Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Analysis of the Sustainability of Use of Fishing Tackles and Shrimp Nets in Blitok Village, Situbondo Regency

Analisis Keberlanjutan Penggunaan Alat Tangkap Pancing Ulur Dan Jaring Udang Di Desa Blitok Kabupaten Situbondo

Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan · Vol. ume No. vember (2024) · pp. 237–243

DOI
10.62012/zl.v5i3.40333
ISSN
2721-5717, 2747-2124
Published
2024-11-27
Publisher
Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

English

Blitok Village at Situbondo Regency is a village that borders directly on The North of the Java Sea. Fishermen use handlines and shrimp nets because of a low budget and ease of operation. These fishing gear are considered environmentally friendly. At that time, data and information regarding these fishing are rather specific. Therefore, this research aims to dig into the use of these fishing gear from ecological, economic, and social aspects. Ecological aspects will be using CPUE Analysis. We discuss economics with the use of Financial Analysis. The Perception Analysis is used for the social part. This research was carried out by census because the population observed was 16 fishermen. The observations showed CPUE values ​​were not good enough. It was also confirmed by financial analysis results. As a project, this business activity is not feasible. However, until now, this activity is still carried out by fishermen. Even though, 50% of fishermen admit that their condition is still less than prosperous. 75% of fishermen agree that this activity is Just Enough to support family income.

Bahasa Indonesia

Desa Blitok, Kabupaten Situbondo merupakan suatu desa yang berbatasan langsung dengan pesisir Laut Jawa. Nelayan menggunakan alat tangkap pancing ulur dan jaring udang karena modal yang dikeluarkan tergolong rendah dan mudah dioperasikan. Kedua alat tangkap tersebut dianggap sebagai alat tangkap yang ramah lingkungan dalam penggunaanya. Sampai saat ini, data dan informasi mengenai upaya penangkapan menggunakan alat tangkap pancing ulur dan jaring udang di Desa Blitok sangat terbatas dan kurang spesifik. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah membunuh penggunaan kedua alat tangkap tersebut di Desa Blitok, dari aspek ekologi, ekonomi dan sosial. Aspek ekologi akan dilakukan dengan menggunakan Analisis CPUE. Ekonomi akan dilakukan dengan menggunakan Analisis Finansial. Kemudian pada aspek sosial dengan menggunakan Analisis Persepsi yang kemudian akan dibandingkan dengan analisis sebelumnya. Penelitian ini dilakukan secara sensus, karena populasi yang diamati hanya sebanyak 16 nelayan. Berdasarkan pengamatan nilai CPUE yang dihasilkan cenderung tidak bagus, hal ini juga memperkuat hasil analisis finansial. Secara proyek, kegiatan usaha ini tidak layak dilakukan. Namun kegiatan ini sampai dengan saat ini, masih dilakukan nelayan. Meski sebanyak 50% nelayan mengakui, kondisinya masih kurang sejahtera. Dan 75% nelayan setuju bahwa kegiatan ini hanya cukup, sebagai penyangga pendapatan keluarga.

Keywords

Collaboration network of the authors

15 authors · 29 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ani ListriyanaAffiliation unknown2
Anita Diah PahlewiAffiliation unknown2
Widadi Padmarsari SoetignyaAffiliation unknown1
Dede WahyudiAffiliation unknown1
Yuni Kartika DewiAffiliation unknown1
Nurul Avidhah ElhanyAffiliation unknown1
Gilang SaputraAffiliation unknown1
Debby Novelina RiyadiAffiliation unknown1
Anita Diah PahlewiAffiliation unknown1
DamayantiAffiliation unknown1
Dian WidiartiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analysis of the Sustainability of Use of Fishing Tackles and Shrimp Nets in Blitok Village, Situbondo Regency</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Analisis Keberlanjutan Penggunaan Alat Tangkap Pancing Ulur Dan Jaring Udang Di Desa Blitok Kabupaten Situbondo</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Handayani, Creani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Utami, Pratita Budi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Emeliya, Alfiyah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syaifurrijal, Moh.</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Handayani, Creani </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Utami, Pratita Budi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Emeliya, Alfiyah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Syaifurrijal, Moh.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Fisheries</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Perikanan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Blitok Village at Situbondo Regency is a village that borders directly on The North of the Java Sea. Fishermen use handlines and shrimp nets because of a low budget and ease of operation. These fishing gear are considered environmentally friendly. At that time, data and information regarding these fishing are rather specific. Therefore, this research aims to dig into the use of these fishing gear from ecological, economic, and social aspects. Ecological aspects will be using CPUE Analysis. We discuss economics with the use of Financial Analysis. The Perception Analysis is used for the social part. This research was carried out by census because the population observed was 16 fishermen. The observations showed CPUE values ​​were not good enough. It was also confirmed by financial analysis results. As a project, this business activity is not feasible. However, until now, this activity is still carried out by fishermen. Even though, 50% of fishermen admit that their condition is still less than prosperous. 75% of fishermen agree that this activity is Just Enough to support family income.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Desa Blitok, Kabupaten Situbondo merupakan suatu desa yang berbatasan langsung dengan pesisir Laut Jawa. Nelayan menggunakan alat tangkap pancing ulur dan jaring udang karena modal yang dikeluarkan tergolong rendah dan mudah dioperasikan. Kedua alat tangkap tersebut dianggap sebagai alat tangkap yang ramah lingkungan dalam penggunaanya. Sampai saat ini, data dan informasi mengenai upaya penangkapan menggunakan alat tangkap pancing ulur dan jaring udang di Desa Blitok sangat terbatas dan kurang spesifik. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah membunuh penggunaan kedua alat tangkap tersebut di Desa Blitok, dari aspek ekologi, ekonomi dan sosial. Aspek ekologi akan dilakukan dengan menggunakan Analisis CPUE. Ekonomi akan dilakukan dengan menggunakan Analisis Finansial. Kemudian pada aspek sosial dengan menggunakan Analisis Persepsi yang kemudian akan dibandingkan dengan analisis sebelumnya. Penelitian ini dilakukan secara sensus, karena populasi yang diamati hanya sebanyak 16 nelayan. Berdasarkan pengamatan nilai CPUE yang dihasilkan cenderung tidak bagus, hal ini juga memperkuat hasil analisis finansial. Secara proyek, kegiatan usaha ini tidak layak dilakukan. Namun kegiatan ini sampai dengan saat ini, masih dilakukan nelayan. Meski sebanyak 50% nelayan mengakui, kondisinya masih kurang sejahtera. Dan 75% nelayan setuju bahwa kegiatan ini hanya cukup, sebagai penyangga pendapatan keluarga.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/article/view/40333</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.62012/zl.v5i3.40333</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan; Volume 5, Number 3, November 2024 Edition; 237-243</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi  Kelautan; Volume 5, Number 3, November 2024 Edition; 237-243</dc:source>
	<dc:source>2721-5717</dc:source>
	<dc:source>2747-2124</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/article/view/40333/12182</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Creani Handayani, Pratita Budi Utami, Alfiyah Emeliya, Moh. Syaifurrijal</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>