Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Application of Composite Hanging Breakwater as a Pool Protector for Bantaeng Harbor

Aplikasi Composite Hanging Breakwater Sebagai Pelindung Kolam Pelabuhan Bantaeng

Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan · Vol. ume No. vember (2023) · pp. 318–327

DOI
10.62012/zl.v4i3.31706
ISSN
2721-5717, 2747-2124
Published
2023-11-10
Publisher
Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

English

Bantaeng Port already has a dock for the loading and unloading goods and passengers. The problem is, the port cannot be operated optimally because of the large wave height at the dock so that the loading and unloading process is not optimal. The Bantaeng Port Master Plan document recommends the construction of a breakwater. One type of breakwater that can be applied is hanging breakwater. This study analyzes the dimensions of hanging breakwater based on environmental data. The study began by collecting data on deep-sea waves and related documents. Deep sea waves are analyzed to obtain wave parameters at the building site. This structure will be placed at a depth of 20 m. After the wave parameters at the location of the structure are known, then calculate the transmission coefficient using the equation developed by previous researchers [2]. The transmition coefficient is further used to calculate the wave behind the structure. The wave behind the structure must be smaller or equal to the required wave height [3]. The results obtained shows that the higher the wave in front of the building is Hi = 1.79 m, the wave height behind the structure is required is Ht = 0.7 m and the transmission coefficient is Kt = 0.8. The width of the building in the direction of wave propagation can be calculated using the equation L= 46.757e-0.08D.

Bahasa Indonesia

Pelabuhan Bantaeng telah memiliki dermaga untuk proses bongkar muat barang dan penumpang. Masalahnya, pelabuhan tersebut belum bisa dioperasikan secara maksimal oleh karena besarnya tinggi gelombang di dermaga sehigga proses bongkar muat tidak maksimal. Dokumen Rencana Induk Pelabuhan Bantaeng merekomendasikan pembangunan breakwater. Salah satu tipe breakwater yang dapat diaplikasikan adalah hanging breakwater. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi hanging breakwater berdasarkan data lingkungan. Penelitian dimulai dengan mengumpulkan data gelombang laut dalam dan dokumen terkait. Gelombang laut dalam dianalisis untuk mendapatkan parameter gelombang di lokasi bangunan. Struktur ini akan diletakkan pada kedalaman 20 m. setelah parameter gelombang di lokasi struktur diketahui, selanjutnya menghitung koefisien transmisi dengan menggunakan persemaan yang dikembangkan oleh peneliti terdahulu [2]. Koefisien transmis selanjutnya digunakan untuk menghitung gelombang di belakang bangunan. Gelombang di belakang bangunan harus lebih kecil atau sama dengan tinggi gelombang dipersyaratkan [3]. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin tinggi gelombang di depan bangunan adalah Hi = 1.79 m, tinggi gelombang di belakang model adalah yang dipersyaratkan adalah Ht = 0.7 m dan koefisien transmisi adalah Kt = o.8. Lebar bangunan pada arah perambatan gelombang dapat dihitung dangan menggunakan persamaan L=46.757e(-0.08D).

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 115 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Hasanuddin University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Taufiqur RachmanAffiliation unknown28
Ashury AshuryAffiliation unknown5
Teguh PairunanAffiliation unknown4
Dwi AgusdiansyahAffiliation unknown4
Taufiqurrahman TaufiqurrahmanAffiliation unknown4
Ilham AlkhaerAffiliation unknown4
Nur AzisahAffiliation unknown3
Tri UtariAffiliation unknown3
Ahmad Azwar Mas'ud MAffiliation unknown3
Deni MulyawanAffiliation unknown3
Novrian Yosua TimangAffiliation unknown3
Nur RachmiAffiliation unknown3
Firman HusainAffiliation unknown2
Indah Putri HumairahAffiliation unknown2
Muhammad AsdarAffiliation unknown2
Putri Sriwahyuni KasbaAffiliation unknown2
ZULFIKAR ZULFIKARUniversitas Halu Oleo2
Mu’minatung NisaAffiliation unknown2
Fuad Mahfud AssidiqAffiliation unknown2
Teguh Pairunan PutraAffiliation unknown2
Ariska AriskaAffiliation unknown2
Andi Mega MustikaAffiliation unknown2
Alif Hidayat KasimAffiliation unknown2
Wahyuni HasanAffiliation unknown2
Adriani PhadyAffiliation unknown1
Ichwanul Haq BahtiarAffiliation unknown1
Arsil ArsilAffiliation unknown1
Sugianto SugiantoUniversitas Nahdlatul Ulama Blitar1
Riswal KarammaHasanuddin University1
Rita Tahir LopaAffiliation unknown1
Yuliani SulemanAffiliation unknown1
Reskiyanti ReskiyantiAffiliation unknown1
Wahyu Sakinah KasimAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Application of Composite Hanging Breakwater as a Pool Protector for Bantaeng Harbor</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Aplikasi Composite Hanging Breakwater Sebagai Pelindung Kolam Pelabuhan Bantaeng</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Paotonan, Chairul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Umar, Hasdinar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahman, Sabaruddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Baeda, Achmad Yasir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Thaha, Muhammad Arsyad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Samad, Wasir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Aksar, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Paotonan, Chairul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Umar, Hasdinar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rahman, Sabaruddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Baeda, Achmad Yasir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Thaha, Muhammad Arsyad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Samad, Wasir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Aksar, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Aplikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Hanging</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">breakwater</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">koefisien transmisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">breakwater</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Application</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hanging</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">breakwater</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">transmission coefficient</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">breakwater</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Bantaeng Port already has a dock for the loading and unloading goods and passengers. The problem is, the port cannot be operated optimally because of the large wave height at the dock so that the loading and unloading process is not optimal. The Bantaeng Port Master Plan document recommends the construction of a breakwater. One type of breakwater that can be applied is hanging breakwater. This study analyzes the dimensions of hanging breakwater based on environmental data. The study began by collecting data on deep-sea waves and related documents. Deep sea waves are analyzed to obtain wave parameters at the building site. This structure will be placed at a depth of 20 m. After the wave parameters at the location of the structure are known, then calculate the transmission coefficient using the equation developed by previous researchers [2]. The transmition coefficient is further used to calculate the wave behind the structure. The wave behind the structure must be smaller or equal to the required wave height [3]. The results obtained shows that the higher the wave in front of the building is Hi = 1.79 m, the wave height behind the structure is required is Ht = 0.7 m and the transmission coefficient is Kt = 0.8. The width of the building in the direction of wave propagation can be calculated using the equation L= 46.757e-0.08D.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Pelabuhan Bantaeng telah memiliki dermaga untuk proses bongkar muat barang dan penumpang. Masalahnya, pelabuhan tersebut belum bisa dioperasikan secara maksimal oleh karena besarnya tinggi gelombang di dermaga sehigga proses bongkar muat tidak maksimal. Dokumen Rencana Induk Pelabuhan Bantaeng merekomendasikan pembangunan breakwater. Salah satu tipe breakwater yang dapat diaplikasikan adalah hanging breakwater. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi hanging breakwater berdasarkan data lingkungan. Penelitian dimulai dengan mengumpulkan data gelombang laut dalam dan dokumen terkait. Gelombang laut dalam dianalisis untuk mendapatkan parameter gelombang di lokasi bangunan. Struktur ini akan diletakkan pada kedalaman 20 m. setelah parameter gelombang di lokasi struktur diketahui, selanjutnya menghitung koefisien transmisi dengan menggunakan persemaan yang dikembangkan oleh peneliti terdahulu [2]. Koefisien transmis selanjutnya digunakan untuk menghitung gelombang di belakang bangunan. Gelombang di belakang bangunan harus lebih kecil atau sama dengan tinggi gelombang dipersyaratkan [3]. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin tinggi gelombang di depan bangunan adalah Hi = 1.79 m, tinggi gelombang di belakang model adalah yang dipersyaratkan adalah Ht = 0.7 m dan koefisien transmisi adalah Kt = o.8. Lebar bangunan pada arah perambatan gelombang dapat dihitung dangan menggunakan persamaan L=46.757e(-0.08D).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/article/view/31706</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.62012/zl.v4i3.31706</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan; Volume 4, Number 3, November 2023 Edition; 318-327</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi  Kelautan; Volume 4, Nomor 3, Edisi November 2023; 318-327</dc:source>
	<dc:source>2721-5717</dc:source>
	<dc:source>2747-2124</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/article/view/31706/10550</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Chairul Paotonan, Hasdinar Umar, Sabaruddin Raham, Achmad Yasir Baeda, Muhammad Arsyad Thaha, Wasir Samad, Muhammad Aksar</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>