Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Wave Measurement Accuracy In Front Of Floating Breakwater Model

Akurasi Pengukuran Gelombang Di Depan Model Pemecah Gelombang Terapung

Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan · Vol. ume (2023) · pp. 45–53

DOI
10.62012/zl.v4i1.24302
ISSN
2721-5717, 2747-2124
Published
2023-03-26
Publisher
Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

English

Sea waves are the movement of sea water on the surface with an up or down motion that is shaped the same as a sinusoidal line, which can arise due to the generating force on the sea surface with various types of sea wave generation by the wind, the attractive force between the earth, the moon and the sun, earthquakes and finally by the movement of the ship. Regular waves were tested in a wave flume 25 m long, 1 m wide and 1.2 m deep equipped with a flap type wave generator. The wave absorber at the other end is built from a mound of rock. Eight wave measuring points (HR Wallingford 8 channels) are co-located with the wavelength. Wave probes 1-5 are set at 0.1L while 5-8 are set at 0.2L. The wave generator then produces fluctuations in the water level that increase until it reaches the desired wave height. After several incoming waves, the reflected waves then lower the fluctuations in the water level until they reach a stable wave condition (which has the same shape and peak height) which indicates that the resulting waves are linear waves. The R2 method is used to evaluate the accuracy of wave measurement, that the two-point method with a wave measuring distance of 0.2L is the best method for measuring wave height. The two methods are compared with the general method to obtain the appropriate one for each case. The generated waves tend to be nonlinear with increasing wave height. The accuracy is reduced due to the nonlinearity of the resulting waves. Wave generator performance can be improved by reducing wave reflection. There is an influence of the distance of the wave meter on the accuracy of the wave height measurement. Good accuracy can be achieved at a wave probe distance of 0.2L for the two-point and three-point methods.

Bahasa Indonesia

Gelombang laut merupakan pergerakan dari air laut di permukaan dengan gerakan naik ataupun turun yang berbentuk sama seperti garis sinusoidal, yang dapat timbul diakibatkan oleh gaya pembangkit pada permukaan laut dengan macampembangkit gelombang laut oleh angin, gaya tarik menarik antara bumi, bulan dan matahari, gempa dan terakhir olehgerakan kapal. Gelombang reguler diuji dalam flume gelombang dengan panjang 25 m, lebar 1 m dan kedalaman 1,2 myang dilengkapi dengan generator gelombang tipe flap. Penyerap gelombang di ujung lainnya dibangun dari gundukanbatu. Delapan titik pengukur gelombang (HR Wallingford 8 saluran) ditempatkan bersama dengan panjang gelombang.Probe gelombang 1-5 diatur pada jarak 0,1L sedangkan 5-8 diatur pada 0,2L. Pembangkit gelombang kemudianmenghasilkan fluktuasi muka air yang meningkat hingga mencapai ketinggian gelombang yang diinginkan. Setelahbeberapa gelombang datang, gelombang pantul kemudian menurunkan fluktuasi muka air hingga mencapai kondisigelombang stabil (yang bentuk dan tinggi puncaknya relative sama) yang menunjukkan bahwa gelombang yangdihasilkan adalah gelombang linear. Metode R2 digunakan untuk mengevaluasi akurasi pengukuran gelombang, bahwametode dua titik dengan jarak pengukur gelombang 0,2L adalah metode terbaik untuk mengukur tinggi gelombang.Keduametode tersebut dibandingkan dengan metode umum untuk mendapatkan yang sesuai untuk setiap kasus. Gelombangyang dibangkitkan cenderung nonlinier dengan bertambahnya tinggi gelombang. Keakuratan berkurang karena nonliniergelombang yang dihasilkan. Kinerja pembangkit gelombang dapat ditingkatkan dengan mengurangi refleksi gelombang.Ada pengaruh jarak pengukur gelombang terhadap akurasi pengukuran tinggi gelombang. Akurasi yang baik dapatdicapai pada jarak probe gelombang 0,2L untuk metode dua titik dan tiga titik.

Keywords

Collaboration network of the authors

37 authors · 106 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Chairul PaotonanAffiliation unknown12
Hasdinar UmarAffiliation unknown7
Taufiqur RachmanAffiliation unknown4
Teguh PairunanAffiliation unknown2
Dwi AgusdiansyahAffiliation unknown2
Didit Fahrudin Muhamad SalehAffiliation unknown2
Taufiqurrahman TaufiqurrahmanAffiliation unknown2
Ilham AlkhaerAffiliation unknown2
Ariska AriskaAffiliation unknown2
Nur RachmiAffiliation unknown2
Muhammad AksarAffiliation unknown2
Muhammad Arsyad ThahaAffiliation unknown2
Wasir SamadAffiliation unknown2
Tri UtariAffiliation unknown1
Ahmad Azwar Mas'ud MAffiliation unknown1
Teguh Pairunan PutraAffiliation unknown1
Alif Hidayat KasimAffiliation unknown1
Jumadi JumadiAffiliation unknown1
Ashury AshuryAffiliation unknown1
Muh. Furqan Lizak UtamaAffiliation unknown1
Baso KamaluddinAffiliation unknown1
Abdi KurniawanAffiliation unknown1
Deni MulyawanAffiliation unknown1
Chusnul FebriandiniAffiliation unknown1
Glenndy Lambang Prasetyadi DupuyAffiliation unknown1
Stivan LomoAffiliation unknown1
Axel Nugratama BAffiliation unknown1
Maraya Abisurya PatandiananAffiliation unknown1
Ahmad Yasir BaedaAffiliation unknown1
Halend PutraAffiliation unknown1
Kelvin Fitrah Prawira DupuyAffiliation unknown1
Andi Mega MustikaAffiliation unknown1
Ratih PurwasihAffiliation unknown1
Ainiyah RahmahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Wave Measurement Accuracy In Front Of Floating Breakwater Model</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Akurasi Pengukuran Gelombang Di Depan Model Pemecah Gelombang Terapung</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahman, Sabaruddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Timang, Novrian Yosua</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Baeda, Achmad Yasir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rahman, Sabaruddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Timang, Novrian Yosua</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Baeda, Achmad Yasir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Gelombang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pengukuran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">HR Wallingford</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">-</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Waves</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">HR Wallingford</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Measurement</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Sea waves are the movement of sea water on the surface with an up or down motion that is shaped the same as a sinusoidal line, which can arise due to the generating force on the sea surface with various types of sea wave generation by the wind, the attractive force between the earth, the moon and the sun, earthquakes and finally by the movement of the ship. Regular waves were tested in a wave flume 25 m long, 1 m wide and 1.2 m deep equipped with a flap type wave generator. The wave absorber at the other end is built from a mound of rock. Eight wave measuring points (HR Wallingford 8 channels) are co-located with the wavelength. Wave probes 1-5 are set at 0.1L while 5-8 are set at 0.2L. The wave generator then produces fluctuations in the water level that increase until it reaches the desired wave height. After several incoming waves, the reflected waves then lower the fluctuations in the water level until they reach a stable wave condition (which has the same shape and peak height) which indicates that the resulting waves are linear waves. The R2 method is used to evaluate the accuracy of wave measurement, that the two-point method with a wave measuring distance of 0.2L is the best method for measuring wave height. The two methods are compared with the general method to obtain the appropriate one for each case. The generated waves tend to be nonlinear with increasing wave height. The accuracy is reduced due to the nonlinearity of the resulting waves. Wave generator performance can be improved by reducing wave reflection. There is an influence of the distance of the wave meter on the accuracy of the wave height measurement. Good accuracy can be achieved at a wave probe distance of 0.2L for the two-point and three-point methods.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Gelombang laut merupakan pergerakan dari air laut di permukaan dengan gerakan naik ataupun turun yang berbentuk sama seperti garis sinusoidal, yang dapat timbul diakibatkan oleh gaya pembangkit pada permukaan laut dengan macampembangkit gelombang laut oleh angin, gaya tarik menarik antara bumi, bulan dan matahari, gempa dan terakhir olehgerakan kapal. Gelombang reguler diuji dalam flume gelombang dengan panjang 25 m, lebar 1 m dan kedalaman 1,2 myang dilengkapi dengan generator gelombang tipe flap. Penyerap gelombang di ujung lainnya dibangun dari gundukanbatu. Delapan titik pengukur gelombang (HR Wallingford 8 saluran) ditempatkan bersama dengan panjang gelombang.Probe gelombang 1-5 diatur pada jarak 0,1L sedangkan 5-8 diatur pada 0,2L. Pembangkit gelombang kemudianmenghasilkan fluktuasi muka air yang meningkat hingga mencapai ketinggian gelombang yang diinginkan. Setelahbeberapa gelombang datang, gelombang pantul kemudian menurunkan fluktuasi muka air hingga mencapai kondisigelombang stabil (yang bentuk dan tinggi puncaknya relative sama) yang menunjukkan bahwa gelombang yangdihasilkan adalah gelombang linear. Metode R2 digunakan untuk mengevaluasi akurasi pengukuran gelombang, bahwametode dua titik dengan jarak pengukur gelombang 0,2L adalah metode terbaik untuk mengukur tinggi gelombang.Keduametode tersebut dibandingkan dengan metode umum untuk mendapatkan yang sesuai untuk setiap kasus. Gelombangyang dibangkitkan cenderung nonlinier dengan bertambahnya tinggi gelombang. Keakuratan berkurang karena nonliniergelombang yang dihasilkan. Kinerja pembangkit gelombang dapat ditingkatkan dengan mengurangi refleksi gelombang.Ada pengaruh jarak pengukur gelombang terhadap akurasi pengukuran tinggi gelombang. Akurasi yang baik dapatdicapai pada jarak probe gelombang 0,2L untuk metode dua titik dan tiga titik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2023-03-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/article/view/24302</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.62012/zl.v4i1.24302</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan; Volume 4, Number 1, March 2023 Edition; 45-53</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi  Kelautan; Volume 4, Nomor 1, Edisi Maret 2023; 45-53</dc:source>
	<dc:source>2721-5717</dc:source>
	<dc:source>2747-2124</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/article/view/24302/9594</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Sabaruddin Rahman, Novrian Yosua Timang, Achmad Yasir Baeda</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>