Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Challenges of Maritime English Usage among Ship’s Crew and Implications for Operational Safety at Sea

Tantangan Penggunaan Bahasa Inggris Maritim Pada Awak Kapal dan Implikasinya Terhadap Keselamatan Operasional di Laut

Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan · Vol. ume (2025) · pp. 167–170

DOI
10.62012/zl.vi.41673
ISSN
2721-5717, 2747-2124
Published
2025-06-22
Publisher
Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

English

This research aims is to analyze the challenges of using Maritime English by ship crews and its impact on safety at sea. Through a survey approach, data was obtained from a number of ship crews at ports, especially at Tanjung Perak Port, Surabaya. The results showed variations in the level of Maritime English competency among respondents, with a number of challenges faced, such as difficulties in daily communication, document translation, and interactions with port authorities. These challenges have serious implications for safety at sea, including increased risk of accidents, operational delays, and the inability to respond quickly and appropriately to emergency situations. These safety implications highlight the urgency to improve maritime English competency among ship crews through appropriate training and the development of effective communication strategies. By improving maritime English skills, it can be hoped that safety risks at sea can be significantly reduced. This research provides valuable insights for the shipping industry and authorities to improve communication practices and increase safety at sea.

Bahasa Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan penggunaan Bahasa Inggris maritim oleh awak kapal dan dampaknya terhadap keselamatan di laut. Melalui pendekatan survei, data diperoleh dari sejumlah awak kapal di pelabuhan-pelabuhan, terutama di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam tingkat kompetensi Bahasa Inggris maritim di antara responden, dengan sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti kesulitan dalam komunikasi sehari-hari, penerjemahan dokumen, dan interaksi dengan otoritas pelabuhan. Tantangan ini memiliki implikasi serius terhadap keselamatan di laut, termasuk peningkatan risiko kecelakaan, penundaan operasional, dan ketidakmampuan untuk merespon situasi darurat dengan cepat dan tepat. Implikasi keselamatan ini menyoroti urgensi untuk meningkatkan kompetensi Bahasa Inggris maritim di kalangan awak kapal melalui pelatihan yang sesuai dan pengembangan strategi komunikasi yang efektif. Dengan memperbaiki kemampuan Bahasa Inggris maritim, dapat diharapkan bahwa risiko keselamatan di laut dapat dikurangi secara signifikan. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi industri pelayaran dan pihak berwenang untuk memperbaiki praktik komunikasi dan meningkatkan keselamatan di laut. Kata kunci: Awak kapal,Bahasa Inggris Maritim, Keselamatan di Laut.

Keywords

Collaboration network of the authors

15 authors · 26 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Enny SuswatiAffiliation unknown2
Kuncowati KuncowatiAffiliation unknown2
Agus HermantoUniversitas 17 Agustus 1945 Surabaya1
Fridy ManditaUniversitas 17 Agustus 1945 Surabaya1
Indra Samudra RahmatAffiliation unknown1
Laylatul Fitriyah MukarromahAffiliation unknown1
Siti Ananda Hardita SyahputriAffiliation unknown1
Yudha NurdianAffiliation unknown1
Dini AgustinaAffiliation unknown1
Sugeng MarsudiAffiliation unknown1
Dedy KristiawanAffiliation unknown1
Galih Sakti Cahyo Samudro Armando AgustiawanAffiliation unknown1
Raihan Gymnastiar Usman UsmanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Challenges of Maritime English Usage among Ship’s Crew and Implications for Operational Safety at Sea</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Tantangan Penggunaan Bahasa Inggris Maritim Pada Awak Kapal dan Implikasinya Terhadap Keselamatan Operasional di Laut</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Listriyawati, Nyoman</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Supangat, Supangat</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Supangat, Supangat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Marine English</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ship Crew</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Safety at Sea</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">This research aims is to analyze the challenges of using Maritime English by ship crews and its impact on safety at sea. Through a survey approach, data was obtained from a number of ship crews at ports, especially at Tanjung Perak Port, Surabaya. The results showed variations in the level of Maritime English competency among respondents, with a number of challenges faced, such as difficulties in daily communication, document translation, and interactions with port authorities. These challenges have serious implications for safety at sea, including increased risk of accidents, operational delays, and the inability to respond quickly and appropriately to emergency situations. These safety implications highlight the urgency to improve maritime English competency among ship crews through appropriate training and the development of effective communication strategies. By improving maritime English skills, it can be hoped that safety risks at sea can be significantly reduced. This research provides valuable insights for the shipping industry and authorities to improve communication practices and increase safety at sea.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan penggunaan Bahasa Inggris maritim oleh awak kapal dan dampaknya terhadap keselamatan di laut. Melalui pendekatan survei, data diperoleh dari sejumlah awak kapal di pelabuhan-pelabuhan, terutama di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam tingkat kompetensi Bahasa Inggris maritim di antara responden, dengan sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti kesulitan dalam komunikasi sehari-hari, penerjemahan dokumen, dan interaksi dengan otoritas pelabuhan. Tantangan ini memiliki implikasi serius terhadap keselamatan di laut, termasuk peningkatan risiko kecelakaan, penundaan operasional, dan ketidakmampuan untuk merespon situasi darurat dengan cepat dan tepat. Implikasi keselamatan ini menyoroti urgensi untuk meningkatkan kompetensi Bahasa Inggris maritim di kalangan awak kapal melalui pelatihan yang sesuai dan pengembangan strategi komunikasi yang efektif. Dengan memperbaiki kemampuan Bahasa Inggris maritim, dapat diharapkan bahwa risiko keselamatan di laut dapat dikurangi secara signifikan. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi industri pelayaran dan pihak berwenang untuk memperbaiki praktik komunikasi dan meningkatkan keselamatan di laut.
&amp;nbsp;
Kata kunci: &amp;nbsp;Awak kapal,Bahasa Inggris Maritim, Keselamatan di Laut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/article/view/41673</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.62012/zl.vi.41673</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan; Volume 6, Number 2, July 2025 Edition; 167-170</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi  Kelautan; Volume 6, Number 2, July 2025 Edition; 167-170</dc:source>
	<dc:source>2721-5717</dc:source>
	<dc:source>2747-2124</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/zonalaut/article/view/41673/12990</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Nyoman Listriyawati, Supangat Supangat</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>