A port is said to have a good level of service if the time required for loading and unloading activities is shorter than the specified schedule. In order to smooth the flow of goods, increase the effectiveness of port operational performance, it is necessary to use service performance standards as a benchmark to determine the level of service that can be provided to service users. Depapre Port is one of the ports that plays an important role in the process of progressing economic growth in Papua Province. The availability of facilities and infrastructure at Depapre Port greatly influences the smooth distribution of logistics in the Papua Province region, specifically in areas on the T-19 Route, namely Merauke – Kokas – Sorong – Biak/Korido – Depapre/Jayapura – Sorong – Merauke. Port performance is analyzed using the Decree of the Director General of Sea Transportation Number HK.103/2/18/DJPL-16. This research will discuss the performance of Depapre Port in distributing logistics in the Jayapura Regency area. In addition, this study also identified the factors that influence the performance of Depapre Port by conducting interviews and direct observation of several informants who understand and are involved in port activities, which are divided into 5 categories: Humans, Ship Service Facilities, Environment, Material and Methods and will explained in more depth using cause and effect diagrams. The results of this study will then be evaluated so that an improvement effort can be determined so that the performance of the Depapre port can run normally like other ports in Indonesia.
Bahasa Indonesia
Sebuah pelabuhan dikatakan memiliki tingkat pelayanan yang baik jika waktu yang diperlukan untuk kegiatan bongkar dan muat barang lebih singkat dari jadwal yang ditentukan. Demi kelancaran arus barang, meningkatkan efektifitas kinerja operasional pelabuhan, diperlukan standar kinerja pelayanan yang digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana tingkat pelayanan yang bisa diberikan kepada pengguna jasa. Pelabuhan Depapre merupakan salah satu pelabuhan yang memegang peranan penting dalam proses kemajuan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua. Ketersediaannya sarana maupun prasarana di Pelabuhan Depapre sangat berpengaruh terhadap kelancaran distribusi logistik di wilayah Provinsi Papua, secara khusus pada wilayah di Trayek T-19 yakni Merauke – Kokas – Sorong – Biak/Korido – Depapre/Jayapura – Sorong – Merauke. Kinerja pelabuhan dianalisis dengan menggunakan Keputusan Dirjen Perhubungan Laut Nomor HK.103/2/18/DJPL-16. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai kinerja Pelabuhan Depapre dalam mendistribusikan logistik di kawasan Kabupaten Jayapura. Selain itu penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Pelabuhan Depapre dengan melakukan wawancara dan observasi langsung terhadap beberapa informan yang mengerti dan terlibat dalam kegiatan kepelabuhanan, yang dibagi menjadi 5 kategori: Manusia, Fasilitas Pelayanan Kapal, Lingkungan, Muatan dan Metode dan akan dijabarkan secara lebih mendalam menggunakan cause and effect diagram. Hasil penelitian ini kemudian akan dievaluasi sehingga dapat ditentukan suatu upaya perbaikan sehingga kinerja pelabuhan Depapre dapat berjalan normal seperti pelabuhan-pelabuhan lainnya yang ada di Indonesia.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.