Open access Jurnal
Analysis of Alkalinity Water Quality in Situbondo Intensive Pond Waters
Analisis Kualitas Air Alkalinitas pada Perairan Tambak Intensif Situbondo
Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan · Vol. ume (2023) · pp. 159–164
- ISSN
- 2721-5717, 2747-2124
- Published
- 2023-07-25
- Publisher
- Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin
- Language
- en
Abstract
English
Situbondo regency is one of the regencies located on the north coast of east java province which has potential in the fisheries and marine sectors. The sea area in Situbondo Regency is 1,142.4 km2. Geographically, these potential areas are concentrated in coastal areas with fishing, pond aquaculture, freswater aquaculture, seawater aquaculture, hatcheries and fishery prosessing businesses. Aquaculture businesses growing rapidly in Situbondo Regency, namely vaname shrimp aquaculture. The survival of vaname shrimp is influenced by the quality of water used. Alkalinity is one of the water quality parameters that impartant in the growth of vaname shrimp. Alaklinity that is to low will cause the shrimp can change their shells or molt frequently. Shrimp tat molt too often will be susceptible to disease and the threat of cannibalism due to the weak condition of the shrimp. In addition, too low alkalinity can also cause the shrimp fail to molt so that the shrimp can die. Besides that, if the alkalinity is too high, it will be difficult for the shrimp to molt so that their growth is not optimal. Water quality testing with alakalinity parameter was caried out at several pond location as samples, namely location 1 in Demung village, besuki district, location 2 in Kilensari village, Panarukan district, location 3 in Sletreng village, Kapongan district dan location 4 in Agel Village, Jangkar district. The research was conducted for 1 year with testing every 2 weeks. The result of measurements of alkalinity in Situbondo waters from november until November 2022 were ini the range of 90- 145 ppm. Thies value is still classified as appropriate to support pond-based shrimp farming based on water quality standart by PERMENT KP No.75 of 2016 concerning general duidelines for shrimp aquaculture stating that the level of alkalinity in water should be range of 80- 150 ppm. Meanwhile, number of Ca2+ level that support hardness are also in safe range for the survival of vaname shrimp, which below 500 ppm. Keyword: Alkalinity, Water Quality, Pond
Bahasa Indonesia
Kabupaten Situbondo merupakan salah satu kabupaten yang terletak di pesisir pantai utara Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi di sektor perikanan dan kelautan. Luas wilayah laut di Kabupaten Situbondo sebesar 1.142,4 km (BPS 2019). Secara geografis, wilayah potensi tersebut terkonsentrasi di wilayah pantai dengan usaha-usaha penangkapan ikan di laut, budidaya tambak, budidaya air tawar, budidaya air laut, pembenihan, dan usaha pengolahan. Usaha budidaya berkembang pesat di kabupaten situbondo yaitu budidaya udang vaname. Keberlangsungan hidup udang vaname dipengaruhi oleh kualitas air yang digunakan. Alkalinitas merupakan salah satu paramater kualitas air yang berperan dalam pertumbuhan udang vaname. Alkalinitas yang terlalu rendah akan menyebabkan udang sering melakukan pergantian cangkang atau molting. Udang yang terlalu sering molting akan menjadi rentan terkena penyakit dan ancaman kanibalisme karena kondisi udang yang lemah. Selain itu, alkalinitas yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan udang gagal molting sehingga udang mengalami kematian. Di sisi lain, jika alkalinitas terlalu tinggi, udang akan sulit melakukan molting sehingga pertumbuhannya tidak optimal. Pengujian kualitas air dengan parameter alkalinitas dilakukan di beberapa titik lokasi tambak sebagai sampel yaitu Lokasi 1 di Desa Demung Kecamatan Besuki, lokasi 2 di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, lokasi 3 di Desa Sletreng, Kecamatan Kapongan dan lokasi 4 di Desa Agel, Kecamatan Jangkar. Penelitian dilakukan selama 1 tahun dengan waktu pengujian setiap 2 pekan.Hasil pengukuran alkalinitas di perairan Situbondo pada bulan November 2021 hingga November 2022 berada pada kisaran 90 - 145 ppm. Nilai tersebut masih tergolong sesuai untuk mendukung budidaya udang berbasis tambak berdasarkan baku mutu kualitas air yang ditetapkan melalui PERMEN KP No.75 Tahun 2016 tentang pedoman umum budidaya udang menyatakan bahwa kadar alkalinitas di perairan seharusnya berada pada kisaran 80 - 150 ppm. Sedangkan kadar Ca2+ yang mendukung terjadinya kesadahan juga berada pada rentang yang aman untuk keberlangsungan hidup udang vaname yaitu di bawah 500 ppm. -spasi-Times New Roman 11 Italic- Kata Kunci: Alkalinitas, Kualitas Air, Tambak
Keywords
Collaboration network of the authors
14 authors · 27 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Anita Diah Pahlewi | Affiliation unknown | 3 |
| Yuni Kartika Dewi | Affiliation unknown | 1 |
| Nurul Avidhah Elhany | Affiliation unknown | 1 |
| Gilang Saputra | Affiliation unknown | 1 |
| Debby Novelina Riyadi | Affiliation unknown | 1 |
| Wazirotus Sakinah | Affiliation unknown | 1 |
| Pratita Budi Utami | Affiliation unknown | 1 |
| Alfiyah Emeliya | Affiliation unknown | 1 |
| Moh. Syaifurrijal | Affiliation unknown | 1 |
| Damayanti | Affiliation unknown | 1 |
| Dian Widiarti | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.