Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Population of Hammerhead Sharks at the Fish Landing Port (PPI) of Meulaboh, West Aceh District

Populasi Hiu Martil Di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Meulaboh Kabupaten Aceh Barat

Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan · Vol. ume No. vember (2022) · pp. 18–23

DOI
10.62012/zl.v3i3.24275
ISSN
2721-5717, 2747-2124
Published
2022-11-26
Publisher
Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

English

The territorial waters of West Aceh, Aceh Province is an area with a long topography and wide sea. The water area is included in the Republic of Indonesia State Fisheries Management Area (WPPNRI) 572. The hammerhead shark Sphyrna lewini is not significantly different from the hammerhead shark Sphyrna mokarran, both of which are characterized by their heads widening laterally and being less than a third of their body shape. Sphyrna lewini has a body size ranging from 50 cm to 420 cm, which generally lives in the tropics and is easily found in island waters with a continental shelf reaching a depth of 275 m. Its important role can be seen from an ecological perspective in the development of conservation and sustainable marine and fishery resources. This should be managed responsibly for the sake of creating a prosperous and independent society. West Aceh district is a coastal area that is rich in fishery products. This is inseparable from its location directly facing the Indian Ocean which is rich in fish. However, the sustainability of the hammerhead shark is not yet known in detail. Therefore, a study on the sustainability of hammerhead sharks at PPI Meulaboh needs to be carried out. The method used in this study was a field experiment (experimental fishing) from fishermen’s catches. Furthermore, the data obtained were tabulated and analyzed. Overall, the size of the hammerhead shark caught by fishermen was in the interval of 62.5-93.5 cm. By sex, there were 19 male sharks and 20 female sharks. The maximum length (L∞) was 96 cm. Furthermore, the value of K was 0.290 per year. The Von Bertanlffy growth equation model was Lt = 91.6(1-e-0.29(t+0.03)). The value of total mortality (Z) was 0.84 and natural mortality (M) was 0.94 with a temperature of 29 0C, where the incidence of natural deaths was greater than fishing deaths. Fishing mortality (F) was 0.10, with an exploitation ratio (E) was of 0.12.

Bahasa Indonesia

Wilayah perairan Aceh Barat Provinsi Aceh merupakan wilayah dengan topografi serta memiliki panjang dan laut yang sangant luas. Wilayah perairan tersebut termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 572. Hiu martil jenis Sphyrna lewini ini tidak berbeda jauh dengan hiu martil Sphyrna mokarran dimana memiliki ciri kepala melebar ke samping dan lebarnya kurang dari sepertiga bentuk tubuhnya. Sphyrna lewini mampu memiliki ukuran tubuh mulai dari 50 sampai 420 cm umumnya hidup di daerah tropis dan mudah dijumpai di perairan kepulauan serta paparan benua yang mencapai kedalaman 275 m. Peran penting dilihat dari sisi ekologi pengembangan pelestarian serta berkelanjutan sumberdaya kelautan dan perikanan seharusnya di kelola dengan bertanggungjawab demi terciptanya masyarakat yang makmur dan sejahtera, mandiri untuk lebih baik. Kabupaten Aceh Barat merupakan wilayah pesisir yang kaya akan hasil perikanannya. Hal tersebut tidak terlepas dari letaknya yang menghadap langsung Samudera Hindia yang kaya akan ikan. Namun belum banyak diketahui secara detail keberlanjutan salah satu dari ikan hiu martil. Oleh karena itu perlu dikaji keberlanjutan hiu martil di PPI Meulaboh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu percobaan lapangan (experimental fishing) hasil tangkapan nelayan. Selanjutnya data yang didapatkan ditabulasikan dan dianalisis. Secara keseluruhan ukuran hiu martil hasil tangkapan nelayan dengan selang ukuran 62,5-93,5 cm. Jenis kelamin jumlah hiu jantan sebanyak 19 ekor dan betina berjumlah 20 ekor. ukuran panjang maksimum (L∞) yakni dengan ukuran 96 cm. Selanjutnya nilai K sebesar 0.290 pertahun. model persamaan pertumbuhan Von Bertanlffy yakni Lt = 91,6(1-e-0,29(t+0,03)). Nilai mortalitas total (Z) sebesar 0.84, mortalitas alami (M) dengan nilai 0.94 dengan kisaran suhu 290C dimana kematian alami lebih besar dibandingkan dengan kematian penangkapan. mortalitas penangkapan (F) sebesar 0.10 dengan rasio eksploitasi (E) sebesar 0.12.

Keywords

Collaboration network of the authors

8 authors · 19 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muammar KadhafiAffiliation unknown2
Iksan ZakiyaAffiliation unknown2
Roni Arif MunandarAffiliation unknown2
Rafika OkasariAffiliation unknown2
Samsul BahriAffiliation unknown2
Ria KambaAffiliation unknown2

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Population of Hammerhead Sharks at the Fish Landing Port (PPI) of Meulaboh, West Aceh District</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Populasi Hiu Martil Di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Meulaboh Kabupaten Aceh Barat</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Alaudin, Alaudin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Burhanis, Burhanis</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Alaudin, Alaudin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Burhanis, Burhanis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Hiu martil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">meulaboh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">populasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">sphyrna lewini</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">-</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hammerhead shark, Meulaboh, population, Sphyrna lewini.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">The territorial waters of West Aceh, Aceh Province is an area with a long topography and wide sea. The water area is included in the Republic of Indonesia State Fisheries Management Area (WPPNRI) 572. The hammerhead shark Sphyrna lewini is not significantly different from the hammerhead shark Sphyrna mokarran, both of which are characterized by their heads widening laterally and being less than a third of their body shape. Sphyrna lewini has a body size ranging from 50 cm to 420 cm, which generally lives in the tropics and is easily found in island waters with a continental shelf reaching a depth of 275 m. Its important role can be seen from an ecological perspective in the development of conservation and sustainable marine and fishery resources. This should be managed responsibly for the sake of creating a prosperous and independent society. West Aceh district is a coastal area that is rich in fishery products. This is inseparable from its location directly facing the Indian Ocean which is rich in fish. However, the sustainability of the hammerhead shark is not yet known in detail. Therefore, a study on the sustainability of hammerhead sharks at PPI Meulaboh needs to be carried out. The method used in this study was a field experiment (experimental fishing) from fishermen’s catches. Furthermore, the data obtained were tabulated and analyzed. Overall, the size of the hammerhead shark caught by fishermen was in the interval of 62.5-93.5 cm. By sex, there were 19 male sharks and 20 female sharks. The maximum length (L∞) was 96 cm. Furthermore, the value of K was 0.290 per year. The Von Bertanlffy growth equation model was Lt = 91.6(1-e-0.29(t+0.03)). The value of total mortality (Z) was 0.84 and natural mortality (M) was 0.94 with a temperature of 29 0C, where the incidence of natural deaths was greater than fishing deaths. Fishing mortality (F) was 0.10, with an exploitation ratio (E) was of 0.12.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Wilayah perairan Aceh Barat Provinsi Aceh merupakan wilayah dengan topografi serta memiliki panjang dan laut yang sangant luas. Wilayah perairan tersebut termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 572. Hiu martil jenis Sphyrna lewini ini tidak berbeda jauh dengan hiu martil Sphyrna mokarran dimana memiliki ciri kepala melebar ke samping dan lebarnya kurang dari sepertiga bentuk tubuhnya. Sphyrna lewini mampu memiliki ukuran tubuh mulai dari 50 sampai 420 cm umumnya hidup di daerah tropis dan mudah dijumpai di perairan kepulauan serta paparan benua yang mencapai kedalaman 275 m. Peran penting dilihat dari sisi ekologi pengembangan pelestarian serta berkelanjutan sumberdaya kelautan dan perikanan seharusnya di kelola dengan bertanggungjawab demi terciptanya masyarakat yang makmur dan sejahtera, mandiri untuk lebih baik. Kabupaten Aceh Barat merupakan wilayah pesisir yang kaya akan hasil perikanannya. Hal tersebut tidak terlepas dari letaknya yang menghadap langsung Samudera Hindia yang kaya akan ikan. Namun belum banyak diketahui secara detail keberlanjutan salah satu dari ikan hiu martil. Oleh karena itu perlu dikaji keberlanjutan hiu martil di PPI Meulaboh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu percobaan lapangan (experimental fishing) hasil tangkapan nelayan. Selanjutnya data yang didapatkan ditabulasikan dan dianalisis. Secara keseluruhan ukuran hiu martil hasil tangkapan nelayan dengan selang ukuran 62,5-93,5 cm. Jenis kelamin jumlah hiu jantan sebanyak 19 ekor dan betina berjumlah 20 ekor. ukuran panjang maksimum (L∞) yakni dengan ukuran 96 cm. Selanjutnya nilai K sebesar 0.290 pertahun. model persamaan pertumbuhan Von Bertanlffy yakni Lt = 91,6(1-e-0,29(t+0,03)). Nilai mortalitas total (Z) sebesar 0.84, mortalitas alami (M) dengan nilai 0.94 dengan kisaran suhu 290C dimana kematian alami lebih besar dibandingkan dengan kematian penangkapan. mortalitas penangkapan (F) sebesar 0.10 dengan rasio eksploitasi (E) sebesar 0.12.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/article/view/24275</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.62012/zl.v3i3.24275</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan; Volume 3, Number 3, November 2022 Edition; 18-23</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi  Kelautan; Volume 3, Nomor 3, Edisi November 2022; 18-23</dc:source>
	<dc:source>2721-5717</dc:source>
	<dc:source>2747-2124</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/article/view/24275/9074</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Alaudin Alaudin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>