Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Prediksi Resiko Kematian Penderita Gagal Ginjal KronisDengan Voting Classifier Dan Random Forest Pada Data Tidak Seimbang

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 12 No. 4 (2025) · pp. 859–866

DOI
10.25126/jtiik.124
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2025-08-29
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Gagal ginjal kronis merupakan salah satu penyakit serius yang dapat menyebabkan kematian jika tidak terdeteksi dan ditangani secara dini. Penelitian ini bertujuan memprediksi risiko kematian pada pasien gagal ginjal kronis menggunakan metode ensemble learning, yaitu random forest dan voting classifier (hard voting dan soft voting). Voting classifier digunakan untuk menggabungkan prediksi dari beberapa model klasifikasi tunggal, di mana hard voting mengambil keputusan berdasarkan suara terbanyak, sedangkan soft voting mempertimbangkan rata-rata probabilitas prediksi. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder dari RSUD Dr. Saiful Anwar, Kota Malang. Proporsi pasien rawat inap yang pulang dalam kondisi meninggal lebih kecil dibanding kondisi tidak meninggal. Kondisi data tidak seimbang ini menyebabkan model cenderung bias terhadap kelas mayoritas. Untuk mengatasi hal tersebut, synthetic minority over-sampling technique (SMOTE) diterapkan guna menyeimbangkan distribusi kelas. Selain itu, random forest dipilih karena kemampuannya dalam menangani ketidakimbangan data melalui pembobotan pada pohon-pohon keputusan, sehingga mengurangi bias terhadap kelas mayoritas. Evaluasi performa model dilakukan menggunakan metrik akurasi, presisi, dan recall. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa random forest memberikan kinerja terbaik dengan akurasi 77%, presisi 36%, dan recall 60%, mengungguli hard voting dan soft voting. Penggunaan random forest dan SMOTE terbukti meningkatkan prediksi pada kelas minoritas, yang sangat penting dalam mendeteksi pasien berisiko kematian tinggi. Pendekatan ini dapat membantu dalam deteksi dini dan pengelolaan yang lebih baik terhadap pasien gagal ginjal kronis, sehingga berpotensi menurunkan angka kematian akibat penyakit ini. Abstract Chronic kidney disease (CKD) is a life-threatening condition that can lead to fatal outcomes if not diagnosed and treated promptly. This study aims to forecast mortality risk in CKD patients using ensemble learning techniques, including random forest an d voting classifier (hard voting and soft voting). The voting classifier combines predictions from various single classification models, with hard voting selecting outcomes based on majority decisions, while soft voting averages prediction probabilities. The data used in this study is secondary data from RSUD Dr. Saiful Anwar, Malang City. The proportion of hospitalized patients who were discharged in a deceased condition is smaller than those who were discharged alive. This imbalance in the data causes the model to be biased toward the majority class. However, models tend to favor the majority class when dealing with imbalanced data. To mitigate this, the synthetic minority over-sampling technique (SMOTE) was applied to balance the class distribution. Random forest was also selected for its ability to manage data imbalance through weighted decision trees, reducing bias toward the majority class. Model performance was evaluated using metrics such as accuracy, precision, and recall. Results indicated that random forest outperformed hard voting and soft voting, achieving 77% accuracy, 36% precision, and 60% recall. The combination of random forest and SMOTE significantly enhanced the prediction of minority class outcomes, which is essential for identifying high-risk patients. This method has the potential to support early detection and improved management of CKD patients, thus reducing mortality rates associated with the disease.

English

Gagal ginjal kronis merupakan salah satu penyakit serius yang dapat menyebabkan kematian jika tidak terdeteksi dan ditangani secara dini. Penelitian ini bertujuan memprediksi risiko kematian pada pasien gagal ginjal kronis menggunakan metode ensemble learning, yaitu random forest dan voting classifier (hard voting dan soft voting). Voting classifier digunakan untuk menggabungkan prediksi dari beberapa model klasifikasi tunggal, di mana hard voting mengambil keputusan berdasarkan suara terbanyak, sedangkan soft voting mempertimbangkan rata-rata probabilitas prediksi. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder dari RSUD Dr. Saiful Anwar, Kota Malang. Proporsi pasien rawat inap yang pulang dalam kondisi meninggal lebih kecil dibanding kondisi tidak meninggal. Kondisi data tidak seimbang ini menyebabkan model cenderung bias terhadap kelas mayoritas. Untuk mengatasi hal tersebut, synthetic minority over-sampling technique (SMOTE) diterapkan guna menyeimbangkan distribusi kelas. Selain itu, random forest dipilih karena kemampuannya dalam menangani ketidakimbangan data melalui pembobotan pada pohon-pohon keputusan, sehingga mengurangi bias terhadap kelas mayoritas. Evaluasi performa model dilakukan menggunakan metrik akurasi, presisi, dan recall. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa random forest memberikan kinerja terbaik dengan akurasi 77%, presisi 36%, dan recall 60%, mengungguli hard voting dan soft voting. Penggunaan random forest dan SMOTE terbukti meningkatkan prediksi pada kelas minoritas, yang sangat penting dalam mendeteksi pasien berisiko kematian tinggi. Pendekatan ini dapat membantu dalam deteksi dini dan pengelolaan yang lebih baik terhadap pasien gagal ginjal kronis, sehingga berpotensi menurunkan angka kematian akibat penyakit ini. Abstract Chronic kidney disease (CKD) is a life-threatening condition that can lead to fatal outcomes if not diagnosed and treated promptly. This study aims to forecast mortality risk in CKD patients using ensemble learning techniques, including random forest an d voting classifier (hard voting and soft voting). The voting classifier combines predictions from various single classification models, with hard voting selecting outcomes based on majority decisions, while soft voting averages prediction probabilities. The data used in this study is secondary data from RSUD Dr. Saiful Anwar, Malang City. The proportion of hospitalized patients who were discharged in a deceased condition is smaller than those who were discharged alive. This imbalance in the data causes the model to be biased toward the majority class. However, models tend to favor the majority class when dealing with imbalanced data. To mitigate this, the synthetic minority over-sampling technique (SMOTE) was applied to balance the class distribution. Random forest was also selected for its ability to manage data imbalance through weighted decision trees, reducing bias toward the majority class. Model performance was evaluated using metrics such as accuracy, precision, and recall. Results indicated that random forest outperformed hard voting and soft voting, achieving 77% accuracy, 36% precision, and 60% recall. The combination of random forest and SMOTE significantly enhanced the prediction of minority class outcomes, which is essential for identifying high-risk patients. This method has the potential to support early detection and improved management of CKD patients, thus reducing mortality rates associated with the disease.

Keywords

Collaboration network of the authors

12 authors · 31 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Brawijaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Atiek IrianyUniversity of Brawijaya2
Adji FernandesAffiliation unknown1
SolimunAffiliation unknown1
Dea Saraswati PramaningrumUniversity of Brawijaya1
Fachira Haneinanda JuniantoUniversity of Brawijaya1
Ni Wayan Surya WardhaniUniversity of Brawijaya1
Eni SumarminingsihUniversity of Brawijaya1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Prediksi Resiko Kematian Penderita Gagal Ginjal KronisDengan Voting Classifier Dan Random Forest Pada Data Tidak Seimbang</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Prediksi Resiko Kematian Penderita Gagal Ginjal KronisDengan Voting Classifier Dan Random Forest Pada Data Tidak Seimbang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Amaliana, Luthfatul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ani Budi Astuti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en"> Rossanda Sevia Gadis</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Naurah Atikah Rabbani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nabila Ayunda Sovia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Amaliana, Luthfatul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ani Budi Astuti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id"> Rossanda Sevia Gadis</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Naurah Atikah Rabbani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Nabila Ayunda Sovia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Ensemble Machine Learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Chronic Kidney Disease</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Random Forest</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Voting Classifier</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ensemble Machine Learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Gagal Ginjal Kronis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Random Forest</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Voting Classifier</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Gagal ginjal kronis merupakan salah satu penyakit serius yang dapat menyebabkan kematian jika tidak terdeteksi dan ditangani secara dini. Penelitian ini bertujuan memprediksi risiko kematian pada pasien gagal ginjal kronis menggunakan metode ensemble learning, yaitu random forest dan voting classifier (hard voting dan soft voting). Voting classifier digunakan untuk menggabungkan prediksi dari beberapa model klasifikasi tunggal, di mana hard voting mengambil keputusan berdasarkan suara terbanyak, sedangkan soft voting mempertimbangkan rata-rata probabilitas prediksi. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder dari RSUD Dr. Saiful Anwar, Kota Malang. Proporsi pasien rawat inap yang pulang dalam kondisi meninggal lebih kecil dibanding kondisi tidak meninggal. Kondisi data tidak seimbang ini menyebabkan model cenderung bias terhadap kelas mayoritas. Untuk mengatasi hal tersebut, synthetic minority over-sampling technique (SMOTE) diterapkan guna menyeimbangkan distribusi kelas. Selain itu, random forest dipilih karena kemampuannya dalam menangani ketidakimbangan data melalui pembobotan pada pohon-pohon keputusan, sehingga mengurangi bias terhadap kelas mayoritas. Evaluasi performa model dilakukan menggunakan metrik akurasi, presisi, dan recall. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa random forest memberikan kinerja terbaik dengan akurasi 77%, presisi 36%, dan recall 60%, mengungguli hard voting dan soft voting. Penggunaan random forest dan SMOTE terbukti meningkatkan prediksi pada kelas minoritas, yang sangat penting dalam mendeteksi pasien berisiko kematian tinggi. Pendekatan ini dapat membantu dalam deteksi dini dan pengelolaan yang lebih baik terhadap pasien gagal ginjal kronis, sehingga berpotensi menurunkan angka kematian akibat penyakit ini.
 
Abstract
Chronic kidney disease (CKD) is a life-threatening condition that can lead to fatal outcomes if not diagnosed and treated promptly. This study aims to forecast mortality risk in CKD patients using ensemble learning techniques, including random forest an d voting classifier (hard voting and soft voting). The voting classifier combines predictions from various single classification models, with hard voting selecting outcomes based on majority decisions, while soft voting averages prediction probabilities. The data used in this study is secondary data from RSUD Dr. Saiful Anwar, Malang City. The proportion of hospitalized patients who were discharged in a deceased condition is smaller than those who were discharged alive. This imbalance in the data causes the model to be biased toward the majority class. However, models tend to favor the majority class when dealing with imbalanced data. To mitigate this, the synthetic minority over-sampling technique (SMOTE) was applied to balance the class distribution. Random forest was also selected for its ability to manage data imbalance through weighted decision trees, reducing bias toward the majority class. Model performance was evaluated using metrics such as accuracy, precision, and recall. Results indicated that random forest outperformed hard voting and soft voting, achieving 77% accuracy, 36% precision, and 60% recall. The combination of random forest and SMOTE significantly enhanced the prediction of minority class outcomes, which is essential for identifying high-risk patients. This method has the potential to support early detection and improved management of CKD patients, thus reducing mortality rates associated with the disease.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Gagal ginjal kronis merupakan salah satu penyakit serius yang dapat menyebabkan kematian jika tidak terdeteksi dan ditangani secara dini. Penelitian ini bertujuan memprediksi risiko kematian pada pasien gagal ginjal kronis menggunakan metode ensemble learning, yaitu random forest dan voting classifier (hard voting dan soft voting). Voting classifier digunakan untuk menggabungkan prediksi dari beberapa model klasifikasi tunggal, di mana hard voting mengambil keputusan berdasarkan suara terbanyak, sedangkan soft voting mempertimbangkan rata-rata probabilitas prediksi. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder dari RSUD Dr. Saiful Anwar, Kota Malang. Proporsi pasien rawat inap yang pulang dalam kondisi meninggal lebih kecil dibanding kondisi tidak meninggal. Kondisi data tidak seimbang ini menyebabkan model cenderung bias terhadap kelas mayoritas. Untuk mengatasi hal tersebut, synthetic minority over-sampling technique (SMOTE) diterapkan guna menyeimbangkan distribusi kelas. Selain itu, random forest dipilih karena kemampuannya dalam menangani ketidakimbangan data melalui pembobotan pada pohon-pohon keputusan, sehingga mengurangi bias terhadap kelas mayoritas. Evaluasi performa model dilakukan menggunakan metrik akurasi, presisi, dan recall. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa random forest memberikan kinerja terbaik dengan akurasi 77%, presisi 36%, dan recall 60%, mengungguli hard voting dan soft voting. Penggunaan random forest dan SMOTE terbukti meningkatkan prediksi pada kelas minoritas, yang sangat penting dalam mendeteksi pasien berisiko kematian tinggi. Pendekatan ini dapat membantu dalam deteksi dini dan pengelolaan yang lebih baik terhadap pasien gagal ginjal kronis, sehingga berpotensi menurunkan angka kematian akibat penyakit ini.
 
Abstract
Chronic kidney disease (CKD) is a life-threatening condition that can lead to fatal outcomes if not diagnosed and treated promptly. This study aims to forecast mortality risk in CKD patients using ensemble learning techniques, including random forest an d voting classifier (hard voting and soft voting). The voting classifier combines predictions from various single classification models, with hard voting selecting outcomes based on majority decisions, while soft voting averages prediction probabilities. The data used in this study is secondary data from RSUD Dr. Saiful Anwar, Malang City. The proportion of hospitalized patients who were discharged in a deceased condition is smaller than those who were discharged alive. This imbalance in the data causes the model to be biased toward the majority class. However, models tend to favor the majority class when dealing with imbalanced data. To mitigate this, the synthetic minority over-sampling technique (SMOTE) was applied to balance the class distribution. Random forest was also selected for its ability to manage data imbalance through weighted decision trees, reducing bias toward the majority class. Model performance was evaluated using metrics such as accuracy, precision, and recall. Results indicated that random forest outperformed hard voting and soft voting, achieving 77% accuracy, 36% precision, and 60% recall. The combination of random forest and SMOTE significantly enhanced the prediction of minority class outcomes, which is essential for identifying high-risk patients. This method has the potential to support early detection and improved management of CKD patients, thus reducing mortality rates associated with the disease.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2025-08-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/9393</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.124</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 12 No 4: Agustus 2025; 859-866</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 12 No. 4: Agustus 2025; 859-866</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.124</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/9393/1470</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>