renewable energy. The current velocity in the Awerange Bay area in low tide can reach 0.25 - 0.36 m / s. So it can be possible to use tidal energy using turbines. The Kobold turbines take advantage of currents from seawater in Awerange Bay. By using a bi-directional (two-way) turbine that moves the turbine clockwise or vice versa. Turbines that are installed horizontally on the seabed can convert the kinetic energy of the turbines into electrical energy during tides, making the turbines suitable for use as marine tidal power generation. As a sample based on the Ministry of Energy and Mineral Resources, current energy can produce 1.2 MW / turbine. The big advantage of bi-directional turbines is that the propeller blades do not need to be reversed when the flow direction changes. This makes for a robust design, less expensive to build, maintain, and a lower risk of breakage. Also two-way turbines on average produce twice the electrical energy that uni-directional turbines, which only function during tides or floods.
Bahasa Indonesia
Indonesia memiliki luas laut 96.079 km2 dan panjang garis pantai sebesar 99.093 km, membuat Indonesia memiliki potensi untuk memanfaatkan laut sebagai sumber energi baru terbarukan. Namun pemanfaatan energi baru terbarukan saat ini baru mencapai 6,2% pada tahun 2015. Salah satu energi laut yang dapat dimanfaatkan adalah arus laut. Teluk Awerange yang terletak di Sulawesi Selatan merupakan titik yang memiliki sumber energi laut dan dapat dimanfaatkan menjadi energi terbarukan berkelanjutan yang ramah lingkungan. Kecepatan arus di wilayah Teluk Awerange dalam kondisi surut dapat mencapai 0,25 – 0,36 m/s. Sehingga dapat memungkinkan untuk menggunakan energi pasang surut dengan menggunakan turbin. Turbin Kobold memanfaatkan arus dari air laut pada Teluk Awerange. Dengan menggunakan turbin bi-directional (dua arah) yang menggerakkan turbin searah jarum jam maupun sebaliknya. Turbin yang dipasang secara horizontal pada dasar laut dapat mengubah energi kinetik dari turbin menjadi energi listrik saat pasang surut, menjadikan turbin layak digunakan sebagai pembangkit energi listrik tenaga pasang surut laut. Sebagai sampel berdasarkan Kementrian ESDM energi arus dapat menghasilkan 1,2 MW/turbin. Keuntungan besar dari turbin bi-directional adalah bahwa bilah baling-baling tidak perlu dibalik ketika arah aliran berubah. Hal ini membuat desain yang kuat, lebih murah untuk membangun, dirawat dan resiko kerusakan lebih rendah. Juga turbin dua arah rata-rata menghasilkan dua kali energi listrik dari yang dihasilkan oleh turbin uni-directional, yang hanya berfungsi selama pasang surut atau banjir.
Keywords
Collaboration network of the authors
33 authors · 89 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Hasdinar Umar | Affiliation unknown | 2 |
| Indah Putri Humairah | Affiliation unknown | 2 |
| Muhammad Zubair Muis Alie | Affiliation unknown | 2 |
| Ashury Ashury | Affiliation unknown | 2 |
| A. Muhammad Fauzan Sulfa | Affiliation unknown | 2 |
| Aimar Rendra Patanrei Abduh | Affiliation unknown | 2 |
| Muh. Yatzin Azharil | Affiliation unknown | 2 |
| Juswan Sade | Affiliation unknown | 2 |
| Indah Melati | Affiliation unknown | 1 |
| Nur Fatima Dwi Putri | Affiliation unknown | 1 |
| Cynthia Sampe Lolo | Affiliation unknown | 1 |
| Habibi Palippui | Affiliation unknown | 1 |
| Rati Ahmad | Affiliation unknown | 1 |
| Chandra Yudhatama | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Nadhilah Qisthina Anshari | Affiliation unknown | 1 |
| Megawati Megawati | Affiliation unknown | 1 |
| Arasy Safir | Affiliation unknown | 1 |
| Muh Renaldy | Affiliation unknown | 1 |
| Rahmaliyah Kadir | Affiliation unknown | 1 |
| Melvy Ayu Fatimah | Affiliation unknown | 1 |
| Isti Amaliah Sabrina | Affiliation unknown | 1 |
| Putri Ayu Nur Shabrina | Affiliation unknown | 1 |
| Measy Angelina Manglean Lembang | Affiliation unknown | 1 |
| Siti Hajar Putri Maharani Nasrun | Affiliation unknown | 1 |
| Asripa Asripa | Affiliation unknown | 1 |
| Chairul Paotonan | Affiliation unknown | 1 |
| Taufiqur Rachman | Affiliation unknown | 1 |
| Irfaniyanti Irfaniyanti | Affiliation unknown | 1 |
| Ariska Ariska | Affiliation unknown | 1 |
| Nur Rachmi | Affiliation unknown | 1 |
| Muh Yatzin Azharil | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.