Open access Jurnal
The Effect of Adding Shells as Aggregate on the Level of Tensile Strength of Concrete
Pengaruh Penambahan Cangkang Kerang Sebagai Agregat Terhadap Tingkat Kuat Tarik Beton
Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan · Vol. ume No. vember (2023) · pp. 361–367
- ISSN
- 2721-5717, 2747-2124
- Published
- 2023-11-14
- Publisher
- Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin
- Language
- id
Abstract
English
Freshwater mussels are not just another aquatic organism, they have a significant impact in the context of fisheries and freshwater ecosystems. As natural biofilters, freshwater mussels play a crucial role in maintaining water quality by absorbing and removing harmful substances, while providing an optimal environment for the growth of fish and other aquatic organisms. Although mussels have great potential as a diverse natural resource, currently their utilization is still limited to the use of mussel meat as food and mussel shells as decoration. Clam shells contain lime (Calcium carbonate CaO) so it is good to use in concrete mixing. The purpose of this study was to determine how the addition of clam shells affects the level of change in the quality and tensile strength of concrete. The method used is testing the tensile strength of concrete in the laboratory (experimental). The samples tested were samples with three variations of clam shell mixture, namely 0% shell (4 samples), 10% shell (4 samples) and 25% shell (4 samples). The stages of implementation include; making test samples in the form of concrete cylinders, treating test samples and testing tensile strength. The results showed an increase in concrete tensile strength at the addition of 10% clam shells with a tensile strength value of 2.03 Mpa and a decrease in concrete tensile strength at the addition of 25% clam shells with a tensile strength value of 1.24 Mpa. The ideal proportion of clam shell addition for concrete mixing in this study is 10% because it can increase the tensile strength of concrete.
Bahasa Indonesia
Kerang air tawar bukan hanya sekadar organisme perairan biasa, keberadaannya memiliki dampak yang signifikan dalam konteks perikanan dan ekosistem air tawar. Sebagai biofilter alami, kerang air tawar memainkan peran krusial dalam menjaga kualitas air dengan menyerap dan membersihkan zat-zat berbahaya, sekaligus menyediakan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan ikan dan organisme perairan lainnya. Meskipun kerang memiliki potensi besar sebagai sumber daya alam yang beragam, saat ini pemanfaatannya masih terbatas pada penggunaan daging kerang sebagai bahan pangan dan kulit kerang sebagai hiasan. Cangkang kerang mengandung zat kapur (Kalsium karbonat CaO) sehingga baik digunakan dalam pencampuran beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penambahan cangkang kerang berdampak pada tingkat perubahan mutu dan kekuatan tarik beton. Metode yang digunakan adalah pengujian kuat tarik beton di laboratorium (eksperimental). Sampel yang diuji adalah sampel dengan tiga variasi campuran cangkang kerang yaitu 0% cangkang (4 sampel), 10% cangkang (4 sampel) dan 25% cangkang (4 sampel). Tahapan pelaksanaan meliputi; pembuatan sampel uji berupa silinder beton, perawatan sampel uji dan pengujian kuat tarik. Hasil penelitian menunjukkan meningkatnya kuat tarik beton pada penambahan 10% cangkang kerang dengan nilai kuat tarik 2,03 Mpa dan mengalami penurunan kuat tarik beton pada penambahan 25% cangkang kerang dengan nilai kuat tarik 1,24 Mpa. Proporsi penambahan cangkang kerang yang ideal untuk pencampuran beton pada penelitian ini adalah 10% karena dapat meningkatkan kuat tarik beton.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 79 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Muhammadiyah Kendari
- Universitas Gadjah Mada
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Emi Prasetyawati Umar | Affiliation unknown | 6 |
| Maria Maria | Affiliation unknown | 4 |
| Muhammad Fawzy Ismullah Massinai | Affiliation unknown | 2 |
| Aryadi Nurfalaq | Affiliation unknown | 2 |
| Hamriani Ryka | Affiliation unknown | 2 |
| Zila Razilu | Universitas Muhammadiyah Kendari | 1 |
| Muhammad Nur Afiat | Affiliation unknown | 1 |
| La Sensu | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Deity Yuningsih | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Muhammad Sabaruddin Sinapoy | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Indria Hafizah | Affiliation unknown | 1 |
| Juminten Saimin | Affiliation unknown | 1 |
| Satrio Wicaksono | Affiliation unknown | 1 |
| Ashaeryanto Ashaeryanto | Affiliation unknown | 1 |
| Salahuddin Salahuddin | Universitas Gadjah Mada | 1 |
| Mardin Mardin | Affiliation unknown | 1 |
| Amiruddin Eso | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Nur Jana | Affiliation unknown | 1 |
| Arimaswati Arimaswati | Affiliation unknown | 1 |
| Andy Rafdi Al Bagiz | Affiliation unknown | 1 |
| Irawaty Irawaty | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Fercee Primula | Affiliation unknown | 1 |
| Wa Ode Sitti Musnina | Affiliation unknown | 1 |
| Yonelian Yuyun | Affiliation unknown | 1 |
| M. Sulaiman Zubair | Affiliation unknown | 1 |
| Ritha Pratiwi | Affiliation unknown | 1 |
| Budi Budi | Affiliation unknown | 1 |
| Suyuti Suyuti | Affiliation unknown | 1 |
| Muh Jafar | Affiliation unknown | 1 |
| Musriady Musriady | Affiliation unknown | 1 |
| Ahmad Rif'an Khoirul Lisan | Affiliation unknown | 1 |
| Romuald Sohores | Affiliation unknown | 1 |
| Erfan Syamsuddin | Affiliation unknown | 1 |
| Septian Tri Nugraha | Affiliation unknown | 1 |
| Wahyuni Wahyuni | Affiliation unknown | 1 |
| Sabrianto Aswad | Affiliation unknown | 1 |
| La Ode Armin | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.